Login
or
Register

Berita Artikel

June 22, 2017

Komda Kalimantan Selatan Siap jadi Tuan Rumah KKM Regional Kalimantan

Komda Kalimantan Selatan bersama Mgr. Petrus Boddeng Timang (dok.PK)

Kalimantan Selatan – Sesuai dengan surat edaran internal yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat Pemuda Katolik untuk melaksanakan jenjang kaderisasi formal yang berlaku, hal ini langsung ditanggapi oleh setiap Komda dan Komcab begitu juga dengan Komda-Komda di Kalimantan, dari hasil diskusi internal para ketua komda maka menyepakati diadakannya Kursus Kepemimpinan Menengah (KKM) regional Kalimantan dimana Komda Kalsel dipilih menjadi tuan rumah dan peserta kegiatan tersebut merupakan kader-kader dari setiap komda di Kalimantan yang telah mengikuti dan lulus Kusus Kepemimpinan Dasar (KKD) di masing-masing Komda ataupun Komcab.

sejalan dengan itu, rabu (21/06) bertempat di sekretariat Keuskupan Banjarmasin Pengurus Daerah Pemuda Katolik Komda Kalsel mengadakan audiensi dengan Bapa Uskup Banjarmasin adapun hal-hal yang disampaikan pada pertemuan kali ini yaitu Penyerahan tembusan SK Kepengurusan Komda Kalsel dan juga melaporkan kegiatan Komda Selanjutnya serta sekaligus melaporkan kesiapan untuk menjadi tuan rumah dalam kegiataan KKM regional Kalimantan.

Dalam pemaparannya kepada uskup Ketua Komda Kalsel FX. Rudy menyampaikan beberapa program yang akan dilaksanakan Komda Kalsel diantaranya Mapenta di beberapa Komcab, dan KKD se – Kalimantan Selatan yang pelaksanaannya di –handle langsung oleh Komda Kalsel mengingat beberapa komcab di bawah Komda Kalsel yang baru terbentuk sehingga lebih efektif dan efisien untuk beberapa kegiatan dilaksanakan bersamaan selama kegiatan tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku di Pemuda Katolik.

menanggapi pemaparan yang disampaikan oleh Komda Kalsel Mgr. Petrus menyampaikan bahwa Audiensi ini sangat bagus dan saya sangat senang. “Menurut saya, apapun kegiatan Pemuda Katolik Komda Kalsel yang sifatnya mendidik kaum muda dan melibatkan banyak orang dan demi kepentingan masyarakat saya sangat mendukung” ucapnya.

“yang jelas kita sebagai tuan rumah akan memastikan bahwa KKM ini akan berjalan sesuai dengan aturan dan ketentuan. itu sebabnya kita di Komda Kalsel mengadakan MAPENTA dan KKD dulu, selain sebagi syarat KKM juga agar kader – kader kita merasakan kenikmatan berproses di Pemuda Katolik, jadi bukan karbitan” tegas Ketua Komda Kalsel yang juga bendahara Komisi HAK dan Kerawam Keuskupan Banjarmasin. (ast)

Sticky
0
June 17, 2017

Komcab Barito Kuala : Kita Hadir Untuk Membantu.

 

Komcab Barito Kuala (dok.PK)

Kalimantan Selatan –  Pengurus Cabang Pemuda Katolik Komcab Barito Kuala mengadakan aksi peduli sosial dengan menggelar pasar murah, kegiatan tersebut pun dilaksanakan dari tanggal 16 Juni 2017 sampai dengan 23 Juni 2017 yang bertempat di 2 (dua) lokasi yaitu Gedung Sekretariat Pemuda Katolik Komda Kalimantan Selatan dan di Handil Bakti tepatnya disalah satu rumah pengurus komcab Barito Kuala.

adapun sembako yang dijual yaitu gula pasir dengan harga Rp.12.000,-/Kg dan minyak goreng. Ketua Komcab Barito Kuala Agustinus koestandinata dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian komcab Barito Kuala kepada masyarakat, mengingat menjelang hari raya lebaran hampir semua sembako harganya melambung.

