Login
or
Register

Author Archives Asta Ivo Bonny

About Asta Ivo Bonny

Pengurus Pusat Pemuda Katolik Departemen Komunikasi dan Informatika.
astaivo91@gmail.com

January 24, 2017

Waspadai Pelaku Human Traffiking Komcab Pringsewu Adakan Seminar

IMG-20170124-WA0003Waspadai  Pelaku Human Trafficking  di Sekitarmu….

PRINGSEWU, Faktor ekonomi menjadi salah satu peluang pelaku human trafficking (perdagangan manusia) mendapatkan korban.  Alih-alih membantu menyalurkan pekerjaan yang layak sebagai cara pelaku masuk ke kehidupan calon korban.
Namun kenyataan pekerjaan yang didapat tidak sesuai harapan. Demikian hal yang perlu diwaspadai masyarakat dalam kehidupan sehari-hari supaya tidak menjadi korban human trafficking. Khususnya pemuda dan pemudi yang potensial menjadi korban.
Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Pringsewu R Didik Budiawan C mengatakan, bila wawasan terkait human trafficking penting diketahui oleh pemuda. Sehingga sosialisasi atas perkara tersebut perlu diberikan.
Sebab, pembekalan berkaitan human trafficking setidaknya dapat mengantisipasi sejak dini  agar kejadian serupa tidak menimpa pemuda.  Apa lagi, pemuda dalam usia yang belia biasanya tidak berpikir panjang dalam mengambil keputusan.
Labilnya tingkat emosi pemuda membuat keputusan yang diambil secara singkat. Ditambah dengan minimnya pengetahuan yang memperparah kondisi tersebut.  Sehingga Pemuda Katolik Komcab Pringsewu bekerjasama dengan JPIC FSGM menyelenggarakan seminar human trafficking  .
Koordinator JPIC (Justice, Peace, Integrity of Creation) FSGM, Sr Katarina mengatakan, tindak pidana perdagangan orang itu melalui proses pengrekrutan, pengangkutan, pemindahan, penampungan atau penerimaan manusia.
Sedangkan cara yang dilakukan dengan penipuan dan pemalsuan. Lebih ekstrim lagi dengan melalui ancaman atau penggunaan kekerasan, atau bentuk lain pemaksaan seperti penculikkan.
Sementara tujuannya semata-mata untuk eksploitasi, meliputi eksploitasi prostitusi terhadap orang lain atau bentuk lain eksploitasi seksual lainnya. Juga eksploitasi kerja atau layanan paksa, perbudakan, dan pengambilan organ tubuh.
Katarina menuturkan, korban perdagangan orang bukan hanya perempuan. Melainkan juga laki-laki. Namun, lebih banyak korban adalah perempuan dan anak. Menurut dia, itu karena kondisi sosial politik dan budaya patriarki, serta diskriminasi gender.
Pemahaman bahwa perempuan dan anak tidak boleh menolak, sehingga mudah dipaksa untuk bekerja apa saja. Tubuh perempuan dan anak kerap kali dijadikan obyek  sehingga menjadi sasaran eksploitasi.
Katarina mengungkapkan berbagai hal yang dapat mendorong terjadinya human trafficking. Sempitnya lapangan kerja di daerah asal menjadi salah satu faktor mendorong terjadinya human trafficking. Ditambah lagi dengan sektor kerja formal yang sempit terutama bagi perempuan.
Kurangnya akses informasi mengenai kesempatan kerja dan prosedur kerja yang resmi, terutama ke luar negeri juga mendukung terjadinya perdagangan orang. Juga, akses pendidikkan yang tidak setara bagi anak perempuan dan laki-laki.
Faktor pendorong tersebut diperparah dengan lemahnya penegakkan hukum oleh aparat hukum. Serta, kebijakan dan kapasitas pemerintah yang kurang kuat untuk melindungi mereka,  pekerja migrant.
Sedangkan pertumbuhan ekonomi di wilayah tujuan menjadi faktor penariknya human traficking. Penarik lainnya, seperti tingginya tingkat permintaan tenaga kerja dari luar daerah/wilayah dan tawaran gaji yang tinggi di daerah penerima.
Dalam seminar yang diselenggarakan Minggu (22/1) di Aula TK Fransiskus Pringsewu juga ditunjukkan contoh human trafficking. Baik itu yang ada di dalam negeri, maupun luar negeri dengan korbannya TKI.
Artinya dengan adanya contoh kasus tersebut, human trafficking memang benar-benar terjadi.  Oleh karena itu lah, kita harus benar-benar waspada dan lebih hati-hati supaya tidak menjadi korban, pesan Ketua Pemuda Katolik Komcab Pringsewu R Didik Budiawan C.
Setidaknya, tambah dia, pengetahuan terkait human trafficking tidak bermanfaat hanya untuk diri peserta seminar. Melainkan juga untuk lingkungan sekitar peserta. Yaitu dengan cara membagikan pemahaman tersebut supaya bisa meminimalisirnya.
Paling tidak, bisa melapor atau memberi informasi kepada lembaga yang konsen menangani kasus human trafficking, bila mengetahui di sekitarnya ada korban. Sebab, kebiasaan korban berada di lokasi yang terbatas sehingga sulit untuk mencari pertolongan. (*)

