Login
or
Register

Author Archives admin

March 27, 2017

KAROLIN AJAK PEMUDA KATOLIK LAWAN HUMAN TRAFFICKING DI NTT

Ketua Umum PP Pemuda Katolik (dok.Pk)

NTT – Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik dr. Karolin Margret Natasa mengajak seluruh Pemuda Katolik di  Nusa Tenggara Timur untuk bersama-sama melawan Human Trafficking yang makin marak akhir-akhri ini. Pasalnya, Human Trafficking adalah kejahatan terhadap kemanusian dan biasanya pelakunya merupakan orang-orang dekat disekitar kita karena yang sering membujuk mereka untuk berangkat mencari kerja adalah orang tua mereka itu sendiri.

“Kita jangan dulu menyalahkan orang lain yang menjual ke luar negeri deh,tetapi yang menjual mereka di kampong itu siapa? bapaknya kah, pamannya kah, atau kelurarganya kah. Kadang-kadang sering kali yang membujuk untuk berangkat mencari kerja malah keluarga dekat mereka” Tegas Ketua Umum PP Pemuda Katolik Saat ditemui Media, Minggu (26/03) di Hotel Wailiti, Kabupaten Sikka

Lanjutnya, korban perdagang manusia ini berangkat karena tergiur dan diberikan mimpi dengan gaji yang besar tetapi kenyataan yang terjadi tidak seperti itu.Kita sebagai Pemuda Katolik harus melawan human trafiking ini dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama umat katolik. Kita memilki banyak ordo-ordo katolik yang tersebar di NTT yang telah banyak membantu korban Human Trafficking sehingga Pemuda Katolik bersama mereka untuk memberantas perdagangan manusia yang terjadi ini.

“Kita sebagai Pemuda Katolik ini harus melakukan kegiatan dengan memberikan penyuluhan dan pembinaan tingkat umat.Pemuda Katolik memilki akses yang sangat luas sampai tingkat bawah untuk bersama-sama bekerja diladang Tuhan ini dengan memberikan materi-materi penyuluhan kepada mereka” tandas Politisi Perjuangan ini.

Ia juga meminta kepada seluruh masyarakat NTT untuk tidak mempercayai orang dengan janji-janji sekaligus Pemuda Katolik yang ada di NTT untuk bisa terlibat langsung dengan masyarakat dengan meberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terjadi perdagangan manusia di NTT

Kontributor : Angga Macan
Editor           : Asta Sembiring
Sticky
0
March 27, 2017

Andi Pio Pimpin Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Sikka

Ketua Komcab terpilih Andi Pio (dok.Pk)

SIKKA,NTT – Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Sikka kini memiliki pemimpin baru yang akan menakhodai organisasi Pemuda Katolik yang selama mengalami kevakuman. Gaudensius Andy Nong Pio terpilih  sebagai ketua organisasi tersebut periode 2017-2020 secara musyawarah mufakat melalui Musyawarah Komisariat Cabang yang berlangsung pada minggu (26/03) bertempat di Hotel Wailiti, Kabupaten Sikka.

Proses Musyawarah yang salah satunya agenda didalamnya memilih pengurus baru  berjalan dengan penuh kekeluargaan. Andy Pio mengawali sambutannya setelah terpilih  mengatakan terima kasih kepada seluruh anggota forum yang telah mempercayai dirinya untuk memimpin organisai Pemuda Katolik di Kabupaten Sikka. Organisasi Pemuda Katolik ini sejak lama berada di Kabupaten Sikka tetapi mengalami kevakuman tetapi kita bersyukur sekali dimana pada tahun 2017 organisasi ini mulai bangkit untuk menunjukan eksitensinya dan bisa berkiprah didaerah-daerah lain terutama yang menjadi basis mayoritas katolik untuk  menjadi garda terdepan gereja dan bangsa Indonesia.

“Trimakasih kepada semua kita yang telah mempercayai saya untuk memimmpin organisasi ini.organisasi ini tidak bisa berjalan dengan baik bahkan akan mati kalau semua yang ada membiarkan saya untuk bekerja sendiri.Saya menyadari itu ,saya tidak bisa sendiri,oleh karena itu,menjadi tugas kita semua untuk bersama-sama membesarkan organisasi Pemuda Katolik di Kabupaten Sikka ini” Tegas Andy.