“meski kita komcab baru bukan berarti kita diam saja. Kita hadir untuk membantu masyarakat, minimal sedikit dari kita dapat meringankan beban mereka” tegas Agustinus yang juga merupakan sekretaris Pemuda Katolik Komda Kalimantan Selatan. (ast)

 

Sticky
0
June 12, 2017

Pastor Pramodo Jadi Timsel Bawaslu

Pastor Pramodo bersama PP Pemuda Katolik (dok.PK)

PANGKALPINANG –Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia telah menetapkan lima orang anggota tim seleksi (Timsel) untuk rekrutmen anggota Bawaslu Babel masa jabatan 2017-2022.  Lima nama yang ditetapkan menjadi timsel ialah Prof Dr Hatamar (akademisi), Dr Soleha, MA (akademisi), Agustinus Dwi Pramodo (tokoh masyarakat), Arkaa Ahmad Agin, M.Si  (akademisi), dan Hasan Rumata (tokoh masyarakat).

Kelima orang ini ditunjuk langsung oleh Bawaslu RI berdasarkan rekomendasi dari berbagai organisasi masyarakat, perguruan tinggi, dan rekomendasi dari Timsel yang lalu.

Pastor Pramodo yang sekarang menjabat sebagai ketua komisi Hubungan Antar Kepercayaan Keuskupan Pangkalpinang dan Sekretaris FKUB Provinsi Babel mengakui bahwa sudah mendapatkan pemberitahuan tentang keanggotaannya sebagai timsel.

“Kita sudah mendapat pemberitahuan. Bebeberapa tahapan kita penuhi dan lewati. Pemberitahuan resmi akan disampaikan pada saat pembekalan,” jelas Pastor Pramodo yang sekaran menjabat sebagai anggota dewan konsultares uskup Pangkalpinang.

Pastor Pramodo, Alumni TAPLAI LEMHANAS RI Tahun 2017 menegaskan bahwa dirinya siap menjalankan amanah sebagai timsel secara profesional.

“Saya siap menjalankan amanah secara profesional,” tegas Pastor Pramodo.

Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja menjelaskan pemilihan timsel berdasarkan  beberapa tahapan dan rekomendasi berbagai pihak.

“Kami mendapatkan rekomendasi dari timsel yang kemarnain lima tahun lalu, background pendidikan, visi misi bawaslu RI 2017-2022, jaringan ormas seperi NU dan Muhamadiyah,” kata Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja, Senin (5/6).

Ia mengatakan penunjukkan timsel tidak dilakukan secara terbuka. Namun, hal ini tentunya dilakukan dengan objektif dan indepedent.

Dikatakannya, penentuan timsel ini memang tidak dilakukan uji, namun pertimbangan lain ialah background pendidikan, pihaknya memang mengutamakan yang memiliki kemampuan dalam bidang hukum.

“Mereka ini sudah terseleksi dengan sendirinya, dan memang masternya, tidak terlibat parpol, waktu 1 bulan kita cari tau sebelum menentukan orangnya,” katanya.

Sumber : Bangkapos edisi 7 Juni 2017

Sticky
0
June 04, 2017

Tiga Hal Penting Yang Harus Dilakukan Pemuda Katolik

Rapat Pengurus Pusat Bidang Kaderisasi (dok.Pk)

Jakarta – bertempat di rumah dinas DPR RI Kalibata, Jakarta Timur. Sabtu (03/06) Pengurus Pusat Pemuda Katolik bersama dengan panitia SC Rapimnas II menggelar rapat terbatas. Adapaun agenda rapat ini untuk memantapkan rencana Rapimnas II Pemuda Katolik di Denpasar Bali yang akan digelar pertengahan oktober mendatang selain itu juga rapat ini bertujuan untuk menyusun agenda pelaksanaan Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL). Ketua Lembaga Pendampingan Kader sdr. Kikin Tarigan menyampaikan terdapat 3 (Tiga) hal penting yang dilakukan setiap level kepengurusan dalam situasi sekarang yaitu: pertama Kaderisasi, kedua kaderisasi, ketiga kaderisasi.

Ketiga hal di atas adalah mandat utama yang diberikan organisasi untuk menunjukkan tingkat keberhasilan suatu kepengurusan. Ketiga hal ditersebut adalah yg primer, sekunder dan tersier dari sebuah aktifitas organisasi. “Selebihnya akan mengikuti di depan kemudian.” Ucap mantan Ketua Komda Aceh tersebut.