Sticky
0
December 24, 2016

SERUAN MORAL AKHIR TAHUN PEMUDA KRISTIANI (DPP GAMKI – PP PEMUDA KATOLIK – PP PMKRI – PP GMKI)

SERUAN MORAL AKHIR TAHUN PEMUDA KRISTIANI (DPP GAMKI - PP PEMUDA KATOLIK - PP PMKRI - PP GMKI)

SERUAN MORAL AKHIR TAHUN
PEMUDA KRISTIANI
(DPP GAMKI – PP PEMUDA KATOLIK – PP PMKRI – PP GMKI)

Berbagai penangkapan terduga teroris di beberapa tempat di tanah air, menunjukkan adanya ancaman nyata bagi kerukunan dan ketentraman masyarakat. Hal tersebut menjadi tanda bahwa sel-sel kelompok teroris yang mengatasnamakan agama dan ideologi tertentu masih terus berkembang biak.

Menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat dan beragama lintas iman merupakan salah satu kunci utama dalam mencegah berkembangnya paham-paham Fundamentalis-Radikal-Ekstrim di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Hal-hal sekecil apapun yang berpotensi mengikis sikap saling menghormati antar sesama insan dan atau kelompok, berpeluang besar menjadi pintu masuk ancaman kekacauan yang diarahkan memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam konsep masyarakat majemuk, saling menghormati adalah sikap yang harus dijunjung tinggi oleh semua pihak, baik oleh para pemimpin agama maupun oleh seluruh umat pada setiap sikap dan perilakunya.

Demi menjaga dan menumbuhkembangkan sikap saling menghormati, dengan rendah hati kami Pemuda-Pemudi Kristiani di Indonesia menyampaikan pandangan dan sikap :

1. Menyerukan agar kepada kelompok umat masing-masing, lembaga keagamaan dan para pemimpin agama memberikan seruan yang bernuansa mempromosikan sikap saling menghormati antar umat beragama.

2. Menghimbau segenap elemen bangsa, khususnya kaum muda kristiani, agar bahu membahu menjaga dan mempromosikan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama dengan mengedepankan kasih dan rasa keadilan.

3. Mendukung dan mengapresiasi setiap tindakan tegas penegakan hukum positif yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia terhadap siapa saja atau kelompok apa saja yang melakukan tindakan mengganggu keamanan, sweeping, dan tindakan-tindakan lain atas nama agama dan yang melanggar hukum positif dan mencederai kerukunan hidup bermasyarakat dan hak setiap orang untuk beribadah dengan bebas dan aman.

