Login
or
Register

Author Archives Asta Ivo Bonny

About Asta Ivo Bonny

Pengurus Pusat Pemuda Katolik Departemen Komunikasi dan Informatika.
astaivo91@gmail.com

April 21, 2016

Pemuda Katolik Laksanakan Rapat Kerja Nasional di Desa Pedalaman

 

Pemuda Katolik Laksanakan Rapat Kerja Nasional di Desa Pedalaman

Rakernas Pemuda Katolik (PK) berlangsung di Nanga Bulik, Ibu Kota Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah, tanggal 19-22 April 2016. Tampak (Kiri ke kanan): Sekjen PK Christoper Nugroho, Komda PK Kaltim Syadikin, penasihat PK Drs Frans Tular SH, istri Bupati Lamandau Ir Marukan Hendrik, dan Ny Maria Neva Merliana (kedua dari kanan) dok.Sadikin

Lamandau – Organisasi kemasyarakatan pemuda Pemuda Katolik meyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah. Acara berlangsung selama empat hari, tanggal 19-22 April 2016.

Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, dr Karolin Margret Natasa pelaksanaan Rakernas Pemuda Katolik yang digelar di desa dimaksudkan untuk mendorong kesadaran para kader Pemuda Katolik untuk melihat langsung situasi sosial masyarakat desa termasuk pembangunan di desa.

“Desa harus menjadi prioritas pembangunan karena desa sebagai benteng Pancasila,” kata Karolin dikutip www.TribunKaltim.co dari situs Pemuda Katolik.

Pemuda Katolik juga mengajak seluruh komponen bangsa agar mendorong program pemberdayaan masyarakat desa. Rakernas bertema “Menghadirkan Peran Pemuda yang Terampil di Tengah Umat dan Masyarakat Berbasis Desa Berdasarkan Pancasila.” Rakernas membahas program organisasi yang dimandatkan Kongres Nasional di Batam, Kepulauan Riau tahun 2015.Rakernas diisi kegiatan antara lain seminar dan sosialisasi empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Kegiatan lainnya berupa kunjungan ke desa dan bakti sosial seperti pengobatan gratis.

“Menghadirkan Peran Pemuda Yang Terampil di Tengah Umat dan Masyarakat Berbasis Desa Berdasarkan Pancasila” Rakernas diawali kegiatan misa pembukaan Rakernas sekaligus perayaan Paskah bersama umat Kabupaten Lamandau, Selasa (19/4/2016) pukul 17.00–21.00 WIB. Misa Pembukaan akan dipimpin Uskup Palangkaraya Mgr Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka MSF berlangsung di Gedung Pertemuan Umum Lantang Torang, Nanga Bulik, Lamandau.

Kemudian pada Rabu (20/4/2016), diadakan seminar bertema Spiritualitas Kader Pemuda Katolik menampilkan tiga pembicara. Mereka adalah Pastor Moderator PP Pemuda Katolik Pastor Johanes N Hariyanto SJ, Bupati Lamandau Marukan Hendrik, Ketua Umum PP Pemuda Katolik/Anggota DPR RI dr Karolin Margret Natasa.

Pada seminar itu, Bupati Lamandau Marukan Hendrik selaku tokoh Katolik Kalimantan Tengah mengatakan Katolik banyak memiliki keunggulan, maka semestinya umat bangga menjadi orang Katolik.

“Kalau sudah mengetahui keunggulan-keunggulan Katolik, mestinya kita harus bangga menjadi orang Katolik. Kebanggan itu menjadikan kita Katolik sejati yang beriman teguh kepada tritunggal maha kudus roh kudus seturut ajaran gereja Katolik sepanjang hayat,” kataLamandau.

Untuk menjadi Katolik sejati, yakin bahwa Allah itu ada, percaya dan taat kepada Allah, pastikan telah dipegang Allah, serta mengasihi Allah dengan sekuta tenaga dan segenap akal budi.

Hal tersebut bermanfat agar mendapat berkah dalam hidup, dan mendapatkan keselamatan disurga. “Menjadi Katolik sejati itu untuk Katolik tetap eksis, bisa berkembang, bisa dikenal, bisa dihargai dan menjadi jaya,” kata Marukan.

Masih pada hari kedua, dilaksanakan juga prosesi adat penyambutan tamu dan protokoler pembukaan Rakernas.