Turut hadir dalam rapat bidang kaderisasi PP Pemuda Katolik tersebut, Sekjend PP Pemuda Katolik Christopher Nugroho, Ketua Bid. Organisasi Stefanus Asat Gusma, Ketua Bidang Kaderisasi Frans Sinaga, Ketua Bidang Polhukam Ferdi Tulis, Ketua Bidang Pembangunan Desa dan Perbatasan yang juga Ketua SC Rapimnas Yurist Oloan, dan Wasekjend Bidang Hubungan & Kerjasama Luar Negeri yang juga sekretaris SC Rapimnas Alfons B Say. (ast)

Sticky
0
May 31, 2017

Bupati Ende buka Mapenta dan Muskomcab Pemuda Katolik

Foto Bersama Komcab Ende, Komda NTT, PP Pemuda Katolik, dan Bupati Ende (dok.Pk)

Ende,NTT – Organisasi Pemuda Katolik terus melakukan konsolidasi pembentukan Komisariat Cabang tingkat kabupaten yang ada di Nusa Tenggara Timur. Setelah beberapa kabupaten yang sudah dibentuk  kepengurusannya, Kini Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Ende menggelar Masa Penerimaan Anggota(MAPENTA) dan Musyawarah Komisariat Cabang(MUSKOMCAB). Kegiatan  ini juga diikuti dua kabupaten seperti Pemuda Katolik Komisariat Kabupaten Nagekeo dan Pemuda Katolik kabupaten Ngada.

Acara yang berlasung pada selasa (30/05) langsung dibuka oleh Bupati Ende, Marsel Petu di Aula Loka Latihan Kerja, Kecamatan Ende Tengah Kabupaten Ende dan disaksikan oleh Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Kikin Tarigan, Ketua Komda NTT Ronal Da Gomez, Sekretaris Komda NTT Rahel Cicilia, Romo Dominikus Nong, Ketua Panita Agustinus Rahe, serta seluruh kader Pemuda Katolik di Kabupaten Ende.

Dalam sambutan, Bupati Ende Marsel Petu mengatakan jadilah Pemuda Katolik yang menjaga kadar religius dalam bingkai nasionalisme. Organisasi Pemuda Katolik harus terus menjaga budaya dan menjadi tradisi kita karena di era globalisasi  banyak budaya kita ditanam oleh leluhur kini mulai pudar seperti saling menghargai, saling menghormati, dan tolong menolong sesama akibat dari dampak globalisasi.

Selanjutnya, Bupati Ende yang juga merupakan kader Pemuda Katolik tahun 1996 waktu itu mengatakan bahwa sebagai kader Pemuda Katolik dirinya mengucapkan banyak terimakasih kepada organisasi Pemuda Katolik karena telah mendidik dan membina selama bergabung dalam organisasi tersebut dan sekarang dirinya bisa menjadi pemimpin orang nomor satu di Kabupaten Ende ini.Semuanya bisa terpenuhi kalau kita sebagai kader Pemuda Katolik harus  sungguh mengikuti proses yang sudah ada dalam organisasi Pemuda Katolik itu.

“Saya ucapakan banyak terimakasih kepada organisasi Pemuda Katolik yang telah memberikan modal dan spirit selama saya dibina dalam wadah ini,sehingga sekarang saya bisa nikmat menjadi pemimpin seperti menjadi anggota DPRD ende dan sekarang menjabat sebagai Bupati Ende ” tandasnya.

Diakhir sambutannya Bupati yang juga Ketua DPD II partai Golkar Kabupaten Ende ini berpesan agar semua peserta harus sungguh-sungguh mengikuti proses masa pendidikan anggota dan musyawarah cabang Pemuda Katolik sehingga kedepan kalian akan menjadi emas yang bisa ditempat dimana saja karena sudah terlatih dalam organisasi ini.

Sementara itu, Pengurus Pusat Pemuda Katolik Kikin Tarigan meminta untuk kepengurusan nantinya agar segera membentuk kepengurusan Pemuda Katolik sampai tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa agar organisasi ini bisa mengakar sampai tingkat bawah. Selain itu juga, ia meminta kepada pemda Kabupaten Ende untuk bisa membantu organisasi Pemuda Katolik dalam segala hal. Tentunya dalam perjalanan organisasi ini ada sikap kritis terhadap pemerintah ,tapi itu sebuah dinamika dan perjuangan dalam sebuah organisasi.