Jakarta, 24 Desember 2016
Teriring Salam & Doa

DPP GAMKI
Ketua Umum
Michael Wattimena
Sekretaris Umum
Togar Napitu

PP PEMUDA KATOLIK
Ketua Umum
dr. Karolin Margret Natasa
Sekretaris Jenderal
Christopher Nugroho

PP PMKRI
Ketua Presidium
Angelius Wake Kako
Sekretaris Jenderal
Bernadus Tri Utomo

PP GMKI
Ketua Umum
Sahat Sinurat
Sekretaris Umum
Alan Singkali

Sticky
0
November 12, 2016

Bupati Mustofa Buka Muskomcab Pemuda Katolik Lampung Tengah

Peserta Muskomcab bersama dengan Bupati Lamteng dan Senator Asal Lampung Anang Prihantoro

Peserta Muskomcab bersama dengan Bupati Lamteng dan Senator Asal Lampung Anang Prihantoro

LAMTENG- Kunci persoalan bangsa yang besar adalah iman. Menurut Bupati Lampung Tengah Mustofa, rusaknya pemerintahan dan usaha itu dipicu karena telah meninggalkan iman. Mereka yang telah meninggalkan iman tidak memberi kasih.
Sebaliknya, justru malah mencari kelemahan sesama. Oleh karena itu lah dia menilai, iman itu sebenarnya kunci persoalan bangsa yang besar.
“Untuk menjawab persoalan bangsa, untuk membagun daerah dan bangsa tidak (boleh) meninggalkan iman,” ujar Mustofa dalam sambutannya di Musyawarah Komisariat Cabang Pemuda Katolik Lampung Tengah, Sabtu (12/11) di Balai Stasi Santa Lidwina Bandar Jaya.
Acara yang diselenggarakan untuk memilih ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Lampung Tengah ini dihadiri peserta orang muda katolik dari berbagai wilayah Lampung Tengah seperti Kalirejo, Kota Gajah, dan Rumbia, Bangun Rejo,Bandar jaya,Watu Agung.
Mustofa mengaku haru dan bangga dengan semangat Pemuda Katolik yang ingin menggelorakan semangat nasionalisme dengan paham mencintai gereja dan cinta tanah air. Menurutnya, tema ini lah yang sangat diperlukan dalam membangun bangsa.
Dia berharap Pemuda Katolik kedepan menjadi teladan yang baik, dan memberi contoh baik. Tentunya membawa nilai keagamaan dan nasionalisme. Karena hidup dalam NKRI, kata Mustofa, tentunya harus sama-sama menghargai.
“Kita harus hadir sebagai atmosfir penyejuk, bukan sebagai provokator dan bukan sebagai pemecah belah,” ujarnya.
Ketua Pemuda Katolik Komda Lampung Marcus Budi Santoso menuturkan, dalam mengikis perbedaan menjadi pekerjaan rumah bersama. Oleh karena itu lah dia mengajak seluruh steak holder yang hadir dalam Muskomcab Lamteng maju bersama untuk membingkai kebinekaan.
Terutama di saat situasi bangsa yang nampaknya rawan berkaitan suku, agama dan ras seperti saat ini. Selanjutnya Romo Agustinus Sunarto berpesan supaya Pemuda Katolik berperan serta dalam pembangunan masyarakat.
Pemuda Katolik sebagai organisasi masyarakat (ormas) supaya membangun kerjasama dengan ormas yang lain. Terutama dalam menjaga ketentraman Lamteng pada khususnya dan negara pada umumnya.
“Peran kita sebagai masyarakat membangun kebersamaan, sungguh-sungguh memurnikan kita menjaga ketentraman Kabupaten Lampung Tengah dan negara supaya persaudaraan sejati dapat terwujud,” tuturnya.
Tokoh Katolik dari Bandar Jaya Broto Cahyono menyarankan bahwa Katolik tidak boleh eksklusif dan tidak boleh menutup diri. Oleh karena itu, dia berpesan supaya Pemuda Katolik utk Kemudian mengimplementasikan nasionalisme dan Pancasila. Muskomcab Lamteng juga dihadiri oleh anggota DPD RI asal Lampung Anang Prihantoro, Komcab Pringsewu,Komcab Bandar Lampung, Peradah, Pemuda Muhamadiyah dan organisasi kepemudaan lainnya Bupati Lamteng Mustofa membuka langsung kegiatan yang diisi dengan Masa Penerimaan Anggota (Mapenta) Pemuda Katolik ini. Pada muskomcab ini terpilih sdr. Widi Prasetiyo sebagai Ketua Pemuda Katolik Komcab Lamteng Periode 2016-2019, dalam sambutannya ketua terpilih mengajak seluruh stakeholder bersama-sama membangun organisasi Pemuda Katolik sehingga dampaknya nyata bagi pembangunan daerah khususnya di kabupaten Lampung Tengah. (*)