Seminar kedua mengangkat tema Menghadirkan Peran Pemuda Yang Terampil di Tengah Umat dan Masyarakat Berbasis Desa Berdasarkan Pancasila. Seminar kedua menghadirkan Dirjen PKP – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi selaku keynote speaker. Kemudian narasumbernya adalah Pendiri Yayasan Bina Swadaya Bambang Ismawan, Asosiasi Dosen Ilmu Pemerintahan Indonesia (ADIPSI) Gregorius Sahdan, Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng, Direktur Credit Uunion Keling Kumang Kalimantan Barat Yohanes RJ.

Hari ketiga, Kamis (21/4/2016) dari pukul 08.00-21.00 Wib, dilaksanakan sidang pleno dan sidang komisi. Dan pada hari terakhir, Jumat (22/4/2016), peserta Rakernas berkunjung ke desa dan bakti sosial pengobatan gratis.

Kabupaten Lamandau adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Tengah. Ibu kotanya terletak di Nanga Bulik. Lamandau adalah salah satu kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dan satunya lagi Kabupaten Sukamara. (*)

Sumber : tribunnews.com

Sticky
0
April 21, 2016

Pemuda Katolik 100% untuk Katolik, 100% untuk Indonesia

DSC00994

Ketua Umum Pemuda Katolik, Karolin Margret Natasa. Dok Pemuda Katolik

Lamandau, Nanga Bulik – Pemuda Katolik terjun langsung ke tengah masyarakat, bukan hanya untuk umat, tapi 100% untuk Katolik dan 100% untuk Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pemuda Katolik, dr Karolin Margret Natasa pada saat ramah tamah dengan Bupati Kabupaten Lamandau, Ir Marukan, M.A.P di ruang kerja bupati setempat, Selasa (19/4/16).

Selain Bupati Marukan, acara ramah tamah dihadiri juga oleh Ketua DPRD Tommy H Ibrahim, Sekda Drs Arifin Lumbing, M.A.P, Ketua Panitia Rakernas Pemuda Katolik, Marinus Apau, S.Pd, M.Si, Ketua Komda Pemuda Katolik Kalteng DR Setevanus, jajaran pengurus Pemuda Katolik pusat dan Komcab Pemuda Katolik se-Kalteng.

Karolin yang juga anggota DPR RI Dapil Kalbar ini menekankan untuk menghadirkan Pemuda Katolik di tengah masyarakat. Rapat Kerja Nasional Pemuda Katolik yang diselenggarakan di Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah 19-22 April 2016  menganagkat tema “Menghadirkan peran pemda yang terampil berpihak kepadadesa sebagai basis pembangunan RI dan mengamalkan nilai nilai Pancasila”.

Pemuda Katolik di programnya bukan hanya melakukan pendampingan bagi umat Katolik atau di seputaran ibadat, tapi harus ikut andil untuk mensejahterakan semua masyarakat tanpa memandang agama dan suku.

“Pemuda Katolik harus hadir hadir di tengah-tengah desa sebagai pendamping dan pengawas untuk kemajuan desa terkait program maupun lainnya. Karena Pemuda Katolik itu 100% Katolik dan 100% Indonesia. Bekerja bukan hanya untuk umat, tapi juga untuk bangsa,” ujar Karolin.

Pemuda Katolik tidaklah perlu ikut-ikutan konflik elit politik yang ada di Jakarta, karena tidak perlu dan tidak bermanfaat. “Apa manfaatnya bagi masyarakat ketika yang diributkan apakah kuping Ahok diiris sebelah kiri atau sebelah kanan atau kedua-duanya. Hal ini tidak memberikan kontribusi bagi masyarakat, apalagi saat ini masyarakat kesulitan perekonomian dengan turunnya harga karet misalnya,” tegas Karolin.

Mengingat kondisi tersebut, menurut Karolin, Pemuda Katolik tertantang untuk turun ke desa-desa dan harus membiasakan diri berada di tengah masyarakat. “Banyak pemuda yang tertarik dengan politik, tapi ketertarikan tersebut lebih mudah tercapai ketika diawali dengan berada langsung di tengah masyarakat,” tambahnya.

sumber : kalamanthana.com

Sticky
0
April 21, 2016

Asyik…Peserta Rakenas Pemuda Katolik Nginap di Rumah Penduduk

IMG-20160420-WA0016[1]

Lamandau, Nanga Bulik – Mungkin tampil beda dengan kegiatan kegiatan setingkat nasional lainnya, kalau peserta mendapatkan akomodasi di hotel-hotel, peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pemuda Katolik di Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah 19-22 April 2016 menginap dirumah rumah masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana Rakernas Pemuda Katolik, Marinus Apau, S.Pd, Msi kepada KALAMANTHANA membenarkan, kalau peserta rakernas diinapkan di rumah rumah masyarakat kota Nanga Bulik. “Memang beda dengan kegiatan kegiatan lainnya, peserta Rakernas Pemuda Katolik diinapkan dirumah rumah masyarakat, sesuai dengan tema yang diangkat terkait desa,” ujarnya.