Sementara Ketua Komda NTT Pemuda Katolik, Ronal da Gomez mengatakan stuktur kepengurusan organisasi Pemuda Katolik sudah terbentuk 12 Komisariat cabang tingkat kabupaten dan sisa akan terus kita lakukan konsolidasi pembentukan organisasi Pemuda Katolik yang ada di Kabupaten ini sehingga dalam waktu dekat ini semua kepengurusan Pemuda Katolik Komisariat cabang kabupaten sudah terbentuk semua di NTT.

Selain itu, Ronal da Gomez Mengajak organisasi Pemuda Katolik dan semua komponen masyarakat untuk bersatu melakukan pencegahan dan melawan radikalisme dan terorisme. Jangan ada toleransi terhadap setiap gerakan yang anti-Pancasila dan ingin memecahkan Negara Kesatuan Rebublik Indonesia (NKRI)

Saya minta kepada semua organisasi kepemudaan di tanah air  terutama yang ada di kabupaten Ende untuk senantiasa tanggap dan bekerja sama dalam menyikapi situasi keamanan negara yang terancam. Ayo kita semua organisasi kepemudaan untuk satukan kekuatan dan soliditas generasi muda akan terus berkontribusi pada kemajuan, keamanan dan masa depan bangsa Indonesia ini”Teganya Mantan Ketua PMKRI Jakarta Selatan ini.

Diakhir sambutannya, Ketua Komda NTT  ini berpesan kepada semua kader Pemuda Katolik selamat mengikuti proses MAPENTA dan MUSKOMCAB Pemuda Katolik bagi kabupaten Ende, Nagekeo dan Ngada. Jadilah kader Pemuda Katolik yang menjadi garda terdepan membela bangsa dan gereja karena kita Pemuda Katolik adalah 100 persen Katolik dan 100 persen Katolik.

Kontributor : Angga Macan
Editor           : Asta Sembiring
Sticky
0
May 29, 2017

Ronald da Gomez ajak organisasi Kepemudaan lawan radikalisme

Ketua Caretaker Pemuda Katolik Komda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ende,NTT – Ketua Caretaker Komisariat Daerah (KOMDA) Pemuda Katolik Nusa Tenggara Timut (NTT), Ronald da Gomez mengajak seluruh organisasi kepemudaan untuk bergerak bersama melawan gerakan radikalisme. Ada berbagai kegiatan yang dilakukan oleh gerakan radikalisme yang sekarang menjadi perhatian kita semua seperti, Gerakan intoleren, anti Pancasila dan sampai pengeboman di Kampung Melayu-Jakarta yang menewaskan warga sipil dan aparat keamanan. Semua menjadi perhatian publik secara nasional, berangkat dari kejadian yang terus sambung – menyambung ini membuat ada kekhawatiran dari Organisasi Pemuda Katolik terkait disintegrasi bangsa. ditambah lagi adanya ancaman pergantian ideologi bangsa tentu semua menjadi kekhawatiran diseluruh Indonesia.

Sehingga dengan berbagai persoalan diatas, Ronal da Gomez mengatakan penting pula bagi organisasi-organisasi kepemudaan untuk bergerak bersama melawan orang-orang yang ingin menghacurkan NKRI.
“Saatnya sekarang semua organisasi kepemudaan untuk bergerak bersama-sama dalam  membantu aparat keamanan dalam memberikan penyadaran-penyadaran kepada masyarakat agar melawan gerakan radikalisme sehingga masyarakat kita bisa hidup rukun dan tidak terjebak dengan doktrin-doktrin orang yang ingin merusak tatanan keberagaman kita ini” Tegasnya

Pernyata tersebut disampaikan pada saat memberikan sambutan pada acara MAPENTA dan MUSKOMCAB Pemuda Katolik, minggu (28/05) di Aula Loka Latihan Kerja, Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende.
Ia juga meminta kepada  organisasi Pemuda Katolik yang ada di NTT dalam bulan Ramadan ini agar begerak bersama dengan organisasi kepemudaan seperti KNPI,GP Ansor,PMKRI,GMKI,PMII,GMNI dan lain-lain untuk turun kebasis-basis muslim untuk bersama melakukan kegiatan bersama karena mereka adalah saudara kita.

