Login
or
Register

Author Archives admin

May 13, 2017

PEMUDA KATOLIK KOMCAB SIKKA GELAR DIALOG KEBANGSAAN

Peserta Dialog Kebangsaan Komcab Sikka (dok.PK)

Sikka,NTT – Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Sikka menggelar dialog kebangsaan dengan tema “Silent Majority Melawan Gerakan Intoleransi dan Disintegrasi Bangsa” pada jumat (12/05) pukul 18.00 Wita di Pusat Jajanan dan Cinderamata Maumere, Kabupaten Sikka – NTT. Kegiatan dialog yang bernama KPK (Kulababong Pemuda Katolik)  ini di pandu langsung oleh Moderator Yos Bajo.

Dalam dialog kebangsaan ini Dr.Geri Gobang yang mewakili akademisi mengatakan bahwa bangsa Indonesia sekarang sedang dihadapkan dengan ideologi transnasional. Ideologi ini sedang menyusup dan sekarang telah menjadi terang benderang karena kendaraan yang digunakan sekelompok orang adalah agama.cIdeologi transnasional ini disusupkan lewat jalur-jalur formal dan negara seolah-olah dalam tanda kutip menonton atau diam dengan ideologi transnasional tersebut.

Ideologi transnasional ini sudah mulai masuk dikampus dan melakukan kegiatannya. Mereka menyusup masuk lewat kelompok-kelompok muda ini.Yang mereka susupkan adalah ideologi-ideolagi radikalisme yang berbasis agama pada kelompok muda ini. “Proses politik di DKI Jakarta itu merupakan puncak gunung es yang sangat kelihatan sekali.” Tandasnya

Dosen Unipa ini menuturkan bahwa hari ini seluruh masyarakat Silent Majority tidak mau berdiam lagi karena sudah lama mereka berdiam sehingga ada gerakan-gerakan yang mulai muncul. Kita lihat sekarang kota-kota di Indonesia melakukan suatu simbolisasi dengan menyalankan lilin sebagai bentuk kesadaran agar dapat menggugah hati banyak orang untuk agar kembali ke konsesus nasional kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam keberagaman .

Ia menambahkan Ideologi transnasional ini merupakan paham-paham radikalisme dimana mereka ingin membangun negara Indonesia menjadi negara Islam sehingga negara tidak boleh diam dengan ideolagi transnasional ini .

“Negara tidak boleh membiarkan ormas-ormas radikalisme yang ingi memecah belah bangsa ini ,Negara harus segera memberantas ormas radikalisme tersebut” tegasnya.

Jhon Balla dari LSM dalam dialog ini mengatakan dimana perbedaan itu sesuatu yang ada oleh karena itu, atas perbedaan itu kita diwajibkan untuk bertoleransi. Kalau kita tidak bertoleransi maka kemudian akan muncul intoleransi yang dapat memperngaruhi yang lain sehingga melahirkan paham radikalisme.Kita semua yang ada memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama kita melawan gerakan-gerakan radikalisme

“Negara harus tegas dan netral dalam hal ini TNI dan POLRI harus memberantas gerakan radikalisme yang menolak Pancasila, Kalau negara tidak tegas maka kita terpecah belah dan tidak intoleren” Pangkasnya.

Sementara itu, Ketua KNPI Kabupaten Sikka Yanto Kliwon mengatakan fenomena yang terjadi akhir-akhir ini belum final karena kita berbicara tentang Indonesia, Nasionalisme, Imajinasi kebangsaaan tetapi kita warga Indonesia masih terkotak-kotak dan memandang orang lain masih berbeda-beda. Fakta yang terjadi adalah kondisi hari ini banyak masyarakat yang tidak Intoleren.