Hal itu juga menurut Apau untuk menegaskan Pemuda Katolik harus berbaur dengan masyarakat umum bukan hanya dengan umat katolik. Sekalian mengajak peserta Rakernas Pemuda Katolik agar mengetahui dan berdiskusi langsung dengan masyarakat terkait keluhan-keluhan masyarakat saat ini.

Terkait dengan  persiapan Rakernas, Apau yang juga menjabat Camat Sematu Jaya Kabupaten Lamandau ini mengatakan sudah siap hanya menunggu pelaksanaan kegiatan. “Peserta Rakernas dari seluruh Indonesia sudah 80 persen  berada di kota Nanga Bulik, dan dipastikan besok semuanya sudah berada di daerah ini,” ujarnya.

Adapun kegiatan Rakernas yaitu diawali dengan Misa pembukaan oleh Uskup Palangka Raya, Mgr.Aloysius M.Sutrisnaatmaka, MSF pada Selasa malam (19/4/16)di GPU Lantang Torang kota Nanga Bulik.

Dilanjutkan dengan kegiatan pembukan Rakernas Rabu (20/4/16) di tempat yang sama serta kegiatan kegiatan lainnya seperti seminar, prosesi adat penambutan tamu, bakti sosial dan pengobatan gratis serta lainnya.

Selain sidang sidang rakernas, seminar menghadirkan pemateri seperti Rm Johanes N Haryanto, SJ, Ir Marukan, MAP, dr Karolin Margret Natasa,  dan lainnya.

sumber : kalamanthana.com

Sticky
0
April 21, 2016

Pemuda Katolik Dorong Pembentukan Perda Desa

Pembukaan Rakernas 40

Lamandau, Nanga Bulik– Sebagai payung hukum peraturan desa atau segala sesuatu yang mengatur desa, Pemuda Katolik mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) ditingkat kabupaten/kota terkait Desa.

Hal tersebut tertuang pada rekomendasi Rakernas Pemuda Katolik di kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah , Kamis (21/4/16). “Selain payung hukum, Perda merupakan rujukan untuk pembuatan peraturan desa,” ujar salah seorang peserta Rakernas, Gregorius Sahdan, S.IP, MA kepada KALAMANTHANA.

Gregorius yang juga Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan STPMD Yogyakarta menegaskan sampai saat ini masih banyak daerah yang belum memiliki perda tersebut. “Perda wajib ada karena itu merupakan payung hukum,” katanya.

Terkait desa, Pemuda Katolik juga merekomendasikan sinkronisasi masalah kebijakan tentang desa antar intruksi Presiden denga Permendes. Penguatan kapasitas desa dalam mengelola dan mengurus desa, pelatihan kelompok basis untuk memperkuat advikasi terhadap desa, TOT untuk kader Pemuda Katolik untuk memperkuat kapasitasnya tentang desa termasuk mencegah masuknya gerakan radikalisme ke desa dan penguatan kader PK untuk mengembangkan potensi dan ekonomi desa.

Sekretaris Jendral Pemuda Katolik, Ir Christoper Nugroho menyampaikan selain terkait desa, Rakernas PK juga merekomendasikan yang bersinggungan dengan pemilu dan pilkada yang intinya yaitu mendorong kader kader PK untuk menjadi komisioner baik KPU maupun Banwaslu/Panwaslu. Memberi rekomendasi terhadap kader-kader PK yang berkeinginan untuk menjadi komisioner pemilu dan pilkada. Melakukan pendidikan politik bagi para kader PK tentang Pemilu dan Pilkada, mendorong keterlibatan kader PK dalam pengawasan independent dan partisipatif dalam pemilu dan Pilkada.