Putra Asli Maumere ini menambahkan, Nusa Tenggara Timur adalah mayoritas penduduknya beragama katolik tetapi mayoritas yang tertidur panjang, mayoritas yang berada dalam zona nyaman dan merasa baik-baik saja. Dalam media sosial ada banyak orang mengatakan bahwa NTT adalah Bumi Toleransi yang begitu tinggi. muncul dari setiap pikiran orang muda dan muncul dari setiap masyarakat bahwa NTT bumi toleransi. Situasi nasional kali ini, sudah ada ancaman-ancaman disintegrasi, ancaman terhadap kebhinekaan kita yang seharusnya Pemuda Katolik sebagai garda terdepan gereja menjawab tantangan itu.

“Pancasila  lahir  di NTT tepatnya di Kabupaten Ende ini, kita sebagai orang muda harus terus menggelorakan semangat Pancasila  sebagai Ideologi bangsa, kita harus teriakan dimana-mana bahwa negara kita adalah negara Pancasila ,Kita harus lawan dengan gerakan-gerakan radikalisme” tegasnya.

Ketua Komda NTT ini juga menambahkan bahwa strukur kepengurusan Pemuda Katolik Komisariat Cabang di NTT sudah terbentuk 12 Kabupaten/kota dan dalam waktu dekat kita juga akan membentuk beberapa kabupaten/kota yang belum dibentuk Pemuda Katolik.
“Selamat berproses mengikuti Masa Penerimaan Anggota (MAPENTA) dan Musyawarah Komisariat Cabang Pemuda Katolik khsusunya Kabupaten Ende, Negekeo, dan Ngada. Selamat buat semua kader-kader Pemuda Katolik” pangkasnya. (ast)

Sticky
0
May 28, 2017

Pemuda Katolik Komcab Sikka Mengapresiasi Kepimpinan ANSAR


SIKKA,NTT – Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Sikka, Andy Pio mengapresiasi kepemimpinan bupati Sikka Drs Yoseph Ansar Rera dan Wakil bupati Sikka, Drs Poulus Nong Susar  yang biasa disandi ANSAR karena dalam kepemimpiman mereka  telah banyak memberikan perubahan dalam segala bidang  di Kabupaten Sikka.Demikian disampaikannya, dalam memberikan sambutan pada acara pelantikan pengurus Pemuda Katolik komisariat cabang Sikka,Sabtu(27/05),Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.

Menurutnya dibawah kemimpinan ANSAR ini, tingkat kepuasan masyarakat mencapai 72 persen yang dikaji oleh tim akademis Universitas Nusa Nipa Maumere. Disamping itu dari 22 Kabupaten/kota di Provinsi NTT ada empat kabupaten yang keluar dari lingkaran daerah miskin menjadi daerah maju yaitu kabupaten Sikka.

Selain itu, ungkap Andy Pio bahwa wajah kota Maumere kelihatan hidup dan ini menunjukan tata kota Maumere sudah mengalami kemajuan yang signifikan dan jumlah kunjungan wisatawan yang terus meningkat dan masih banyak lagi yang telah mengalami kemajuan.Tentu dalam perjalanan pemerintah terus berbenah dan ini menjadi tanggung jawab kita semua baik dari pemerintah, DPRD, swasta serta orang muda harus bersama-sama karena menjadi tanggung jawab kita semua.

“Kita harus kata jujur dibawah kepemimpinan ANSAR ini ada perubahan  diKabupaten Sikka dan ada perlu dilanjutkan dan dibenahi”tegas ketua Komcab Sikka ini.

Ia juga menambahkan kita sebagai orang muda generasi penerus bangsa tidak mengenal kita berasal dari mana kita harus bersatu melawan gerakan terorisme, radikalisme dan intoleransi yang ingin memecah belah bangsa ini. Spirit nasionalisme harus diinternalisasi kepada setiap pemuda agar bangsa ini semakin kuat tidak muda digoyahkan.

Menyikapi aksi teror yang terjadi di kampung Melayu, Ketua Pemuda Katolik Komcab Sikka,Pemuda Katolik mengencam dengan keras pelaku aksi teror tersebut dan kami meminta pihak TNI dan POLRI harus berani menangkap siapa dalang aksi teror ini.Pemuda Katolik hadir untuk membentuk otak, watak dan iman generasi emas Indonesia untuk kembali beriktiar dalam satu bangsa,satu tanah air dan satu bahasa dalam persatuan.