Sticky
0
November 06, 2016

Muskomcab Kota Bandar Lampung Sukses Terlaksana.

img-20161106-wa0019

Peserta Muskomcab Kota Bandar Lampung bersama dengan Anang Prihantoro (Senator asal Lampung) dok.pribadi

LAMPUNG – Musyawarah Komisariat Cabang Kota Bandar Lampung yang merupakan forum tertinggi ditingkat cabang resmi  digelar. Minggu (06/10) bertempat di Wisma Albertus Keuskupan Tanjung Karang Muskomcab Bandar Lampung dihadiri oleh 52 peserta dari setiap kecamatan yang ada di Bandar Lampung. Di Forum tertinggi ini pula memilih secara musyawarah Sdr. Laurensius Wendi sebagai Ketua Komcab yang baru menggantikan Sdr. Suryo Cahyono, SH. Dalam sambutannya ketua Komcab terpilih mengatakan akan tetap melanjutkan proses regenerasi dengan membangun seluruh stakeholder di Bandar Lampung, selanjutnya romo Roy Suroyo yang merupakan pastor moderator menyampaikan pentingnya membangun kesadaran kaum muda Katolik untuk menempa diri dalam organisasi kemasyarakatan. Sementara itu Marcus Budi Santoso selaku Ketua Komda Lampung menyapaikan proses Muskomcab ini menjadi momentum penting dalam tahapan episode Pemuda Katolik Bandar Lampung selanjutnya, beliau juga menekankan pentingnya penguatan organisasi sehingga proses dan fungsi organisatoris semakin nyata di masyarakat yang plural ini. Senada dengan itu, Anang Prihantoro yang merupakan Senator asal Lampung menyatakan agar Pemuda Katolik terus membangun komunikasi dengan lintas pemuda dari organisasi lain sehingga penguatan kebangsaan terus terjaga. selain itu, hadir juga Ketua Komcab Pringsewu  Sdr. Didik beserta jajarannya. (Ast)

Sticky
0
August 31, 2016

Sukses Terlaksana, Mapenta dan Muskomda Lampung 2016.

IMG-20160827-WA0009

Para Peserta Muskomda beserta undangan (dok.PK)

Bandar Lampung – Pemuda Katolik terus berbenah di usia 71 tahun ini semakin memperkokoh organisasinya di tiap-tiap daerah. Kini giliran Komda Lampung sabtu (27/8) melaksanakan forum tertinggi di tingkat provinsi yaitu Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) bertempat di Wisma Albertus – Bandar Lampung. Muskomda ini pun di hadiri oleh perwakilan 8 Komcab dari 12 Komcab defenitif di Komda Lampung serta perwakilan PP Pemuda Katolik yaitu Stefanus Asat Gusma (Kabid. Pembinaan Organisasi & Keanggotaan), Kikin Tarigan (Ketua LPK), dan Igt. Ganjar Tri Hartanto (Sek. LPK/ Wasek. Bid. Kaderisasi) selain itu juga hadir Romo Philipus Roy Suryo (Koor. Kerawan Keuskupan), tokoh katolik di Banda Lampung T. Purnomo, Frans Wahyudi, Darmidi, dan Ir. Anang Prihantoro yang juga merupakan Senator asal Lampung turut hadir dan sekaligus membuka dengan resmi Mapenta dan Muskomda Pemuda Katolik Komda Lampung.

Dalam sambutannya Anggota DPD RI asal Lampung tersebut berpesan bahwa Indonesia 2020 adalah pijakan menuju Indonesia emas 2045 maka dari itu Pemuda katolik khususnya Komda Lampung agar ikut berkontribusi terhadap cita-cita tersebut tentunya dengan pendidikan dan kaderisasi yang matang di Pemuda Katolik, Pemuda Katolik juga harus mengawal pembangunan desa dan harus menjadi pelaku utam dalam masyarat. “KITA Jangan Pernah Bangga Jadi Penonton” ungkapnya sembari tepuk tangan dari peserta Muskomda.

Mapenta sendiri dihadiri oleh 37 orang dari beberapa Komcab se-Lampung dengan materi-materi dasar organisasi tentang AD/ART serta penjelasan tentang sejarah Pemuda Katolik dari Ketua dan Sekretaris LPK (Lembaga Pendapingan Kaderisasi).

