Login
or
Register

Pertemuan Pemuda Katolik Komisariat Daerah Sulut dan Kerasulan Awam Keuskupan Manado

inilah-hasil-pertemuan-pemuda-katolik
November 26, 2019

Pertemuan Pemuda Katolik Komisariat Daerah Sulut dan Kerasulan Awam Keuskupan Manado

Sticky
0

TRIBUNMANADO.CO.ID – Herry Mety Wakil Sekretaris Bidang Pendidikan Kaderisasi Pemuda Katolik Komda Sulut, Senin (25/11/2019) mengatakan ada pertemuan Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Sulawesi Utara (Sulut) dan Ketua Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) Keuskupan Manado Pastor Kris Ludong.

“Pertemuan dihadiri langsung Ketua Pemuda Katolik Komda Sulut Lexi Mantiri,” katanya.

Ini hasil-hasilnya:

1. Flashback kegiatan PK di Guaan berupa baksos dalam rangka Kusuma YC 2019

2. Penyampaian rencana pelaksanaan KKM Komda diawali dengan sekilas tentang kiprah PK Komda selama 2 tahun di tengah Gereja dan masyarakat.

Khusus Komda, banyak kegiatan yang dilakukan di tengah Gereja dan masyarakat berupa baksos dan itu bagus karena langsung dirasakan oleh banyak orang lintas agama.

Ada baksos berupa sumbangan material untuk pembangunan gedung Gereja (internal umat). Juga baksos pemeriksaan, pengobatan dan pembagian kaca mata gratis untuk umat dan masyarakat luas.

3. Jadi sorotan Ketua Kerawam KM: Komcab-komcab soal pelaksanaan mapenta dan KKD masih minim.

Semua pengurus dan anggota PK Komcab harus kembali ke semangat PK sebagai organisasi berciri kader.

Proses kaderisasi mulai dari mapenta, KKD dan KKM harus dilakukan secara berkesinambungan karena itulah ciri khas PK sebagai organisasi kader berbasis Katolik; kaderisasi berjenjang harus diperhatikan secara serius.

4. Distribusi kader baik di Gereja maupun sosial kemasyarakatan juga harus tetap diperhatikan dan ditingkatkan.

5. Harapan Ketua Kerawam ke depan: di tingkat Komda, lebih diperbanyak kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk bersinergi dengan rekan-rekan OKP berbasis agama lain di Sulawesi Utara.

Selain kerja sama temporer, harus dipikirkan dan dilakukan kerja sama berkesinambungan.

Tidak hanya PK tapi juga WKRI dan PMKRI sudah saatnya berani “keluar” dari diri sendiri, bersinergi dan bekerja sama dengan semua pihak baik sesama ormas berbasis keagamaan maupun dengan lembaga lain dan pemerintah.

Sumber: tribunmanado

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*