Diakhir sambutannya Andy Pio menyampaikan, penghormatan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh kader Pemuda Katolik Komisariat cabang kabupaten Sikka yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk menahkodai kapal Pemuda Katolik selama 3 tahun kedepan.kepercayaan yang diberikan adalah amanah yang harus diemban untuk melaksanakan kerja-kerja organisasi kedepan.Semua kader Pemuda Katolik Sikka, hendaklah kita menjadi akar yang dapat menembus tanah, mencari air bagi pohon,Dengan begitu Pemuda Katolik telah melaksanakan karya perutusan kerasulan Awan yang bermanfaat bagi orang lain. Menjadi akar memang membuat kita tidak terkenal, yang dikenal hanyalah pohon dan buahnya. Tetapi itulah tanggung jawab kita, untuk bermakna dan berdampak bagi banyak orang.

Kontributor : Angga Macan
Editor           : Asta Sembiring

Sticky
0
May 28, 2017

Pengurus Pemuda Katolik Cabang Sikka Resmi Dilantik

Kepengurusan Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Sikka (dok.PK)

Sikka,NTT – Bertempat di Aula FKUB, Kabupaten Sikka kepengurusan Pemuda Katolik Cabang Kabupaten Sikka resmi dilantik, Sabtu(27/05). Hadir di acara tersebut, Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera, Wakapolres Sikka Muhamad Saleh, Danramil Alok Surikan, Ketua KNPI Kab.Sikka Yanto Kliwon,Ketua HIPMI Kab.Sikka Yuston Karwayu, Ketua ISKA Kab. Sikka Chesar bhara bheri, Pembina Pemuda Katolik Kab. Sikka Stef Sumandi, serta Ketua Komda Pemuda Katolik NTT Ronald Da Gomez beserta jajarannya.

Pada acara seremonial tersebut Ketua Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Sikka sdr.Andy Pio menyampaikan, penghormatan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh kader Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Sikka yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk menahkodai Pemuda Katolik sampai 3 (tiga) tahun kedepan. kepercayaan yang diberikan adalah amanah yang harus diemban untuk melaksanakan kerja-kerja organisasi kedepan.

“saya yakin, bahwa kepengurusan yang baru dilantik, tidak sekedar mempunyai kualitas dan kuantintas yang memadai tetapi juga mempunyai kerasulan awam, oleh karena itu saya mengajak kepada seluruh kader Pemuda Katolik Sikka, hendaklah kita mendayung ketempat yang lebih dalam, menjalin lilin dan obor bersumbu panjang dalam menerangi kegelapan dan berani mengambil jalan yang belum dibuka, sehingga kita dapat meninggalkan jejak yang baik disana “Tegas Ketua Kmcab Kab.Sikka ini.

Dalam kepengurusannya ini Andy Pio menegaskan bahwa akan membentuk Komisariat Anak Cabang dan Komisariat Ranting sebagai basis dan ujung tombak organisasi di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan, serta memfasilitasi beasiswa bagi pelajar maupun mahasiswa yang berprestasi dan siswa kurang mampu dari tingkat SD, SMP, dan SMK. dan juga pengembangan kewirausahan,koperasi, dan mendirikan lembaga pengkajian kebijakan publik bagi kader-kader pemuda katolik.

Diakhir sambutannya Andi Pio menyampaikan kepada semua kader Komcab Kab. Sikka, hendaklah kita menjadi akar yang dapat menembus tanah dan mencari air bagi pohon. Dengan begitu Pemuda Katolik telah melaksanakan karya perutusan kerasulan awan yang bermanfaat bagi orang lain. Menjadi akar memang membuat kita tidak terkenal, yang dikenal hanyalah pohon dan buahnya, tetapi itulah tanggung jawab kita untuk bermakna dan berdampak bagi banyak orang.

Sementara itu, Ketua Komda NTT, Ronald da Gomez mengharapkan Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Sikka yang baru saja dilantik ini ke depannya harus segera melakukan kaderisasi dan melaksanakan masa penerimaan anggota (Mapenta) agar dapat melahirkan kader-kader yang baru untuk melanjutkan roda organisasi ini ke depan.