“Selain itu kita juga merekomendasikan pelatihan SDM Pemuda Katolik dan memfasilitasi pengusaha muda/wirausahawan muda Katolik menghadapi MEA,” tambah Cristoper.

sumber : kalamanthana.com

Sticky
0
April 21, 2016

Karolin Perempuan Pertama Menjadi Ketum Pemuda Katolik

Karolin Perempuan Pertama Menjadi Ketum Pemuda Katolik

Lamandau – Sebelum memasuki ruangan Rapat Kerja Nasional, rombongan Ketua Umum Pemuda Katolik Seluruh Indonesia, dr. Karolin Margret Natasa didampingi, Wakil Sekjen Bidang Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Pemuda Katolik, Herculanus Heriadi, Uskup Agung Palangkaraya, Munsinyur Aloysius dan Bupati Kabupaten Lamandau, Ir. Marukan di sambut meriah dengan adat setempat.

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pemuda Katolik Seluruh Indonesia ini dilaksanakan di gedung pertemuan umum Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah selama 4 hari dari tanggal 19 sampai 22 April 2016 dengan tema Menghadirkan Peran Pemuda yang Terampil di Tengah Umat dan Masyarakat Berbasis Desa berdasarkan Pancasila.

IMG_20160419_202002

Dalam kata sambutan Ketua Umum Pemuda Katolik Seluruh Indonesia, Karolin menyampaikan, sepanjang sejarah Pemuda Katolik, saya adalah perempuan pertama yang menjadi Ketua Umum Pemuda Katolik Seluruh Indonesia,”katanya.

Selanjutnya,” Karolin,” apa itu yang di sebut Pemuda Katolik, Pemuda Katolik ini memang sudah ada sejak Indonesia merdeka, maka dari itu, tanggungjawab sebagai Pemuda Katolik tidak cukup hanya sembahyang di Gereja, namun masih ada lagi yang tidak dapat terpisahkan dari tanggungjawab Pemuda Katolik sebagai Warga Negara Indonesia,”lanjutnya.

Oleh karena itu, Pemuda Katolik sampai hari ini terus ada dan Pemuda Katolik ini juga ingin mencetak orang-orang yang siap dan berkuwalitas sebagai tanggungjawab terhadap bangsa dan negara Republik Indonesia,”jelasnya.

Tujuan di adakan Rakernas Pemuda Katolik ini adalah dasar dalam menyusun program, arah, haluan, dan setelah di adakan Rakernas ini dirinya juga yakin bahwa apa yang menjadi keputusan bersama dalam Rakernas Pemuda Katolik ini dapat di rasakan oleh Umat Katolik di seluruh Indonesia.

sumber : pwrionline.com

Sticky
0
April 20, 2016

Rakernas Pemuda Katolik

Karolin: Desa sebagai Benteng Pancasila

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, dr. Karolin Margret Natasa. FOTO: DOK.Pemuda Katolik

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, dr. Karolin Margret Natasa. FOTO: DOK.Pemuda Katolik

LAMANDAU – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pemuda Katolik digelar di Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah pada tanggal 19-22 April 2016. Kegiatan ini mengangkat tema “Menghadirkan Peran Pemuda yang Terampil di Tengah Umat dan Masyarakat Berbasis Desa Berdasarkan Pancasila.”

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, dr. Karolin Margret Natasa menjelaskan pelaksanaan Rakernas Pemuda Katolik yang digelar di desa ini dimaksudkan untuk mendorong kesadaran para kader Pemuda Katolik untuk melihat langsung situasi sosial masyarakat desa termasuk pembangunan di desa. Pemuda Katolik juga mengajak seluruh komponen bangsa utamanya pemerintah agar mendorong program pemberdayaan masyarakat desaa.

“Desa harus menjadi prioritas pembangunan karena desa sebagai benteng Pancasila,” tegas Karolin di sela-sela Rakernas Pemuda Katolik di Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (19/4) malam.

Rakernas kali ini, menurut Karolin, membahas program organisasi sesuai mandat pada Kongres Nasional di Batam, Kepulauan Riau tahun 2015. Selain itu, diadakan seminar dan sosialisasi empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Kegiatan lainnya berupa kunjungan ke desa dan bakti sosial seperti pengobatan gratis.

Ketua Panitia Rakernas Pemuda Katolik, Marianus Apau menambahkan, Rakernas ini diawali dengan Misa Pembukaan dipimpin oleh Uskup Agung Palangkaraya, Mgr. Aloysius M. Surtisnaatmaka, MSF.

Pada hari kedua, Rabu (20/4), kegiatan Rakernas meliputi Seminar Sesi I dengan tema “Spiritualitas Kader Pemuda Katolik”. Sesi menampilkan tiga pembicara yakni Pastor Moderator PP Pemuda Katolik, Romo Johanes N. Haryanto, SJ; Bupati Lamandau, Marukan; dan Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Karolin Margret Natasa.