Ketua terpilih ini meminta kepada semua pengurus yang nantinya mengisi kepengurusan Pemuda Katolik nantinya untuk bersama-sama membesarkan organisasi ini agar bisa melahirkan kader-kader  yanga kan ikut berperan dalam pembangunan di daerah ini terutama dalam gereja itu sendiri.

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik  dr.Karolin Margret Natasa yang berkesempatan hadir mengatakan menjadi ketua adalah sebuah pengorbanan dan pengabdian kita untuk membesarkan organisasi Pemuda Katolik dalam upaya untuk membina umat Katolik.Proses pemilihan ini adalah proses yang  sah dan di akui oleh pengurus Pusat.

“Saya menyambut baik proses pemilihan yang terjadi ,tentu tadi ada dinamika tetapi bisa menghasilkan seorang Ketua yang akan memimpin organisasi ini,Selamat buat Ketua yang terpilih hari ini”kata Bupati terpilih Kabupaten Landak periode 2017-2021

Ia juga meminta kepada Ketua yang terpilih bersama-sama untuk segera membentuk kepengurusan secepatnya sehingga kita akan melakukan pelantikan kepengurusan Pemuda Katolik di Kabupaten Sikka ini.

Mantan Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan ini menambahkan organisasi Pemuda Katolik ini adalah organisasi bersifat nasional yang dipantau oleh seluruh Komisariat Daerah dan Komisariat Cabang yang berada di seluruh Indonesia sehingga kita harus menjaga nama baik organisasi ini agar terus menjalin kekompakan yang ada.

Ia juga meminta untuk kader-kader Pemuda Katolik untuk bisa mengabdikan dirinya lebih luas dalam kepentingan masyarakat Indonesia karena kita memilki tanggung jawab.

Kontributor : Angga Macan
Editor           : Asta Sembiring
Sticky
0
March 19, 2017

Mapenta Komcab Melawi : 100% Katolik dan 100% Indonesia.

Pemateri

Ketua LPK PP Pemuda Katolik Kikin Tarigan saat menjadi pemateri di Mapenta Komcab Melawi (dok. pribadi)

100% Katolik dan 100% Indonesia

Tema kontekstual ini kembali di angkat oleh Panitia Mapenta dan Pelantikan Komcab Pemuda Katolik Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

“Sebuah tema yang tidak ada habisnya” urai Kikin Tarigan, selaku Pembicara awal dalam kegiatan tersebut.

“Dari thema ini kita bisa merunut jelas keberpihakan warga Katolik Indonesia, dari sebelum kemerdekaan hingga mengisi kemerdekaan hingga ke depan dalam mewujudkan masyarakat Adil dan Makmur, sesuai Visi dan Misi Pemuda Katolik.”

Dalam pemaparannya Kikin mendudukkan secara runtut penataan keterlibatan aktif masyarakat Katolik melalui tangan dingin Pelopor dan Pendidik Rm Van Lith. Kalau selama ini masyarakat lebih mengenal Rm Van Lith karena membapatis ratusan awal jemaat di Muntilan, sebenarnya lebih dalam dr itu Rm Van Lith telah mampu merumuskan gagasan Pro Ecclesia Et Patria yg kelak membuatnya mendapat penghargaan Satya Lencana dr Pemerintah Republik Indoenesia.

Murid2 langsung maupun tidak langsung dr Rm Van Lith, kelak adalah aktivis-aktivis yg mendirikan organisasi kekatolikan, mulai dr Partai Katolik (IJ. Kasimo), Wanita Katolik RI (perempuan-perempuan Sekolah Mendoet), Pemuda Katolik (Sartono Kartodirjo), PMKRI (Munadjat Danuseputra), Ikatan Sarjana Katolik (Lo Ginting) dan Universitas Katolik Atmajaya Jakarta (Frans Seda).

Terbukti Rm Van Lith tidak hanya membentuk lembaga pendidikan dan sekedar mendidik para muridnya. Lebih jauh lagi melembagakan gagasan kerajaan Allah (kesejahteraan sosial) lewat kelembagaan yg dibentuk murid-muridnya.