Sementara itu, Bupati Sikka Drs Yosep Ansar Rera mengatakan ada banyak peluang yang bisa diambil oleh Pemuda Katolik untuk mengabdi kepada bangsa dan gereja dengan memberdayakan masyarakat dengan cara pencerahan, pendampingan dan pembinaan masyarakat secara langsung dan selamat buat pengurus Pemuda Katolik yang baru dilantik, selamat menjalankan tugas yang sudah diemban. Kami sebagai pemerintah mendukung penuh kegiatan Pemuda Katolikdi Kabupaten Sikka.
“di tempat ini, saya meminta Pemuda Katolik untuk bersama-sama dengan pemerintah untuk menjalin kerjasama, selamat buat kepengurusan Pemuda Katolik, selamat bekerja” Tandas Bupati Sikka. (ast)

Sticky
0
May 13, 2017

PEMUDA KATOLIK KOMCAB SIKKA GELAR DIALOG KEBANGSAAN

Peserta Dialog Kebangsaan Komcab Sikka (dok.PK)

Sikka,NTT – Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Sikka menggelar dialog kebangsaan dengan tema “Silent Majority Melawan Gerakan Intoleransi dan Disintegrasi Bangsa” pada jumat (12/05) pukul 18.00 Wita di Pusat Jajanan dan Cinderamata Maumere, Kabupaten Sikka – NTT. Kegiatan dialog yang bernama KPK (Kulababong Pemuda Katolik)  ini di pandu langsung oleh Moderator Yos Bajo.

Dalam dialog kebangsaan ini Dr.Geri Gobang yang mewakili akademisi mengatakan bahwa bangsa Indonesia sekarang sedang dihadapkan dengan ideologi transnasional. Ideologi ini sedang menyusup dan sekarang telah menjadi terang benderang karena kendaraan yang digunakan sekelompok orang adalah agama.cIdeologi transnasional ini disusupkan lewat jalur-jalur formal dan negara seolah-olah dalam tanda kutip menonton atau diam dengan ideologi transnasional tersebut.

Ideologi transnasional ini sudah mulai masuk dikampus dan melakukan kegiatannya. Mereka menyusup masuk lewat kelompok-kelompok muda ini.Yang mereka susupkan adalah ideologi-ideolagi radikalisme yang berbasis agama pada kelompok muda ini. “Proses politik di DKI Jakarta itu merupakan puncak gunung es yang sangat kelihatan sekali.” Tandasnya

Dosen Unipa ini menuturkan bahwa hari ini seluruh masyarakat Silent Majority tidak mau berdiam lagi karena sudah lama mereka berdiam sehingga ada gerakan-gerakan yang mulai muncul. Kita lihat sekarang kota-kota di Indonesia melakukan suatu simbolisasi dengan menyalankan lilin sebagai bentuk kesadaran agar dapat menggugah hati banyak orang untuk agar kembali ke konsesus nasional kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam keberagaman .

Ia menambahkan Ideologi transnasional ini merupakan paham-paham radikalisme dimana mereka ingin membangun negara Indonesia menjadi negara Islam sehingga negara tidak boleh diam dengan ideolagi transnasional ini .

“Negara tidak boleh membiarkan ormas-ormas radikalisme yang ingi memecah belah bangsa ini ,Negara harus segera memberantas ormas radikalisme tersebut” tegasnya.

Jhon Balla dari LSM dalam dialog ini mengatakan dimana perbedaan itu sesuatu yang ada oleh karena itu, atas perbedaan itu kita diwajibkan untuk bertoleransi. Kalau kita tidak bertoleransi maka kemudian akan muncul intoleransi yang dapat memperngaruhi yang lain sehingga melahirkan paham radikalisme.Kita semua yang ada memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama kita melawan gerakan-gerakan radikalisme

“Negara harus tegas dan netral dalam hal ini TNI dan POLRI harus memberantas gerakan radikalisme yang menolak Pancasila, Kalau negara tidak tegas maka kita terpecah belah dan tidak intoleren” Pangkasnya.

Sementara itu, Ketua KNPI Kabupaten Sikka Yanto Kliwon mengatakan fenomena yang terjadi akhir-akhir ini belum final karena kita berbicara tentang Indonesia, Nasionalisme, Imajinasi kebangsaaan tetapi kita warga Indonesia masih terkotak-kotak dan memandang orang lain masih berbeda-beda. Fakta yang terjadi adalah kondisi hari ini banyak masyarakat yang tidak Intoleren.

“Ketika kita orang tua ini tidak bisa menerima perbedaan ,tidak bisa toleran kita sebagai orang tua untuk tidak mengwariskan ke anak cucu kita.Kita harus ada keberanian moril untuk memutuskan mata rantai keterbelahan etnis, agama, dan suku “Tegasnya

Camat Kangae ini juga meminta Kita harus terus menciptakan ruang-ruang perjumpaan ini maka negara harus hadir untuk menciptakan ruangan ini dengan melakukan diskusi-diskusi ini agar tidak terjadi seperti sekarang ini.