Pada Sesi II dengan tema “Menciptakan Kader Pemuda yang Terampil, Berpihak pada Desa sebagai Basis Pembangunan RI dan Mengamalkan Nilai-nilai Pancasila”. Sesi ini menghadirkan pembicara yakni Pendiri dan Direktur Eksekutif Yayasan Bina Swadaya, Bambang Ismawan; Anggota DPD RI Dapil Lampung, Anang Prihaantoro; Direktur Eksekutif Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng; Direktur Eksekutif CU Keling Kumang, Yohanes RJ; Penjabat Gubernur Kalimantan Tengah; Deputi Kemenpora

Ia menambahkan, peserta Rakernas terdiri dari pengurus pusat, Komisariat Daerah dan Komisariat Cabang seluruh Indonesia.

Lebih lanjut, Marianus Apau yang juga Camat Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau ini mengaku bangga karena Lamandau dipilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Rakernas Pemuda Katolik. “Ini penghargaan bagi kami untuk menyelenggarakan kegiatan nasional. Kegiatan ini memungkinkan kader Pemuda Katolik dari seluruh Indonesia dapat melihat langsung kondisi daerah, potensi sumber daya alam termasuk potensi budaya di Lamandau,” kata Marianus.

sumber :JPNN.com

Sticky
3
March 13, 2016

Pengurus Pemuda Katolik Jawa Timur Resmi Terbentuk

001046_890656_Uskup_Surabaya

Uskup Surabaya, Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono saat memberikan pemberkatan kepada Pengurus Pemuda Katolik Komda Jawa Timur di Gereja Katolik Paroki Sakramen Maha Kudus, Surabaya, Sabtu (12/3). FOTO: Friederich Batari/JPNN.com

SURABAYA – Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Daerah Provinsi Jawa Timur (PK Komda Jatim) resmi terbentuk, Sabtu (12/3). Peresmian Pengurus Pemuda Katolik Komda Jawa Timur ditandai dengan pelantikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, dr. Karolin Margret Natasa dan pemberkatan oleh Uskup Surabaya, Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono di Gereja Katolik Paroki Sakremen Maha Kudus, Surabaya.

Upacara pelantikan Ketua Pemuda Katolik Komda Jawa Timur, Agatha Eka Puspita Retnosari beserta pengurus PK Komda Jatim diawali dengan Misa Konselebran dipimpin Uskup Surabaya, Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, dr. Karolin Margret Natasa meminta pengurus PK Komda Jatim untuk komitmen menjalankan mandat organisasi. Karolin juga meminta Pengurus PK Komda Jatim untuk membangun komunikasi dengan semua pihak.

sumber : jpnn.com

Sticky
1
4 Mandat yang Wajib Diketahui untuk Memperkuat Kewenangan Desa
March 08, 2016

4 Mandat yang Wajib Diketahui untuk Memperkuat Kewenangan Desa

 

Sekretaris Jenderal Asosiasi Dosen Ilmu Pemerintahan Indonesia (ADIPSI) Gregorius Sahdan (kiri), Yurist Oloan (moderator) dan Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng (kanan) saat diskusi Pra-Rakernas Pemuda Katolik 2016 dengan tema “UU Desa” di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Jakarta, Senin (7/3) malam. FOTO: Friederich Batari/JPNN.com

Sekretaris Jenderal Asosiasi Dosen Ilmu Pemerintahan Indonesia (ADIPSI) Gregorius Sahdan (kiri), Yurist Oloan (moderator) dan Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng (kanan) saat diskusi Pra-Rakernas Pemuda Katolik 2016 dengan tema “UU Desa” di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Jakarta, Senin (7/3) malam. FOTO: Friederich Batari

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Asosiasi Dosen Ilmu Pemerintahan Indonesia (ADIPSI) Gregorius Sahdan mengingatkan ada empat pilar kewenangan yang wajib diketahui perangkat desa bersama elemen masyarakat desa terkait implementasi UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Keempat pilar tersebut  yakni pilar pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan, dan kemasyarakatan.

Hal itu disampaikan Gregorius Sahdan saat diskusi Pra-Rakernas Pemuda Katolik 2016 dengan tema “UU Desa” di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Jakarta, Senin (7/3) malam.