Bupati Melawi, Panji S.Sos. dalam pemaparannya juga memperdalam peran Kaum Muda dalam pembangunan. “Kaum muda adalah kelompok yg tidak pernah puas dan selalu berupaya lebih untuk mencapai harapan dan impian” tegasnya.

“Kaum muda selalu mau memproses diri untk mencapai kematangan dan kesempurnaan hidup, seraya meyakininya ini sebagai sebuah misteri kehidupan” ungkapnya.

Sebagai anak zamannya, kamu muda (khususnya Pemuda Katolik) harus mampu menunjukkan daya pikatnya, sehingga selalu dibutuh oleh setiap pihak yg berkepentingan.

Jemaat katolik dari Keuskupan Sintang ini sebelum menjabat Bupati Melawi, adalah Wakil Bupati pada periode sebelumnya, tegasnya lagi Pemuda Katolik tidak boleh lengah dengan situasi saat ini karenanya sikap kritis harus selalu ditunjukkan namun sekaligus mampu memberikan terjemahan proses-proses pembangunan kepada masyarakat Melawi agar ekselerasi pembangunan dapat diwujudkan.

Dengan berpedoman pada Kitab Suci, hendaknya umat Katolik dapat mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Melawi. Karenya bukan tidak mungkin kalau Bulan Kitab suci dapat dijadikan sebagai tahunan.

Bersama-sama dengan umat beragama lain di Melawi, hendaknya kebaikan-kebaikan individual dan komunal dapat menjadi landasan membangun Kabupaten Melawi untuk maju bersama-sama.(ast)

Sticky
0
March 19, 2017

MAPENTA (Masa Penerimaan Anggota) Pemuda Katolik Komcab Melawi himpun 80an aktifis baru

Komcab Melawi

Peserta Mapenta Pemuda Katolik Komcab melawi (dok. PK)

Bertempat di Pendopo Bupati Melawi, Kalimantan Barat telah dilaksanakan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPENTA) yang dihadiri aktifis warga muda katolik di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk menampung aspirasi dan minat keterlibatan kaum muda yang semakin meningkat” jelas Agustinus Sabino selaku Ketua Panitia.

Kegiatan yg berlangsung 17-18 Maret ini dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus Komisariat Cabang Melawi oleh Komda Kalimantan Barat, Eko Hardian Panurian.

Di dalam sambutannya Eko mengaharapkan agar Pemuda Katolik Komcab Melawi mampu menancapkan basis kekuatannya hingga ke Kecamatan-kecamatan, Desa-desa, & Paroki-paroki.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Komcab yang dilantik Rafael Rafin mengharapkan agar pengurus yg baru dilantik bisa memanfaatkan segala potensi dan jaringan yang ada guna kemajuan organisasi.

Hadir juga dalam acara pelantikan Bupati Melawi, Panji, S.Sos beserta jajaran SKPD Pemda Melawi, Wakil dr hirarki gereja RD Piet Apot Anggreini, Dewan Adat Dayak, KNPI Kab Melawi, Forum Pemuda Dayak, Pemuda Pancasila, GP Anshor, GAMKI, PMKRI dan Utusan Pemuda Katolik dari Komcab Sintang dan Sekadau.

Dalam sambutannya Bupati Panji mengharapkan agar Pemuda Katolik tetap menjalankan fungsi kritisnya kepada Pemerintah Daerah namun sekaligus juga mampu menjembatani informasi pembangunan kepada masyarakat. Keseimbangan fungsi ini penting agar proses perkembangan Kabupaten Melawi semakin dapat dipercepat.

“Pemuda Katolik harus mampu mewarnai situasi politik lokal dan   kebijakan melalui keunggulan kolektif organisasi dan masing2 pribadi”pungkasnya. (ast)

Sticky
0
March 07, 2017

Komcab Lampung Tengah : Bertolaklah ketempat yang lebih dalam

 

IMG-20170306-WA0024

Pemuda Katolik komcab Lampung Tengah

Mapenta dan konsolidasi pengurus Pemuda Katolik Komisariat Cabang Lampung Tengah pada tanggal 4-5 Maret 2017 di AULA Xaverius Humas jaya terbanggi besar. Dengan tema”Bertolaklah ketempat yang lebih dalam”. Acara ini dihadiri perwakilan dari Paroki Kali Rejo,Bandar jaya, Rumbia, Pajar Mataram dan perwakilan dari Lampung timur. Mapenta bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar dasar keorganisasian dan wawasan bagi peserta yang hadir. Demikian yang disampaikan sdr.Mudiyanto selaku ketua Pelaksana Ketua komcab Lampung tengah Widio Prasetyo dalam sambutannya mengatakan. ” pemuda Katolik tidak hanya berkutat di seputaran Gereja tetapi juga harus berani keluar untuk bermasyarakat. Untuk kepentingan gereja dan negara “.