Muskomda tersebut juga memilih Saudara Marcus Budi Santoso sebagai Ketua Komda Lampung Periode 2016-2019. Marcus yang juga merupakan mantan Presidium PMKRI Cab. Lamoung 2001-2003 mengungkapkan bahwa momen Muskomda ini menjadi pijakan dan sadar yang kuat untuk menentukan langkah penting organisasi untuk tiga tahun kedepan bukan itu saja bahwa kesempatan ini kita pergunakan sebaik-baiknya menuju visi yang luhur bersama didalam kembali bangkit dan berkiprah ditengah masyarakat, pembenahan internal melalui pendidikan berjenjang secara berkesinambungan merupakan fokus utama kita, serta membangun jejaring komunikasi dengan lintas eksekutif, Legislatif, OKP, & stakeholders yang ada di Lampung.

Sementara itu Kabid. Pembinaan Organisasi & Keanggotaan PP Pemuda Katolik Sdr. Stefanus Asat Gusma mengatakan bahwa saat ini Pemuda Katolik sedang menjalankan konsolidasi besar-besaran dan kita berharap sebelum Kongres di NTT 2018 panji-panji Pemuda Katolik dapat berkibar di 34 provinsi se-Indonesia, “dibutuhkan komitmen dan kerelaan untuk membangun dan berhimpun dalam sosial kemesyarakatan”, Pungkasnya.(ast/pk)

Sticky
0
August 31, 2016

Marcus Budi Nahkodai Pemuda Katolik Bandar Lampung

IMG-20160827-WA0009

Peserta Mapenta dan Muskomda Pemuda Katolik Komda Lampung (dok.Pribadi)

BANDAR LAMPUNG – Marcus Budi resmi dipilih sebagai Ketua Pemuda Katolik (PK) Bandar Lampung dalam Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) yang digelar di Wisma Albertus Bandar Lampung, Sabtu (27/8).

Selasa (30/8) Marcus mengatakan, momen pemilihan ketua umum Pemuda Katolik kali ini berjalan atas dasar prinsip demokratis tanpa ditunggangi kepentingan-kepentingan pragmatis sesaat.

“Moment penting muskomda yang berjalan sesuai prinsip-perinsip demokratis, fair dan jauh dari kepentingan-kepentingan sesaat. Hal ini tentu menjadi pijakan dan dasar yang kuat untuk menentukan langkah penting organisasi untuk tiga tahun kedepan”, ujar Marcus.

Menurutnya, kehadiran Pemuda Katolik selama ini memang ada, tetapi belum menunjukkan taring dalam memberikan sumbangsih bagi peradaban bangsa dan tanah air. Karena itu, kesempatan tersebut kata markus, mesti dipergunakan sebaik-baiknya menuju visi yang luhur bersama di dalam kiprahnyadalam kehidupan bernegara.

“PK ada namun tak nampak. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri agar PK kembali bangkit dan kiprahnya semakin hadir di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Ketua Presidium PMKRI B.Lampung periode 2001/2002 itu.

Sementara itu perwakilan dari Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma menegaskan bahwa saat ini Pemuda Katolik akan melakukan konsolidasi besar-besaran. Karena itu, kata dia, dibutuhkan komitmen dan keseriusan para kader untuk memberikan yang terbaik bagi kehidupan masyarakat.

“PK sedang menjalin konsolidasi besar-besaran. Dibutuhkn komitmen dan kerelaan untuk mebangun, berhimpun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan,” ungkap Gusma.

Hal senada ditegaskan kembali oleh anggota DPD RI Ir. Anang Priantoro agar kehadiran Pemuda Katolik senantiasa bisa membawa perubahan khusunya dalam arah pembangunan bangsa saat ini.

“Indonesia 2020 adalah pijakan menuju indonesia emas 2045. Ini Menjadi tonggak bangkitnya PK, agar peran dan kontribusinya lebih terhadap pembangunan. Tentu dengan kunci pendidikan dan kaderisasi. PK harus mengawal pembngunan desa dan harus menjadi pelaku utama di dalam masyarakat,” ungkapnya.