“Ketika kita orang tua ini tidak bisa menerima perbedaan ,tidak bisa toleran kita sebagai orang tua untuk tidak mengwariskan ke anak cucu kita.Kita harus ada keberanian moril untuk memutuskan mata rantai keterbelahan etnis, agama, dan suku “Tegasnya

Camat Kangae ini juga meminta Kita harus terus menciptakan ruang-ruang perjumpaan ini maka negara harus hadir untuk menciptakan ruangan ini dengan melakukan diskusi-diskusi ini agar tidak terjadi seperti sekarang ini.

Dalam dialog Kebangsaan ini juga dihadiri oleh Kepala Kesbangpol Kabupaten Sikka Thomas Ola Peka, Wakapolres Sikka Muhamad Saleh, Danramil Alok Kapten INF Surikan, Ketua Fraksi NasDem Silferius Angi, Camat Alok Fitrinita, Ketua Pemuda Pancasila Yosep Nong Soni, Ketua PMKRI Cabang Maumere Ama Laga, GP Ansor Edi Kurniawan dan Mantan Bupati Sikka Alexander Longginus serta Ketua Pemuda Katolik Kabupaten Sikka Andi Pio.

Kontributor : Angga Macan
Editor           : Asta Sembiring
Sticky
0
May 10, 2017

Pernyataan Sikap Pemuda Katolik Beserta Ormas Katolik terkait Maraknya Intoleransi

Ketua Umum Pemuda Katolik

JAKARTA-Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Katolik yakniPimpinan Pusat Pemuda Katolik (PP Pemuda Katolik), Presidium Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PP PMKRI), Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (PP ISKA), Dewan Pimpinan Pusat Wanita Katolik Republik Indonesia (DPP WKRI) dan Sekretariat Nasonal Forum Masyarakat Katolik Indonesia (Seknas FMKI) menyampaikan seruan dan dukungan menjaga Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa.

Surat pernyaan sikap ini ditandatangani  Ketua Presidium PP PMKRI Angelo Wake Kako dan Bernadus Tri Utomo (Sekretaris Jenderal) , Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Karolin M. Natasa dan Christoper Nugroho (Sekretaris Jenderal), Ketua Presidium PP ISKA, Hargo Mandiraharjo dan Benny Sabdo (Sekretaris Jenderal), Ketua Presidium DPP WKRI, Justina Rostiawati dan E. Sri Hari Lestari (Sekretaris Jenderal) serta Sekretaris Nasional FMKI, Veronica Wiwiek S.

Dalam salah satu point pernyataan sikapnya, Ormas Katolik ini mendukung penuh pemerintah untuk mengambil tindakan tepat dan cepat pada semua ormas maupun kelompok apapun latar belakangnya (Suku, agama dan ras) di seluruh Indonesia yang secara nyata merongrong tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dari Sabang hingga Merauke.

Dijelaskan, para pahlawan dan pendiri bangsa ini telah mengorbankan jiwa dan raganya membangun pondasi kebangsaan hidup bersama dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama telah berjuang dan meletakkan dasar yang kuat dengan didasari toleransi dan kebesaran hati untuk mengakui eksistensi semua anak bangsa tanpa terkecuali.

Perjalanan bersama sebagai NKRI telah kita lalui dengan suka dan duka, serta melalui perjalanan sejarah yang gemilang namun juga tidak dipungkiri ada masa kelam juga yang dilalui bangsa ini. Hendaknya kita belajar secara arif bijaksana dari sejarah perjalanan bangsa ini.

Menyikapi kondisi saat ini dengan maraknya intoleransi yang membahayakan Kebhinekaan NKRI yang berasaskan Pancasila.