Selanjutnya,Ketua Komda Lampung Marcus Budi Santoso dalam sambutanya “mengapresiasi kegiatan ini, Jumlah bukan yang utama,tetapi kualitas SDM ini yang kami harap. Komda akan selalu mendampingi komcab komcab karena hampir setiap Pengurus Komcab di Lampung adalah pengurus baru. Maka kami ngin memastikan agar proses rekrutmen & proses perjalanan organisasi ini berjalan dan tertata dengan benar,mengingat kepengurusan yang baru ini akan menjadi pijakan dan dasar utk periode selanjutnya.

“Orang muda atau pemuda itu adalah jantung Gereja.jika orang mudanya loyo siapa yang akan memikirkan gereja di masa depan? Maka pada kesempatan ini, saya berharap Pemuda Katolik, ambillah sikap dan tentukan arah untuk menjadi 100% Katolik 100% Indonesia.”ungkap Bapak Broto cahyono,penasehat komcab Lampung tengah.  Materi Pengenalan Pemuda Katolik dipaparkan langsung oleh sekretaris komda  Alfonsus Widiantoro, Dari sejarah,visi misi,struktur. “Pemuda Katolik adalah ,murni organisasi kemasyarakatan pemuda dan tidak berafiliasi dengan partai politik manapun,
Ini yang harus kita pahami. Pastor Paroki bandar sakti Rm. Rafael Gabhe CP Romo dlm materinya menegaskan “Kristianitas inti dasarnya adalah tanggungjawab. Tanggungjawab dengan pencipta yaitu Yesus sendiri ini yang utama. Sementara Tim dari Kopdit Mekarsai yang dipimpin Bpk.Andre menekankan materi Penting nya pengelolaan managemen keuangan bagi orang muda.(ast)

Kontributor Suneo

Sticky
0
February 25, 2017

Komcab Pringsewu : Bersama Merajut Bhineka Tunggal Ika

IMG-20170225-WA0014

Komcab Pringsewu bersama narasumber (dok. PK)

PRINGSEWU- Dalam rangka menanamkan pondasi Bhineka Tunggal Ika, Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Pringsewu bekerjasama dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia menyelenggarakan dialog.

Mengusung tema Perekat Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara, Memperkuat Wawasan Nusantara. Anggota DPD RI Anang Prihantoro dan Akademisi Fakultas Hukum Universitas Lampung FX Sumarja hadir sebagai nara sumbernya.

Ketua Pemuda Katolik Komcab Pringsewu R Didik Budiawan C mengatakan, pondasi Bhineka Tunggal Ika juga penting ditanamkan pada seluruh kader Pemuda Katolik. Meskipun berada dalam satu iman Katolik, berasal dari berbagai latar belakang berbeda.

Baik itu  suku, status sosial, dan ekonomi. Apalagi, dalam satu tatanan di internal sendiri mereka berasal dari wilayah stasi yang berbeda.Serta kelompok-kelompok kategorial lainnya yang memungkinkan muncul egosentrisme.

Disadari atau tidak hal ini terjadi sehingga muncul pengkotakan-pengkotakan diri. Oleh karena itu lah, kata Didik, Pemuda Katolik, khususnya Komcab Pringsewu memandang perlu penanaman dasar Bhineka Tunggal Ika.

“Kita selesaikan  kebhinekaan di dalam, sambil merajut kebhinekaan di luar bersama masyarakat umum dengan bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya

Dalam pemaparannya Senator asal Lampung Anang Prihantoro menekankan bahwa pemuda harus menjadi kader Bhineka Tunggal Ika. Sehingga ada orang  berbeda, apa pun latar belakangnya, apa pun agamanya, sukunya, status sosialnya, pendidikkannya, partai politiknya dan sebagainya itu dihargai.