Meskipun saat ini secara kelembagaan di Lampung Pemuda Katolik kurang mendapat respon, tetapi kaderisasi internal sudah berjalan dengan baik.

“PK diharapkan segera menyikapi kondisi ini sehingga dampaknya lebih nyata dalam masyarakat,” ungakp Palgunadi yang mewakili alumni.

Kegiatan Muskomda tersebut dihadiri oleh Pengurus PK Stefanus Asat Gusma, Kikin Tarigan, Ganjar dan Koordinator Kerawam Keuskupan Romo Philipus Roy Suryo beserta alumni dan Anggota DPD RI yang membuka secara resmi kegiatan Muskomda. Selain itu, hadir juga 8 komisariat cabang (komcab) dari 12 komcab definitif, yaitu Komcab Bandar Lampung, Lampung Timur, Lampung Selatan, Pringsewu, Lampung Tengah, Pesawaran dan Masuji.

 

Sumber : indonesiasatu.co

Sticky
0
August 29, 2016

KASUS TEROR BOM DAN PENYERANGAN PASTOR HARUS DIUSUT TUNTAS

Medan – MENANGGAPI peristiwa penyerangan yang melukai tangan Pastor Albert S. Pandingan OFMCap dan teror bom di Gereja Santo Yosep Medan, Sumatera Utara, Minggu, 28/8, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik, Karolin Margret Natasa mengecam keras kejadian tersebut.
Walaupun tidak mengakibatkan adanya korban jiwa dan pelaku terkesan amatiran, peristiwa penyerangan dan teror bom ini menurut anggota DPR RI 2014-2019, Komisi IX, Fraksi PDI Perjuangan ini tidak boleh dianggap sepele. Bagi Karolin, aparat harus mengusut tuntas kasus tersebut supaya dapat diketahui kejelasannya, sebagai aksi tunggal atau bagian dari gerakan kelompok lebih besar yang kemungkinan sedang berkembang di Indonesia. “Termasuk apakah suatu kebetulan atau tidak, hal ini terjadi setelah sebelumnya ada kejadian di Tanjung Balai yang juga telah menodai keberagaman dan toleransi di Indonesia,” ungkapnya kepada HIDUPKATOLIK.com ketika dihubungi melalui email, Minggu, 28/8.
Pembukaan Rakernas 20
Karolin Margret Natasa
Sumber: [Pemuda Katolik]
Menurut perempuan kelahiran Mempawah, Kalimantan Barat, 12 Maret 1982 ini, aksi penyerangan pastor dan teror bom tersebut bisa jadi diakibatkan oleh budaya intoleransi kehidupan beragama yang menjadi ancaman serius bagi persatuan dan keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Dan supaya tidak terulang kembali, Karolin berharap kasus tersebut disikapi secara serius oleh seluruh pihak sehingga dapat tuntas dan jelas motif pelakunya. “Sehingga ke depan penyerangan dan teror bom jangan terjadi lagi di Indonesia ,” tegas Karolin.
Tanggapan juga datang dari Romo Antonius Benny Susetyo. Menurutnya, peristiwa penyerangan pastor dan teror bom di Medan ini mengingatkan kembali kepada masyarakat akan budaya kekerasan yang merusak keadaban kemanusian dan menghancurkan martabat kehidupan.
Romo Antonius Benny Susetyo
Sumber: [HIDUP/Stanislaus Hendro Budiyanto]
Supaya peristiwa penyerangan dan teror bom ini tidak terjadi lagi, Romo Benny berharap masyarakat bergerak memutus tali kekerasan dengan gerakan cinta kehidupan. “Selain itu, perlu juga diadakan pendidikan literasi media sosial kepada anak muda, agar para anak muda tidak mudah dirasuki paham-paham radikal,” ungkap Romo Benny lewat pesan pendek kepada HIDUPKATOLIK.com, Minggu sore, 28/8.
Menurut Romo Benny, yang tidak kalah penting untuk dilakukan segenap pihak sebagai upaya untuk mengatasi kejadian-kejadian teror ini, yaitu dengan cara memutus tali kekerasan intoleransi dengan menyebarkan paham “agama ke indonesiaan”. “Caranya dengan memperkuat kesadaran hidup berbangsa dan bernegara, juga menjadikan Pancasila sebagai habitus bangsa,” pesannya.

