Login
or
Register

Pemuda Katolik Berkarya Memajukan Perbatasan

May 15, 2015

Pemuda Katolik Berkarya Memajukan Perbatasan

Sticky
0

1379988022-QsFaAKe

Tanjung Selor | E-TVBERITA.COM, KOMISARIAT Daerah Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara menggelar Musyawarah Komda I, 19-21 Maret 2015 di Tanjung Selor ibukota Propinsi Kalimantan Utara. Sebagai propinsi termuda yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Negara Bagian Sabah dan Serawak, Malaysia Timur, Pemuda Katolik dituntut untuk berkarya dan mengabdi dalam tugas pelayanan baik di tengah gereja maupun di tengah masyarakat.

Kehadiran Pemuda Katolik di perbatasan itu diharapkan dapat berkarya dalam memajukan daerah yang relatif baru dan sedang membangun infrastruktur dalam berbagai bidang sekaligus sebagai ujung tombak gereja dalam karya pelayanan khususnya di Keuskupan Tanjung Selor.

Romo Stephanus Sumardi, Pr yang mewakili Uskup Keuskupan Tanjung Selor saat memimpin Misa Pembukaan Muskomda I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Kamis (19/3/2015) di Gereja Katedral Santa Maria Assumpta, Keuskupan Tanjung Selor, mengajak Pemuda Katolik menyumbangkan segala upaya untuk memajukan Kalimantan Utara.

“Pemuda Katolik di Kalimantan Utara harus senantiasa berkarya dalam tugas pelayanan. Kita belajar dari Santo Yoseph, suami Maria yang tidak banyak bicara tapi mengambil bagian dari karya penebusan,” kata Romo Stephanus Sumardi, Pr.

Lebih lanjut, Romo Stephanus berpesan kepada Pemuda Katolik agar mengadikan diri dan selalu berkarya demi kebaikan baik di tengah gereja maupun di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Agustinus Tamo Mbapa mengajak seluruh pemuda untuk meningkatkan konsolidasi dan kebersamaan antar pemuda di Propinsi Kalimantan Utara. “Keragaman ini adalah keindahan yang diciptakan oleh Tuhan,” tegas Agustinus.

Menurut Gustaf, sapaan untuk Agustinus Tamo Mbapa, pemuda harus membangun kekuatan kaderisasi, apalagi Kalimantan Utara merupakan salah satu wilayah perbatasan. Karena itu, menurut Gustaf, Pemuda Katolik harus mampu melahirkan pemuda yang memiliki militansi dan responsif terhadap kebijakan-kebijakan publik. “Kader Pemuda Katolik harus meningkatkan kebersamaan antar sesama dan semua stakeholder yang ada,” kata Gustaf.

Gustaf juga berpesan agar pemuda mampu membangun kebersamaan dengan pemerintah daerah. “Kita harus kritik kepada Pemda apabila ada masalah dalam hal pelayanan publik tetapi jangan antipati terhadap pemerintah. Sebaliknya, bangun kebersamaan dan membuat kegiatan sosial yang mengarah pada upaya menumbuh-kembangkan semangat kebersamaan dan mencerahkan bagi kepentingan publik,” kata Gustaf.

Sebagai kader Pemuda Katolik, kata Gustaf, harus tercermin dalam kehidupan keseharian dengan perilaku bersih dan mengedepankan etika. “Hal itu menjadi ciri kader Pemuda Katolik,” tegas Gustaf.

Pemersatu Bangsa

Pejabat Gubernur Propinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Irianto Lambrie, MM mengharapkan Pemuda Katolik di Propinsi Kalimantan Utara (Kaltara) untuk dapat berperan sebagai perekat dan pemersatu bangsa, memelihara kerukunan dan kedamaian dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, khususnya di Kalimantan Utara melalui program kerjanya.

Hal itu disampaikan Pejabat Gubernur Propinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Irianto Lambrie, MM dalam sambutan tertulis dibacakan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Propinsi Kalimantan Utara, Sanusi pada acara Pembukaan Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Tanjung Selor, Jumat (20/3/2015).