Maka kami para pimpinan Ormas Katolik dengan ini menyatakan :

  1. NKRI yang berasaskan Pancasila, bersemangatkan Bhinneka Tunggal Ika dan Undang Undang Dasar 1945 adalah konsensus final para pendiri bangsa. Segala upaya yang dilakukan untuk merubah konsensus tersebut sama juga dimaknai secara nyata sebagai upaya membubarkan NKRI.
  2. Kami para penerus perjuangan pendiri bangsa Indonesia yang didalamnya juga terdapat peran serta para pendiri ormas ormas Katolik berkomitmen mempertahankan tetap tegaknya NKRI. Kami tidak akan membiarkan segala bentuk upaya yang akan merongrong kedaulatan apalagi membubarkan NKRI.
  3. Mendukung penuh pemerintah untuk mengambil tindakan tepat dan cepat pada semua ormas maupun kelompok apapun latar belakangnya (Suku, agama dan ras) di seluruh Indonesia yang secara nyata merongrong tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dari Sabang hingga Merauke.

sumber : Beritamoneter.com

Sticky
0
May 02, 2017

Me Hoa Ketua Pemuda Katolik Babel, Ini Program Kerjanya

dari Ki-Ka Stefanus Asat Gusma (Kabid. Org PP), Michelle (sek. Komda Babel Demisioner), Me Hoa (Ketua Komda Terpilih), Kikin Tarigan (Ketua Komda Babel Demisioner) (dok.Pk)

BELITUNG – Me Hoa, kader pemuda Katolik asal Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) terpilih sebagai Ketua Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Ketua Komisi I DPRD Bateng asal PDIP ini terpilih secara musyawarah dan mufakat pada Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) Pemuda Katolik Komda Provinsi Kepulauan Babel di Hotel Aksi, Jalan Mentok, Pangkalpinang yang digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu (29-30/4).

Pada muskomda ini juga terpilih pengurus Komisariat Cabang (Komcab) Pemuda Katolik lima kabupaten/kota se Provinsi Kepulauan Babel yakni Simon Servianus sebagai Ketua Komcab Pemuda Katolik Kabupaten Belitung, Gunawan Tjen, Ketua Komcab Kota Pangkalpinang, Yohanes Tamaela, Ketua Komcab Bateng, Martinus Adi Prianto, Ketua Komcab Bangka Barat (Babar) serta Bertnadus Reco, Ketua Komcab Bangka.

Pelantikan Ketua Umum Komda Pemuda Katolik Babel dipimpin Stefanus Asat Gusma, Kepala Bidang Organisasi Pemuda Katolik pusat. Sementara itu Ketua Komcab lima kota/kabupaten se Babel dilakukan oleh Me Hoa sebagai Ketua Komda Pemuda Katolik Babel yang baru dilantik.

Hadir dalam pelantikan ini Budiman Ginting, Asisten II Pemprov Babel mewakili Gubernur Babel, Vikjen Keuskupan Pangkalpinang Romo Nugroho Tri Susanto, Anggota DPR RI, Rudianto Tjen, Ketua Lembaga Kaderisasi Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Kikin P Tarigan, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga/OKP Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Michelle Wonda L, tokoh masyarakat, tokoh agama, pengurus ormas kepemudaan serta undangan lainnya.

Me Hoa dalam sambutannya mengatakan, sebagai Ketum Komda Pemuda Katolik Babel ia berpegang teguh pada Tri Satya Pemuda Katolik dimana perjuangan ormas ini untuk gereja dan negara.

Ia akan membuka komunikasi dan menjalin hubungan yang baik dengan organisasi kepemudaan lainnya untuk berjuang bersama demi NKRI yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, mengawal Pancasila dan UUD 45.

“Kita akan bergandegan tangan dan menjalin silaturahmi dengan ormas kepemudaan lainnya untuk menciptakan pluralitas yang baik di Babel,” kata Me Hoa.

Sementara itu Assisten II Pemprov Babel Budiman Ginting yang membacakan sambutan Gubernur Babel Rustam Efendi mengucapkan selamat kepada pengurus Komda Pemuda Katolik Babel maupun Komcab Pemuda Katolik kabupaten/kota se provinsi Babel yang terpilih dengan mekanisme yang benar.