Pembicara lain yang hadir dalam diskusi yang dipandu Yurist Oloan (Pengurus Pusat Pemuda Katolik), adalah Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng. Tampak pula hadir antara lain Senator atau anggota DPD RI dari Provinsi Sumatera Utara Parlindungan Purba, Anggota DPD RI dari Provinsi Lampung, Anang Prihantoro, Sekjen Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Christopher Nugroho, Ketua Bidang Politik PP Pemuda Katolik, Frederikus Lusti Tulis serta sejumlah aktivis pemuda dan mahasiswa.

Menurut Gregorius, mandat UU Desa khusus untuk pilar pemerintahan meliputi upaya memperkuat penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif, profesional, transparan dan akuntabel. Selain itu, memperkuat kepala desa sebagai pemimpin masyarakat. Juga meningkatkan kapasitas kinerja penyelenggaraan pemerintahan desa; memperkuat kinerja pemerintah desa dalam memberikan pelayanan publik kepada warga serta mengoptimalkan dana/keuangan desa dan aset desa untuk kesejahteraan rakyat.

Sementara itu, pilar kewenangan di bidang pembangunan meliputi upaya memperkuat desa sebagai subyek pembangunan. “Yang penting juga adalah meningkatkan kualitas hidup manusia dan menanggulangi kemiskinan serta meningkatkan/mengembangkan potensi ekonomi desa menjadi ekonomi produktif,” tegas Gregorius yang juga Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan STPMD Yogyakarta.

Terkait pilar pemberdayaan, Gregorius menekankan pentingnya membangkitkan prakarsa, kemampuan, gerakan, dan partisipasi masyarakat desa. Selain itu, memperkuat emansipasi lembaga/organisasi masyarakat serta meningkatkan kesadaran hak dan kewajiban masyarakat desa.

Sedangkan pilar kemasyarakatan, dia mengingatkan tentang perlunya melindungi, melestarikan dan memajukan adat, tradisi, dan budaya masyarakat desa; memperkuat ketahanan sosial budaya masyarakat desa; memelihara kerukunan sosial dan kegotongroyongan. Selain itu, memupuk kebersamaan dan aksi bersama antara pemerintah desa, lembaga-lembaga desa, dan masyarakat.

sumber : jpnn.com

Sticky
0
February 29, 2016

Karolin Lantik Pengurus Pemuda Katolik Komda Bali

DENPASAR – Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, dr. Karolin Margret Natasa melantik Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Bali Periode 2016-2019 di Hotel Sens Gianyar Bali, Sabtu (27/2).

Kepengurusan PK Komda Bali yang dipimpin Herman Umbu Billy merupakan hasil dari Muskomda yang digelar, 26-27 Februari 2016. Meski baru regenerasi Pengurus PK Komda Bali namun melaunching Satuan Tugas Tanggap Darurat (STTD) yang nantinya akan menangani bencana di Provinsi Bali.

komda bali 2

Menurut Umbu, ini sesuai dengan semangat awal Kongres Nasional Pemuda Katolik di Batam, Kepulauan Riau, Agustus 2015, dimana Karolin mengajak para kader untuk tidak banyak bicara tetapi harus kerja nyata.

Karolin selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, menyambut baik STTD PK Komda Bali. “Ini bisa menjadi inspirasi bagi yang lain,” ujar Karolin.

pelantikan komda bali

Setelah resmi menjabat sebagai Ketua PK Komda Provinsi  Bali, Herman Umbu Billy melantik dua Ketua PK Komisariat Cabang (Komcab) Denpasar dan Gianyar serta melantik tujuh caretaker yang akan mengurus 7 cabang lain di Provinsi Bali.

Usai Pelantikan, panitia membekali kader dengan menggelar Seminar bertema “Menjadi Pemimpin 100% Katolik 100% Indonesia. Seminar ini menampilkan pembicara yakni Romo Rofinus Neto Wuli, Brigjen Andreas Y Purwoko Bhakti dari Keuskupan Ordinariat Militer Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Romo Rofinus maupun Brigjen Purwoko mengajak kader-kader PK Komda Bali untuk berani berpikir dan berkarya untuk gereja dan negara. “Meski minoritas, kita harus menunjukan kontribusi kita dalam perjalanan bangsa dan negara ini,” ujar Brigjen Purwoko.

Kader PK harus menunjukkan kualitas lebih. Karena itu, perlu tekad, latihan untuk mengembangkan diri sebagai kader PK.

Karolin mengimbau kader PK di cabang-cabang Komda Bali untuk bertindak dan berkarya bagi masyarakat. “Karya seperti STTD harus terus dilakukan, PK tidak boleh sekadar berkonsep,” kata Karolin mengingatkan.

 

sumber : jpnn.com

Sticky
0