Menurut Irianto Lambrie, Muskomda I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang mendukung pelaksanaan pemerintahan di Propinsi Kalimantan Utara.

Irianto juga mendukung tema yang diangkat pada Muskomda I Pemuda Katolik Kalimantan Utara yakni “Sinergisitas Potensi Pemuda Membangun Propinsi Kalimantan Utara” dengan subtema “Pemuda Katolik Tumbuh, Berkembang dan Melayani Sesama”.

“Saya kira merupakan tema yang tepat sekali dalam Muskomda I Pemuda Katolik ini. Ini merupakan ciri organisasi yang berakar dari pelayanan umat yang kuat untuk kesejahateraan,” tegas Irianto Lambrie.

Lebih lanjut, Irianto meminta Pemuda Katolik untuk menjadi pemuda dan generasi yang amanah. Bagus perilakunya, dan mampu menyesuaikan dengan kondisi kemajuan zaman.

“Kalau hal ini dapat dilakukan, saya kira akan menjadi hebat dan kuat, karena dipimpin oleh generasi-generasi yang amanah,” kata Irianto.

Keberadaan Pemuda Katolik di Propinsi Kalimantan Utara ini mendapat sambutan dari banyak kalangan, baik unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda Kalimantan Utara. Hal ini tercermin dari kehadiran sejumlah tokoh pada Pembukaan Muskomda I Kalimantan Utara, antara lain Pejabat Gubernur Propinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Irianto Lambrie, MM diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Propinsi Kalimantan Utara, Sanusi; Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Propinsi Kalimantan Utara, Alwan Saputra, pejabat pemerintah Propinsi Kalimantan Utara dan Kabupaten Bulungan, unsur TNI dan Polri. Selain itu hadir, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Agustinus Tamo Mbapa, Ketua Bidang Politik dan Kepemudaan Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Frederikus Lusti Tulis dan Wakil Sekjen Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Friederich Batari, Ketua Komda Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Cosmas Kajan serta Pengurus Komisariat Cabang (Komcab) Pemuda Katolik dari Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung dan Kota Tarakan.

Komisaris Daerah (Komda) Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Cosmas Kajan yang terpilih secara aklamasi pada Muskomda I Pemuda Katolik Kalimantan Utara, menyatakan komitmennya untuk terlibat dalam karya pelayanan untuk memajukan daerah. “Pemuda Katolik akan meningkatkan konsolidasi diantara seluruh potensi pemuda di Kalimantan Utara,” kata Cosmas Kajan, yang juga anggota DPRD Propinsi Kalimantan Utara ini.

 

Perkuat Basis

Dari Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Ketua Umum PP Pemuda Katolik Agustinus Tamo Mbapa melanjutkan kunjungan ke Jawa Timur. Kali ini, Gustaf menghadiri Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) Pemuda Katolik Jawa Timur, yang berlangsung di Kediri, 21-22 Maret 2015 dengan tema “Memperkuat Basis Pemuda Katolik”.

Gustaf menegaskan pentingnya untuk terus memperjuangkan nilai kejujuran. Gustaf juga mengajak para kader Pemuda Katolik untuk meneladani sikap dan perjuangan tokoh nasional seperti Pahlawan Nasional Ignatius Joseph Kasimo dan Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ.

Carateker Komda Pemuda Katolik Jawa Timur, Leonardus Dewa Made RS, menekankan pentingnya meningkatkan kemandirian organisasi di tengah kompleksitas persoalan bangsa.

“Kita perlu beradaptasi. Pemuda Katolik dengan basisnya di gereja perlu menjadi perhatian Pemuda Katolik. Apabila kita mandiri maka kita beradaptasi dengan situasi kemasyarakatan,” kata Leonardus.

Pastor Moderator Pemuda Katolik Jawa Timur, Romo Yoseph Eko Budi Susilo, Pr meminta Pemuda Katolik untuk meningkatkan pembinaan dan kaderisasi. “Kaderisasi mutlak dilaksanakan,” tegas Romo Yoseph.

Romo Yoseph juga mengharapkan Pemuda Katolik dan PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) sebagai organisasi kemasyarakatan dan organisasi kader untuk meningkatkan konsolidasi.(Laporan Friederich Batari)

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*