“Selamat menjalankan tugas dan selamat menjadi bagian dari organisasi kepemudaan di Babel yang baik dan benar, penuh perhatian dan memeliliki tanggungjawab yang tinggi menjalankan progranm kerja ytang telah disepakati bersama,” kata Budiman.

Menurut Budiman, seiring dengan program pembangunan Provinsi Babel yang memprioritaskan sektor pariwisata, kelautan dan perikanan, perkebunan dan pertanian serta sektor industri dan perdagangan sebagai penggerak ekonomi daerah, membutuhkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan berjiwa kewirausahawan serta berdedikasi di kalangan generasi muda.

“Oleh karena itu Pemprov Babel mengajak ormas Pemuda Katolik untuk bersinergi dalam pembangunan bersama di provinsi ini. Hal ini saya sampaikan karena saya melihat Ketua Umum Pemuda Katolik Periode 2015-2018, Karolin Margaret Natasha yang mampu mengembangkan program pendidikan, kewirausahaan dan koperasi bagi para kader Pemuda katolik,” katanya.

Karolin ditetapkan sebagai ketua dalam puncak Kongres XVI Pemuda Katolik di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (23/8/2015) lalu. Gubernur menurut Budiman sangat mengapresiasi program yang disusun Karolin.

Gubernur berharap dengan dilantiknya pekengurusan Komda dan Komcab Pemuda Katolik di Babel, memiliki komitmen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Babel dengan semangat pro exclesia et patria.

sumber : tribunnews.com

Sticky
0
May 01, 2017

Pemuda Katolik Resmi Hadir di Bumi Serumpun Sebalai, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Komda Babel Beserta PP Pemuda Katolik dan perwakilan Hirarki (dok.PK Babel)

Rangkaian proses pembentukan Pemuda Katolik Komisariat Bangka Belitung berjalan dengan sukses, setelah melalui berbagai tahapan.

Awalnya lewat dialog media sosial, gagasan pembentukan diajukan Ketua Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Pangkalpinang Rm Hans Jeharut. Proses berjalan hingga pada 29-30 April bertempat di Hotel Aksi, Bangka Belitung secara resmi dilaksanakan Mapenta, Muskomcab, Muskomda dan Pelantikan Pengurus.

Mapenta diselenggarakan pada 29 April yang dihadiri 80 peserta dari 5 (lima) Kab/Kota di Provinsi Bangka Belitung. Hadir sebagai narasumber Wakil Bupati Bangka Barat Markus (selanjutnya menjadi Pembina Pemuda Katolik Komda Babel), Rm Hans Jeharut (Ketua Komisi Kerawam Keuskupan Pangkal Pinang serta perwakilan PP Pemuda Katolik yaitu Kikin Tarigan (Caretaker Ketua Komda Babel yang juga Ketua LPK), Michelle Wondal (Caretaker Sekretaris Komda Babel ) dan Stefanus Gusma(Kabid. Pembinaan Organisasi & Keanggotaan).

Setelah secara resmi dilantik sebagai anggota, setiap anggota dari masing-masing Kab/Kota melakukan Muskomcab hingga terpilih Pengurus di Kota Pangkalpinang, Kab Bangka Barat, Kab Bangka, Kab Bangka Tengah dan Kab Belitung.

Selanjutnya dilaksanakan Muskomda hingga menghasilkan Kepengurusan Definitif untuk periode 2017-2020 yang dinahkodai Me Hoa (Komcab Bangka Tengah) melalaui tahapan lobbying 3 kandidat dan secara aklamasi diterima oleh forum Muskomda.

Ibu 2 (dua) orang anak ini, selain aktif di berbagai organisasi sosial juga sebagai Anggota Fraksi PDI Perjuangan dari Kab Bangka Tengah.

Kontributor : KP Tarigan
Editor            : Asta

Sticky
0
April 30, 2017

Pemuda Katolik Semakin Diminati Banyak Pihak

Ketiga Calon Ketua Komda Menyampaikan Visi – Misi nya.