Sumber : Hidupkatolik.com

Sticky
0
August 28, 2016

Pemuda Katolik dan PMKRI Kecam Bom Bunuh Diri di Medan

Katoliknews.com – Pemuda Katolik dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) sangat menyayangkan dan mengutuk keras upaya percobaan bom bunuh diri dan penyerangan di Gereja Katholik Stasi St Yosef, Medan pada Minggu, 28 Agustus 2016.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini dan mengutuk keras,” kata Hotdiman Manik, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Sumatera Utara dalam konferensi pers di Medan, Minggu.

“Pemuda Katolik sangat menyayangkan kecolongan dari pihak keamanan di Sumatera Utara sehingga tidak bisa mengantisipasi peristiwa ini dari awal,” lanjutnya.

Hotdiman menilai kejadian ini telah merusak situasi toleransi umat beragama di Sumatera Utara.

Padahal, kata dia, selama ini, hubungan antara umat beragama dan situasi toleransi sangat terjaga dengan baik.

“Kami sangat mengharapkan pihak keamanan mengusut tuntas kejadian ini. Kami yakin komplotan teroris di Sumatera Utara ini sudah terbangun dengan rapi dan tidak bisa dipandang enteng,” jelasnya,

Sementara Rikson Wesli Sihotang, Ketua Presidium PMKRI Cabang Medan, meminta masyarakat agar tetap tenang dan bijak dalam menanggapi kejadian ini.

Penganut umat beragama khususnya umat Katolik, kata dia, tidak boleh terprovokasi dengan kasus ini.

“Saya berharap masyarakat tetap tenang dan menjaga situasi tetap kondusif dan saling membantu dan kerja sama dalam memberantas dan mencegah berbagai aksi bom bunuh dan gerakan terorisme lainnya. Kita percayakan penyelesaikan kasus ini pada pihak keamanan sembari kita membantu mereka,” harap Rikson.

Sumber : katoliknews.com

Sticky
0
August 28, 2016

Pemuda Katolik Desak Pihak Keamanan Usut Tuntas Percobaan Bom Bunuh Diri di Medan

IMG-20160828-WA0032

Pengurus Pemuda Katolik Komda Sumut bersama Romo Albert Pandiangan(dok. Komda Sumut)

Medan – Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Sumatera Utara sangat menyayangkan dan mengutuk keras upaya percobaan bom bunuh diri dan penyerangan terhadap Pastor Albert Pandiangan di Gereja Katholik Stasi St Yoseph Jl Dr Mansur Nomor 75 Medan, Minggu (28/8) pukul 08.30 WIB.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini dan mengutuk keras. Pemuda Katolik sangat menyayangkan kecolongan dari pihak keamanan di Sumatera Utara sehingga tidak bisa mengantisipasi peristiwa ini dari awal,” ujar Ketua Pemuda Katolik Komda Sumut Hotdiman Manik dalam konferensi pers di Medan, Minggu (28/8).

Dalam konferensi pers ini, Hotdiman didampingi oleh Wakil Ketua Pemuda Katolik Komda Sumut Binsar Simarmata, Ketua Presidium PMKRI Cabang Medan, Rikson Wesli Sihotang, Sekjen PMKRI Cabang Medan, Doharman Maharaja, Ketua Pemuda Katolik Cabang Medan, Jansen Sihaloho, dan Ketua KMK Unimed, Susilowati Sinulingga.

Hotdiman menilai kejadian ini telah merusak situasi toleransi umat beragama di Sumatera Utara. Padahal, kata dia, selama ini, hubungan antara umat beragama dan situasi toleransi sangat terjaga dengan baik. “Kami sangat mengharapkan pihak keamanan mengusut tuntas kejadian ini. Kami yakin komplotan teroris di Sumatera Utara ini sudah terbangun dengan rapi dan tidak bisa dipandang enteng,” imbuh dia.

Sementara Rikson Wesli Sihotang meminta masyarakat agar tetap tenang dan bijak dalam menanggapi kejadian ini. Penganut umat beragama khususnya umat katolik tidak boleh terprovokasi dengan kasus ini. “Saya berharap masyarakat tetap tenang dan menjaga situasi tetap kondusif dan saling membantu dan kerja sama dalam memberantas dan mencegah berbagai aksi bom bunuh dan gerakan terorisme lainnya. Kita percayakan penyelesaikan kasus ini pada pihak keamanan sembari kita membantu mereka,” harap Rikson.