“Apa bila perbedaan itu dihargai maka republik ini tidak akan gaduh,” katanya.

Biasanya, kata dia, yang bersedia menerima kekurangan orang lain hanya terjadi pada pasangan suami istri. Apa lagi, pasangan orang yang hendak menikah.

Akademisi Fakultas Hukum Universitas Lampung FX Sumarja menyampaikan bahwa memaknai Bhineka Tunggal Ika itu dengan memahami kelompok lain. Sehingga, lanjut dia, jangan hanya menggunakan pandangan sendiri. Harus memperhatikan juga  prinsip dari kelompok lain.

“Kalau melihat kelompok lain itu  harus memahami mereka seperti apa. Jangan menggunakan prinsip kita saja. Kalau (memaksakan) pakai prinsip kita, nggak akan ketemu sikap rukun dan damai,” tuturnya.

Sehingga, kata dia,  sebagaimana yang sitanamkan dalam  Bhineka Tunggal Ika itu  mempunyai sikap toleransi.

Diketahui sebanyak 78 orang hadir dalam acara sarasehan tersebut. Kegiatan yang diselenggarakan di Sekretariat Pemuda Katolik Komcab Pringsewu ini juga diisi dengan sosoialisasi tentang Pemuda Katolik.(ast)

Sticky
0
February 12, 2017

SERUAN BERSAMA ORGANISASI MASYARAKAT KATOLIK

press conferensi Ormas dan paguyuban Katolik

Press Conference Ormas-ormas dan Paguyuban Katolik (12/2) (dok.Pemuda Katolik)

Pilihan Kita Untuk Bangsa dan Negara!

Indonesia dengan segala kemajemukannya adalah berkat yang telah Allah berikan bagi rakyatnya. Indonesia saat ini adalah buah perjuangan seluruh anak negeri, bukan hanya perjuangan kelompok, suku, etnis atau agama tertentu dari Sabang sampai Merauke. Karunia ini harus kita jaga dengan menghadirkan pimpinan sekaligus ‘pelayan’ masyarakat yang berkomitmen, berintegritas serta setia pada Pancasila, UUD’45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Pilkada Serentak 2017 yang akan dilaksanakan di 101 Daerah seluruh Indonesia, pada hakekatnya merupakan saat rakyat memilih pemimpin sekaligus ‘pelayan’  masyarakat yang berkualitas.

Kami, Organisasi Kemasyarakatan Katolik yang independen merasa wajib agar diselenggarakan Pilkada yang partisipatif, jujur, adil dan transparan

Untuk itu kami Organisasi Organisasi Kemasyarakatan Katolik menyerukan beberapa hal sebagi berikut :

  1. Pilkada pada dasarnya adalah sarana membangun peradaban bangsa berdasarkan Pancasila  yang lebih baik dalam rangka mencapai tujuan Nasional. Dalam setiap Pilkada   sejatinya  warga negara memiliki kehendak bebas dalam menentukan pilihan politiknya sesuai hati nuraninya, sehingga politik uang maupun intimidasi yang justru menghancurkan peradaban bangsa haruslah ditolak.
  2. Mendorong seluruh jajaran pengurus/aktivis Organisasi Kemasyarakatan Katolik di seluruh Indonesia untuk  berpartisipasi lebih aktif dalam seluruh tahapan pilkada serentak 2017 di seluruh Indonesia.
  3. Menghimbau masyarakat untuk mengajak keluarga dan masyarakat disekitar anda yang memiliki hak pilih untuk hadir ke tempat-tempat pemungutan suara. Marilah menyalurkan hak pilih saudara dengan penuh kegembiraan sesuai hati Nurani. Jangan Takut dan Apatis!
  4. Mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta mengawasi dan mengawal seluruh proses pilkada pada 15 Februari 2017 dari mulai tahap pencoblosan hingga rekapitulasi.  Laporkan bila  melihat , mengalami  kecurangan ataupun  intimidasi dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 kepada pihak berwenang dan Panitia pengawas setempat.
  5. Marilah memastikan bahwa calon yang dipilih mampu menciptakan keadaban publik yang adil, bermartabat dengan komitmen kuat menjaga NKRI, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Akhinya, kita harus menyadari bahwa perselisihan, permusuhan, kebencian, sekat-sekat akibat pelaksanaan Pilkada bukanlah hal yang terpuji. Bangsa ini telah menanggung kerugian yang sangat besar dengan berkembangnya situasi tersebut. Perbedaan pilihan dalam Pilkada merupakan hak politik masing-masing yang harus kita saling hormati. Namun perbedaan itu jangan sampai memecah-belah persatuan dan kesatuan, dan keutuhan kita dalam berbangsa dan bernegara.