Kehadiran dan geliat Pemuda Katolik semakin diminati banyak pihak. Terbukti dalam gelaran Muskomda Pemuda Katolik Provinsi Bangka Belitung pada 29-30 April 2017 sebanyak  3 (tiga) orang kandidat ketua bersaing memperebutkannya.

Ferdinan Widyantoro dari Komcab Pangkalpinang, secara terbuka telah diusulkan Komcabnya untuk menjadi Bakal Calon Ketua. Pengusaha muda ini sudah didaulat menjadi bakal calon sebelum proses penjaringan calon.

Selanjutnya Me Hoa dari Komcab Bangka Tengah selain mendapat dukungan dari Komcabnya juga mendapat dukungan terbuka dari Komcab Bangka Barat. Anggota DPRD Kab Bangka Tengah ini dalam kesempatan yang sama adalah Ketua Panitia Muskomda Bangka Belitung.

Lantas, Gunawan Tjen, Ketua Komcab Pangkalpinang secara tiba-tiba didaulat untuk menjadi bakal calon ketua oleh Komcab Belitung. Ketua salah satu sayap partai ini, yang juga merencanakan maju dalam perhelatan Pilwali Kota Pangkalpinang 2018 mendatang juga menerima dukungan tersebut.

Namun, setelah menyampaikan visi dan misi dari masing-masing calon, menjelang pemungutan suara Pimpinan Sidang memberikan kesempatan kepada ketiga calon untuk memasuki tahap lobbying sebelum melampaui pemilihan Ketua.

Dalam lobbying kurang lebih 30 menit ketiga calon akhirnya memutuskan Me Hoa sebagai Calon Ketua Komda Bangka Belitung. Ketiga calon bersepakat dalam masa awal pendirian Komda Bangka Belitung diperlukan sinergi semua pihak. Sidang pleno Muskomda secara aklimasi akhirnya menerima keputusan lobbying dari ketiga calon tersebut.

Selamat Me Hoa, wanita ketiga di Pemuda Katolik yang menjabat sebagai Ketua Komisariat Daerah.

Kontributor : KP Tarigan
editor            : Asta

Sticky
3
April 03, 2017

MAPENTA dan MUSKOMCAB Kota Pontianak : Hadirkan 100-an Kader-Kader Baru

Pemberian Sertifikat Mapenta oleh Sek. Komda Glorio Sanen (dok.PK)

Pontianak – Musyawarah Komisariat Cabang (Muskomcab) Pemuda Katolik Komcab Pontianak, Sabtu (1/4) resmi digelar. Bertempat di Ballroom Hotel Kapuas Dharma, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, kegiatan tersebut diawali terlebih dahulu oleh Masa Penerimaan Anggota (MAPENTA) dimana Mapenta ini dihadiri oleh aktifis warga muda katolik di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya  D. Tezzy selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa ‘Kegiatan ini dimaksudkan untuk menampung aspirasi dan minat keterlibatan kaum muda yang semakin meningkat”.

sementara itu Komda Kalimantan Barat dalam hal ini diwakili oleh sekretaris Komda Sdr. Glorio Sanen menyampaikan,” harapan saya agar ketua yang akan terpilih beserta jajaran pengurus mampu melaksanakan mandat yang diamanatkan dalam Muskomcab. Pekerjaan pertama bagaimana melakukan komunikasi pada hierarki gereja dan pemerintah. Pemuda katolik dalam konstelasi politik juga harus mendorong proses demokrasi berjalan adil dan demokratis.”

“Itu bagian penting dari Pemuda Katolik mengawal proses demokrasi dan tidak memihak pada satu pasangan calon,” harapnya.

salam kegiatan Muskomcab terpilihlah secara musyawarah mufakat sdr.  Alexander sebagai Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kota Pontianak Periode 2017-2020. Ketua terpilih yaitu Alexander juga menyampaikan harapannya agar rekan-rekan dikepengurusannya bisa memanfaatkan segala potensi dan jaringan yang ada guna kemajuan organisasi.

