Login
or
Register

Author Archives admin

March 13, 2016

Pengurus Pemuda Katolik Jawa Timur Resmi Terbentuk

001046_890656_Uskup_Surabaya

Uskup Surabaya, Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono saat memberikan pemberkatan kepada Pengurus Pemuda Katolik Komda Jawa Timur di Gereja Katolik Paroki Sakramen Maha Kudus, Surabaya, Sabtu (12/3). FOTO: Friederich Batari/JPNN.com

SURABAYA – Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Daerah Provinsi Jawa Timur (PK Komda Jatim) resmi terbentuk, Sabtu (12/3). Peresmian Pengurus Pemuda Katolik Komda Jawa Timur ditandai dengan pelantikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, dr. Karolin Margret Natasa dan pemberkatan oleh Uskup Surabaya, Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono di Gereja Katolik Paroki Sakremen Maha Kudus, Surabaya.

Upacara pelantikan Ketua Pemuda Katolik Komda Jawa Timur, Agatha Eka Puspita Retnosari beserta pengurus PK Komda Jatim diawali dengan Misa Konselebran dipimpin Uskup Surabaya, Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, dr. Karolin Margret Natasa meminta pengurus PK Komda Jatim untuk komitmen menjalankan mandat organisasi. Karolin juga meminta Pengurus PK Komda Jatim untuk membangun komunikasi dengan semua pihak.

sumber : jpnn.com

Sticky
1
4 Mandat yang Wajib Diketahui untuk Memperkuat Kewenangan Desa
March 08, 2016

4 Mandat yang Wajib Diketahui untuk Memperkuat Kewenangan Desa

 

Sekretaris Jenderal Asosiasi Dosen Ilmu Pemerintahan Indonesia (ADIPSI) Gregorius Sahdan (kiri), Yurist Oloan (moderator) dan Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng (kanan) saat diskusi Pra-Rakernas Pemuda Katolik 2016 dengan tema “UU Desa” di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Jakarta, Senin (7/3) malam. FOTO: Friederich Batari/JPNN.com

Sekretaris Jenderal Asosiasi Dosen Ilmu Pemerintahan Indonesia (ADIPSI) Gregorius Sahdan (kiri), Yurist Oloan (moderator) dan Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng (kanan) saat diskusi Pra-Rakernas Pemuda Katolik 2016 dengan tema “UU Desa” di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Jakarta, Senin (7/3) malam. FOTO: Friederich Batari

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Asosiasi Dosen Ilmu Pemerintahan Indonesia (ADIPSI) Gregorius Sahdan mengingatkan ada empat pilar kewenangan yang wajib diketahui perangkat desa bersama elemen masyarakat desa terkait implementasi UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Keempat pilar tersebut  yakni pilar pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan, dan kemasyarakatan.

Hal itu disampaikan Gregorius Sahdan saat diskusi Pra-Rakernas Pemuda Katolik 2016 dengan tema “UU Desa” di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Jakarta, Senin (7/3) malam.

Pembicara lain yang hadir dalam diskusi yang dipandu Yurist Oloan (Pengurus Pusat Pemuda Katolik), adalah Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng. Tampak pula hadir antara lain Senator atau anggota DPD RI dari Provinsi Sumatera Utara Parlindungan Purba, Anggota DPD RI dari Provinsi Lampung, Anang Prihantoro, Sekjen Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Christopher Nugroho, Ketua Bidang Politik PP Pemuda Katolik, Frederikus Lusti Tulis serta sejumlah aktivis pemuda dan mahasiswa.

Menurut Gregorius, mandat UU Desa khusus untuk pilar pemerintahan meliputi upaya memperkuat penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif, profesional, transparan dan akuntabel. Selain itu, memperkuat kepala desa sebagai pemimpin masyarakat. Juga meningkatkan kapasitas kinerja penyelenggaraan pemerintahan desa; memperkuat kinerja pemerintah desa dalam memberikan pelayanan publik kepada warga serta mengoptimalkan dana/keuangan desa dan aset desa untuk kesejahteraan rakyat.

Sementara itu, pilar kewenangan di bidang pembangunan meliputi upaya memperkuat desa sebagai subyek pembangunan. “Yang penting juga adalah meningkatkan kualitas hidup manusia dan menanggulangi kemiskinan serta meningkatkan/mengembangkan potensi ekonomi desa menjadi ekonomi produktif,” tegas Gregorius yang juga Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan STPMD Yogyakarta.

Terkait pilar pemberdayaan, Gregorius menekankan pentingnya membangkitkan prakarsa, kemampuan, gerakan, dan partisipasi masyarakat desa. Selain itu, memperkuat emansipasi lembaga/organisasi masyarakat serta meningkatkan kesadaran hak dan kewajiban masyarakat desa.

Sedangkan pilar kemasyarakatan, dia mengingatkan tentang perlunya melindungi, melestarikan dan memajukan adat, tradisi, dan budaya masyarakat desa; memperkuat ketahanan sosial budaya masyarakat desa; memelihara kerukunan sosial dan kegotongroyongan. Selain itu, memupuk kebersamaan dan aksi bersama antara pemerintah desa, lembaga-lembaga desa, dan masyarakat.

sumber : jpnn.com

Sticky
0
February 29, 2016

Karolin Lantik Pengurus Pemuda Katolik Komda Bali

DENPASAR – Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, dr. Karolin Margret Natasa melantik Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Bali Periode 2016-2019 di Hotel Sens Gianyar Bali, Sabtu (27/2).

Kepengurusan PK Komda Bali yang dipimpin Herman Umbu Billy merupakan hasil dari Muskomda yang digelar, 26-27 Februari 2016. Meski baru regenerasi Pengurus PK Komda Bali namun melaunching Satuan Tugas Tanggap Darurat (STTD) yang nantinya akan menangani bencana di Provinsi Bali.

komda bali 2

Menurut Umbu, ini sesuai dengan semangat awal Kongres Nasional Pemuda Katolik di Batam, Kepulauan Riau, Agustus 2015, dimana Karolin mengajak para kader untuk tidak banyak bicara tetapi harus kerja nyata.

Karolin selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, menyambut baik STTD PK Komda Bali. “Ini bisa menjadi inspirasi bagi yang lain,” ujar Karolin.

pelantikan komda bali

Setelah resmi menjabat sebagai Ketua PK Komda Provinsi  Bali, Herman Umbu Billy melantik dua Ketua PK Komisariat Cabang (Komcab) Denpasar dan Gianyar serta melantik tujuh caretaker yang akan mengurus 7 cabang lain di Provinsi Bali.

Usai Pelantikan, panitia membekali kader dengan menggelar Seminar bertema “Menjadi Pemimpin 100% Katolik 100% Indonesia. Seminar ini menampilkan pembicara yakni Romo Rofinus Neto Wuli, Brigjen Andreas Y Purwoko Bhakti dari Keuskupan Ordinariat Militer Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Romo Rofinus maupun Brigjen Purwoko mengajak kader-kader PK Komda Bali untuk berani berpikir dan berkarya untuk gereja dan negara. “Meski minoritas, kita harus menunjukan kontribusi kita dalam perjalanan bangsa dan negara ini,” ujar Brigjen Purwoko.

Kader PK harus menunjukkan kualitas lebih. Karena itu, perlu tekad, latihan untuk mengembangkan diri sebagai kader PK.

Karolin mengimbau kader PK di cabang-cabang Komda Bali untuk bertindak dan berkarya bagi masyarakat. “Karya seperti STTD harus terus dilakukan, PK tidak boleh sekadar berkonsep,” kata Karolin mengingatkan.

 

sumber : jpnn.com

Sticky
0