Tak lupa, kami juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yaitu KPU, Bawaslu, TNI POLRI, PANWAS, dll.. yang telah bekerja keras demi terlaksanakannya Pilkada Serentak ini secara luber, jurdil, bermartabat dan sukses seperti yang kita harapkan semua.

Semoga Allah memberkati bangsa Indonesia dalam damai, sejahtera dan keadilan.

JAKARTA, 12  Februari 2017
Pimpinan Ormas Ormas Katolik

Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PP PMKRI)
Angelo Wakeako (Ketua Presidium)
Bernadus Tri Utomo(Sekretaris Jenderal)

Pengurus Pusat Pemuda Katolik (PP Pemuda Katolik)
Karolin M. Natasa(Ketua Umum)
Christoper Nugroho(Sekretaris Jenderal)

Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (PP ISKA)
Muliawan Margadana (Ketua Presidium)
Joanes Joko (Sekretaris Jenderal)

Dewan Pengurus Pusat Wanita Katolik Republik Indonesia (DPP WKRI)
Justina Rostiawati (Ketua Presidium)
E. Sri Hari Lestari (Sekretaris Jenderal)

Sekretariat Nasonal Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI)
Veronica Wiwiek Sulistyo (Sekretaris Nasional)

Sticky
0
February 06, 2017

Mapenta Komcab Bandar Lampung : Komitmen Bersama Menjaga Kerukunan Umat Beragama

Jpeg

Peserta Mapenta Komcab Bandar Lampung beserta narasumber

Bandar Lampung, Pemuda Katolik Komcab Bandar Lampung menggelar Masa Penerimaan Anggota (MAPENTA) yang berlangsung di Aula Asilo Hermelink, Jl ZA Pagar Alam No. 18 Bandar Lampung, Minggu 05 Februari 2017. Acara yang merupakan agenda wajib bagi setiap cabang ini pun dihadiri oleh 25-an peserta. kegiatan ini juga digabung dengan orientasi pengurus Pemuda Katolik Komcab Bandar Lampung dengan mengambil tema ” Menjadi kader yang proaktif dan kreatif yang dilandasi kekatolikan dan wawasan kebangsaan”.

Pada salah satu sesi pada agenda Mapenta  terdapat dialog dengan berbagai OKP yang dihadiri oleh  Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Persatuan Pemuda Hindu (Peradah) dan Pemuda Buddhayana. Dalam dialog tersebut Pemuda Katolik Komcab Bandar Lampung bersama sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), bersepakat sama-sama menjaga kerukunan dan mempersatukan antar umat beragama di Lampung.

Ketua Pemuda Katolik Komcab Bandar Lampung Laurentius Wendi menyatakan berkomitmen organisasi yang dipimpinnya untuk menjaga persatuan bangsa sesuai dengan dasar Pancasila.

“Pemuda Katolik Komcab Bandar Lampung ingin menunjukan bahwa kita hadir sekarang untuk mewujudkan kebhinekaan dengan menjalin kerukunan antar umat beragama,” katanya.

Sekretaris Pengurus Cabang GP Ansor Kota Bandar Lampung Asep Setiawan mengatakan komitmen kebangsaan yang sudah menjadi kesepakatan para pendahulu kita, harus terus dijaga, agar keutuhan NKRI tetap terjaga.

“GP Pemuda Ansor Kota Bandar Lampung mengajak seluruh elemen kemasyarakatan baik Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik atau pun Pemuda Hindu dan lain sebagainya untuk tetap menjaga kerukunan antar umat beragama, kebhinekaan harus tetap terjaga,” kata Asep Setiawan.