Dalam dialog Kebangsaan ini juga dihadiri oleh Kepala Kesbangpol Kabupaten Sikka Thomas Ola Peka, Wakapolres Sikka Muhamad Saleh, Danramil Alok Kapten INF Surikan, Ketua Fraksi NasDem Silferius Angi, Camat Alok Fitrinita, Ketua Pemuda Pancasila Yosep Nong Soni, Ketua PMKRI Cabang Maumere Ama Laga, GP Ansor Edi Kurniawan dan Mantan Bupati Sikka Alexander Longginus serta Ketua Pemuda Katolik Kabupaten Sikka Andi Pio.

Kontributor : Angga Macan
Editor           : Asta Sembiring
Sticky
0
May 10, 2017

Pernyataan Sikap Pemuda Katolik Beserta Ormas Katolik terkait Maraknya Intoleransi

Ketua Umum Pemuda Katolik

JAKARTA-Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Katolik yakniPimpinan Pusat Pemuda Katolik (PP Pemuda Katolik), Presidium Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PP PMKRI), Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (PP ISKA), Dewan Pimpinan Pusat Wanita Katolik Republik Indonesia (DPP WKRI) dan Sekretariat Nasonal Forum Masyarakat Katolik Indonesia (Seknas FMKI) menyampaikan seruan dan dukungan menjaga Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa.

Surat pernyaan sikap ini ditandatangani  Ketua Presidium PP PMKRI Angelo Wake Kako dan Bernadus Tri Utomo (Sekretaris Jenderal) , Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Karolin M. Natasa dan Christoper Nugroho (Sekretaris Jenderal), Ketua Presidium PP ISKA, Hargo Mandiraharjo dan Benny Sabdo (Sekretaris Jenderal), Ketua Presidium DPP WKRI, Justina Rostiawati dan E. Sri Hari Lestari (Sekretaris Jenderal) serta Sekretaris Nasional FMKI, Veronica Wiwiek S.

Dalam salah satu point pernyataan sikapnya, Ormas Katolik ini mendukung penuh pemerintah untuk mengambil tindakan tepat dan cepat pada semua ormas maupun kelompok apapun latar belakangnya (Suku, agama dan ras) di seluruh Indonesia yang secara nyata merongrong tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dari Sabang hingga Merauke.

Dijelaskan, para pahlawan dan pendiri bangsa ini telah mengorbankan jiwa dan raganya membangun pondasi kebangsaan hidup bersama dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama telah berjuang dan meletakkan dasar yang kuat dengan didasari toleransi dan kebesaran hati untuk mengakui eksistensi semua anak bangsa tanpa terkecuali.

Perjalanan bersama sebagai NKRI telah kita lalui dengan suka dan duka, serta melalui perjalanan sejarah yang gemilang namun juga tidak dipungkiri ada masa kelam juga yang dilalui bangsa ini. Hendaknya kita belajar secara arif bijaksana dari sejarah perjalanan bangsa ini.

Menyikapi kondisi saat ini dengan maraknya intoleransi yang membahayakan Kebhinekaan NKRI yang berasaskan Pancasila.

Maka kami para pimpinan Ormas Katolik dengan ini menyatakan :

  1. NKRI yang berasaskan Pancasila, bersemangatkan Bhinneka Tunggal Ika dan Undang Undang Dasar 1945 adalah konsensus final para pendiri bangsa. Segala upaya yang dilakukan untuk merubah konsensus tersebut sama juga dimaknai secara nyata sebagai upaya membubarkan NKRI.
  2. Kami para penerus perjuangan pendiri bangsa Indonesia yang didalamnya juga terdapat peran serta para pendiri ormas ormas Katolik berkomitmen mempertahankan tetap tegaknya NKRI. Kami tidak akan membiarkan segala bentuk upaya yang akan merongrong kedaulatan apalagi membubarkan NKRI.
  3. Mendukung penuh pemerintah untuk mengambil tindakan tepat dan cepat pada semua ormas maupun kelompok apapun latar belakangnya (Suku, agama dan ras) di seluruh Indonesia yang secara nyata merongrong tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dari Sabang hingga Merauke.

sumber : Beritamoneter.com

Sticky
0