Kegiatan Muskomcab ditutup dengan agenda pelantikan Pengurus Komcab Kota Pontianak Periode 2017-2020 dimana Sdr. Glorio Sanen bertindak atas nama Pengurus Pemuda Katolik Komda Kalimantan Barat untuk melantik kepengurusan yang telah terbentuk.

Di dalam sambutannya Glorio “Ini proses yang memang murni di dalam Muskomcab melalui musyawarah mufakat,” katanya.

Hadir juga dalam acara Pelantikan yaitu Bendahara Komda sdr. Wiro Pranata beserta jajaran kepengurusan Komda Kalimantan Barat, Kabid Dispora Par Kota Pontianak, Kewaka Universitas Tanjungpura, Utusan-utusan dari beberapa kampus yang ada di Kota Pontianak, serta Utusan Pemuda Katolik dari Komcab Kubu Raya.

kontributor : Harianto
editor           : Asta

Sticky
0
April 03, 2017

Komcab Kab. Pringsewu : Budi Setiawan Resmi Pimpin Pemuda Katolik Komac Gadingrejo.

Ketua Komac terpilih Budi Setiawan bersama pimpinan sidang Muskomac (dok.Komac Gadingrejo)

PRINGSEWU – Exnatius Budi Setiawan terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Komisariat Anak Cabang (Muskomac) Pemuda Katolik Komac Gadingrejo, Minggu (2/4) di Pekon Kediri Kecamatan Gadingrejo.
Dalam Muskomac Pemuda Katolik Komac Gadingrejo itu juga diberi  wawasan terkait ormas Pemuda Katolik. Salah satu Penasehat Pemuda Katolik Komcab  Pringsewu, Rahwoyo SE, yang juga anggota DPRD Pringsewu mengatakan Pemuda Katolik itu  harus mampu menumbuhkan tingkat ekonomi anggotanya.

Sehingga, kader organisasi ini bisa lebih mandiri. Tidak hanya itu, dia meminta supaya Pemuda Katolik memiliki kerja nyata. “Berkerjalah dengan sebaik-baiknya, bergandeng tangan dengan ormas kepemudaan  lainnya,”saran Rahwoyo.

Lebih lanjut Perwakilan Pengurus Pemuda Katolik Komda Lampung, Antonius Mustaim mengatakan,  anggota Pemuda Katolik harus bisa menjadi kader yang handal bisa di segala bidang.
“Kader juga harus memupuk nilai-nilai kebangsaan dan meningkatkan toleransi antar umat beragama serta menjadi pioner dalam menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pemuda Katolik Komcab Pringsewu, R. Didik Budiawan C mengungkapkan, Muskomac Pemuda Katolik Komac Gadingrejo merupakan salah satu agenda kerja dalam memenuhi struktur kepengurusan Pemuda Katolik di tingkat kecamatan.

“Muskomac Gadingrejo merupakan kegiatan muskomac yang pertama dilaksanakan di tingkat Lampung. Sehingga,  Komac Gadingrejo harapannya dapat menjadi percontohan komac ditingkat Lampung,” kata dia.
Ditambahkan Didik, Pemuda Katolik sudah ada sejak kemerdekaan RI. Sementara di Kabupaten Pringsewu kepengurusannya muncul kembali di awal bulan Oktober 2016. Dia menekankan  Pemuda Katolik bukan sebagai organisasi politik atau bahkan sebagai underbow parpol.

Organisasi ini merupakan organisasi kader yang tujuannya untuk mendidik atau melatih anggota supaya menjadi kader yang handal di segala bidang. Sehingga bisa menjadi kader yang dapat memberi sumbangsih pembangunan masyarakat khususnya Kabupaten Pringsewu.