Chandra Iswandi anggota Hukum dan HAM Pemuda Muhammadiyah Provinsi Lampung pada kesempatan itu menyerukan untuk terus bersama-sama menjaga kebhinekaan.

“Kebhinekaan harus tetap kita jaga. Yang namanya bhineka kan jelas berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Apa pun yang terjadi, apa pun perbedaan itu kita tetap mementingkan kepentingan bangsa kita,” jelasnya singkat.

Ketua Pemuda Katolik Komda Lampung Marcus Budi Santoso memastikan para kadernya untuk terus membangun komunikasi dengan semua pihak dalam rangka menjaga kebhinekaan Indonesia.

“kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk meneguhkan kembali Bhineka Tunggal Ika dan kesetiaan kepada NKRI, mari bersama menghargai kemajemukan bangsa ini. Kami menghimbau agar apa yang sedang terjadi dalam proses pilkada di DKI Jakarta tidak berpengaruh serta menganggu tatanan dan ketentraman di Lampung”, pungkasnya.

 Dia juga menambahkan “Silahturahmi dan moment sperti ini akan terus lakukan sebagai upaya mengikis perbedaan dan wujud rasa cinta & bangga kami terhadap negeri ini”. (ast)

Sticky
0
January 24, 2017

FX Rudy Pimpin Pemuda Katolik Komda Kalimantan Selatan

IMG-20170123-WA0024

Pemuda Katolik Komda Kalimantan Selatan (dok.PK)

Banjarmasin, Musyawarah Komisariat Daerah Pemuda Katolik Komda Kalimantan Selatan minggu 22 Januari 2017 resmi digelar, bertempat di Aula lt.3 Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus. Muskomda yang merupakan agenda 3(tiga) tahunan Komda Kasel tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kepengurusan yang telah berakhir serta memilih Ketua Komda yang baru. Ketua Carateker Pemuda Katolik Komda Kalsel Vinsensius Sugiharto mengungkapkan dalam sambutannya hendaknya forum Muskomda ini dapat menjadi titik balik kemajuan organisasi ini di provinsi Kalimantan Selatan. beliau juga menambahkan bahwa sebelum Muskomda ini digelar juga telah dilaksanakan Masa Penerimaan Anggota (Mapenta) pada sabtu,21 januari 2017 di lokasi yang sama. “Harapan Kita dengan digelarnya Mapenta tersebut dapat memperkuat Pemuda Katolik di Komda Kalsel serta fungsi organisasi sebagai wadah kaderisasi dan pembinaan dapat berjalan” tandasnya.

Sejalan dengan itu, Igt. Kikin P.Tarigan S yang merupakan Ketua Lembaga Pendampingan Kader PP Pemuda Katolik mengatakan bahwa kehadiran Pemuda Katolik di Kalimantan Selatan ini dapat menjadi perekat dan pemersatu ditengah kemajemukan penduduk Kalimantan Selatan.

Forum Muskomda sendiri telah memilih secara musyawarah mufakat Sdr. FX.Rudy sebagai Ketua Komda Kalimantan Selatan untuk Periode 2017-2020. Dalam keterangan resminya FX.Rudy mengungkapkan bahwa akan mengembangkan Pemuda Katolik Komda Kalsel menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda yang dapat menjadi inspirasi kaum-kaum muda serta dapat memberikan sumbangsih bagi kemajuan Kalimantan Selatan. (ast)

Sticky
0
January 24, 2017

Waspadai Pelaku Human Traffiking Komcab Pringsewu Adakan Seminar

IMG-20170124-WA0003Waspadai  Pelaku Human Trafficking  di Sekitarmu….