Berdasarkan laporan dari Polres Medan, dikatakan pada hari Minggu, 28 Agustus 2016, sekitar pukul 08.30 WIB, telah terjadi aksi teror di dalam Gereja Katholik Stasi St Yoseph Jl Dr Mansur Nomor 75 Medan. Percobaan bom bunuh diri dilakukan oleh tersangka Ivan Armadi. Tidak ada korban dalam percobaan bom bunuh diri ini kecuali pelaku sendiri akibat ledakan bom.

Sumber : Beritasatu.com

Sticky
0
August 27, 2016

Pemuda Ahmadiyah Sambangi Pemuda Katolik

PEMUDA AHMADIYAH SAMBANGI PEMUDA KATOLIK

PP Pemuda Ahmadiyah dan PP Pemuda Katolik berfoto bersama usai pertemuan (Dok.Pemuda katolik)

Jakarta – KAMIS, 25/8, malam lalu, Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik menerima tamu rombongan dari PP Pemuda Ahmadiyah atau Majelis Khuddamul Ahmadiyah Indonesia. Karena markas Pemuda Katolik di Duta Merlin sedang direnovasi, maka PP Pemuda Katolik meminjam salah satu ruang pertemuan Gedung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Cikini, Jakarta untuk menerima tamu mereka.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PP Pemuda Ahmadiyah, Zaki Firdaus Syahid mengaku senang atas keterbukaan Pemuda Katolik. Zaki mengatakan, selama ini Pemuda Ahmadiyah memandang Katolik dan organisasi pemudanya sebagai elemen penting bangsa yang memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian dan keadilan lewat usaha nyata, serta berupaya memajukan bangsa bahkan dunia ke tingkat yang lebih baik lagi. “Apresiasi yang tinggi kami sampaikan atas karya nyata ini,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan dari PP Pemuda Katolik, Kikin P. Tarigan S. dan Fredy Yusti Tulis mengawali pertemuan itu dengan cerita seputar kiprah Pemuda Katolik dalam perjalanan bangsa Indonesia. Keduanya juga memberikan gambaran tentang Gereja Katolik secara umum. Pemuda Katolik sebagai anak yang lahir dari rahim Gereja berjuang untuk nilai-nilai keutamaan dan universal seperti perdamaian dan keadilan. “Ini penting disampaikan, agar teman-teman dari PP Pemuda Ahmadiyah, lewat pemaparan ini bisa mengenal tentang Katolik dan arah perjuangan PP Pemuda Katolik,” ujar Fredy.
Seusai pemaparan dari PP Pemuda Katolik, perwakilan PP Ahmadiyah juga menceritakan tentang kekhasan dan aktivitas PP Ahmadiyah. Mereka juga menceritakan tentang kronologi penolakan terhadap Ahmadiyah di Indonesia.
Dalam silahturami yang berlangsung sekitar dua jam itu, Sekretaris Jenderal PP Pemuda Katolik, Christopher Nugroho menegaskan bahwa PP Pemuda Katolik membuka pintu lebar-lebar untuk dialog seputar isu-isu kebangsaan, perdamaian, keadilan dan kemanusiaan. “Termasuk kalau teman-teman mengajak kita futsal, juga boleh,” canda Christopher disambut gelak tawa hadirin.
Christopher menilai perjumpaan, dialog, dan komunikasi yang terjadi malam itu menjadi sebuah keniscayaan antara organisasi pemuda untuk merawat kemajemukan Indonesia. Ia juga menyambut baik pertemuan itu sebagai wujud komitmen untuk merajut dan merawat pluralitas.
Di akhir acara, Zaki, mewakili PP Pemuda Ahmadiyah mengucapkan rasa terima kasih kepada Pemuda Katolik yang telah berkenan menyambut mereka. Sebelum berkunjung ke PP Pemuda Katolik, pada Februari 2016 PP Pemuda Ahmadiyah juga pernah berkunjung ke GP Anshor.
Sticky
0