PRINGSEWU, Faktor ekonomi menjadi salah satu peluang pelaku human trafficking (perdagangan manusia) mendapatkan korban.  Alih-alih membantu menyalurkan pekerjaan yang layak sebagai cara pelaku masuk ke kehidupan calon korban.
Namun kenyataan pekerjaan yang didapat tidak sesuai harapan. Demikian hal yang perlu diwaspadai masyarakat dalam kehidupan sehari-hari supaya tidak menjadi korban human trafficking. Khususnya pemuda dan pemudi yang potensial menjadi korban.
Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Pringsewu R Didik Budiawan C mengatakan, bila wawasan terkait human trafficking penting diketahui oleh pemuda. Sehingga sosialisasi atas perkara tersebut perlu diberikan.
Sebab, pembekalan berkaitan human trafficking setidaknya dapat mengantisipasi sejak dini  agar kejadian serupa tidak menimpa pemuda.  Apa lagi, pemuda dalam usia yang belia biasanya tidak berpikir panjang dalam mengambil keputusan.
Labilnya tingkat emosi pemuda membuat keputusan yang diambil secara singkat. Ditambah dengan minimnya pengetahuan yang memperparah kondisi tersebut.  Sehingga Pemuda Katolik Komcab Pringsewu bekerjasama dengan JPIC FSGM menyelenggarakan seminar human trafficking  .
Koordinator JPIC (Justice, Peace, Integrity of Creation) FSGM, Sr Katarina mengatakan, tindak pidana perdagangan orang itu melalui proses pengrekrutan, pengangkutan, pemindahan, penampungan atau penerimaan manusia.
Sedangkan cara yang dilakukan dengan penipuan dan pemalsuan. Lebih ekstrim lagi dengan melalui ancaman atau penggunaan kekerasan, atau bentuk lain pemaksaan seperti penculikkan.
Sementara tujuannya semata-mata untuk eksploitasi, meliputi eksploitasi prostitusi terhadap orang lain atau bentuk lain eksploitasi seksual lainnya. Juga eksploitasi kerja atau layanan paksa, perbudakan, dan pengambilan organ tubuh.
Katarina menuturkan, korban perdagangan orang bukan hanya perempuan. Melainkan juga laki-laki. Namun, lebih banyak korban adalah perempuan dan anak. Menurut dia, itu karena kondisi sosial politik dan budaya patriarki, serta diskriminasi gender.
Pemahaman bahwa perempuan dan anak tidak boleh menolak, sehingga mudah dipaksa untuk bekerja apa saja. Tubuh perempuan dan anak kerap kali dijadikan obyek  sehingga menjadi sasaran eksploitasi.
Katarina mengungkapkan berbagai hal yang dapat mendorong terjadinya human trafficking. Sempitnya lapangan kerja di daerah asal menjadi salah satu faktor mendorong terjadinya human trafficking. Ditambah lagi dengan sektor kerja formal yang sempit terutama bagi perempuan.
Kurangnya akses informasi mengenai kesempatan kerja dan prosedur kerja yang resmi, terutama ke luar negeri juga mendukung terjadinya perdagangan orang. Juga, akses pendidikkan yang tidak setara bagi anak perempuan dan laki-laki.
Faktor pendorong tersebut diperparah dengan lemahnya penegakkan hukum oleh aparat hukum. Serta, kebijakan dan kapasitas pemerintah yang kurang kuat untuk melindungi mereka,  pekerja migrant.
Sedangkan pertumbuhan ekonomi di wilayah tujuan menjadi faktor penariknya human traficking. Penarik lainnya, seperti tingginya tingkat permintaan tenaga kerja dari luar daerah/wilayah dan tawaran gaji yang tinggi di daerah penerima.
Dalam seminar yang diselenggarakan Minggu (22/1) di Aula TK Fransiskus Pringsewu juga ditunjukkan contoh human trafficking. Baik itu yang ada di dalam negeri, maupun luar negeri dengan korbannya TKI.
Artinya dengan adanya contoh kasus tersebut, human trafficking memang benar-benar terjadi.  Oleh karena itu lah, kita harus benar-benar waspada dan lebih hati-hati supaya tidak menjadi korban, pesan Ketua Pemuda Katolik Komcab Pringsewu R Didik Budiawan C.
Setidaknya, tambah dia, pengetahuan terkait human trafficking tidak bermanfaat hanya untuk diri peserta seminar. Melainkan juga untuk lingkungan sekitar peserta. Yaitu dengan cara membagikan pemahaman tersebut supaya bisa meminimalisirnya.
Paling tidak, bisa melapor atau memberi informasi kepada lembaga yang konsen menangani kasus human trafficking, bila mengetahui di sekitarnya ada korban. Sebab, kebiasaan korban berada di lokasi yang terbatas sehingga sulit untuk mencari pertolongan. (*)

Sticky
0