Pemuda Katolik Komcab Pringsewu juga telah terdaftar sebagaimana organisasi lainnya di Pemerintah Kabupaten Pringsewu. Sebagaimana Surat Keterangan Terdaftar Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pringsewu Nomor : 00-II.03-LL.03/0003/II/2017.

Exnatius Budi mengatakan atas terpilihnya sebagai Komac Gadingrejo Kabupaten Pringsewu akan segera menyusun struktur kepengurusan. Serta agenda kerja yang sesuai dengan visi-misi Pemuda Katolik.
Budi dalam memimpin Pemuda Katolik Komac Gadingrejo didampingi oleh Melisa Stiyani sebagai Sekretaris dan Sirilius Febri Kuncoro sebagai bendahara. (ast)

Sticky
0
March 27, 2017

KAROLIN AJAK PEMUDA KATOLIK LAWAN HUMAN TRAFFICKING DI NTT

Ketua Umum PP Pemuda Katolik (dok.Pk)

NTT – Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik dr. Karolin Margret Natasa mengajak seluruh Pemuda Katolik di  Nusa Tenggara Timur untuk bersama-sama melawan Human Trafficking yang makin marak akhir-akhri ini. Pasalnya, Human Trafficking adalah kejahatan terhadap kemanusian dan biasanya pelakunya merupakan orang-orang dekat disekitar kita karena yang sering membujuk mereka untuk berangkat mencari kerja adalah orang tua mereka itu sendiri.

“Kita jangan dulu menyalahkan orang lain yang menjual ke luar negeri deh,tetapi yang menjual mereka di kampong itu siapa? bapaknya kah, pamannya kah, atau kelurarganya kah. Kadang-kadang sering kali yang membujuk untuk berangkat mencari kerja malah keluarga dekat mereka” Tegas Ketua Umum PP Pemuda Katolik Saat ditemui Media, Minggu (26/03) di Hotel Wailiti, Kabupaten Sikka

Lanjutnya, korban perdagang manusia ini berangkat karena tergiur dan diberikan mimpi dengan gaji yang besar tetapi kenyataan yang terjadi tidak seperti itu.Kita sebagai Pemuda Katolik harus melawan human trafiking ini dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama umat katolik. Kita memilki banyak ordo-ordo katolik yang tersebar di NTT yang telah banyak membantu korban Human Trafficking sehingga Pemuda Katolik bersama mereka untuk memberantas perdagangan manusia yang terjadi ini.

“Kita sebagai Pemuda Katolik ini harus melakukan kegiatan dengan memberikan penyuluhan dan pembinaan tingkat umat.Pemuda Katolik memilki akses yang sangat luas sampai tingkat bawah untuk bersama-sama bekerja diladang Tuhan ini dengan memberikan materi-materi penyuluhan kepada mereka” tandas Politisi Perjuangan ini.

Ia juga meminta kepada seluruh masyarakat NTT untuk tidak mempercayai orang dengan janji-janji sekaligus Pemuda Katolik yang ada di NTT untuk bisa terlibat langsung dengan masyarakat dengan meberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terjadi perdagangan manusia di NTT

Kontributor : Angga Macan
Editor           : Asta Sembiring
Sticky
0
March 27, 2017

Andi Pio Pimpin Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Sikka

Ketua Komcab terpilih Andi Pio (dok.Pk)

SIKKA,NTT – Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Sikka kini memiliki pemimpin baru yang akan menakhodai organisasi Pemuda Katolik yang selama mengalami kevakuman. Gaudensius Andy Nong Pio terpilih  sebagai ketua organisasi tersebut periode 2017-2020 secara musyawarah mufakat melalui Musyawarah Komisariat Cabang yang berlangsung pada minggu (26/03) bertempat di Hotel Wailiti, Kabupaten Sikka.

Proses Musyawarah yang salah satunya agenda didalamnya memilih pengurus baru  berjalan dengan penuh kekeluargaan. Andy Pio mengawali sambutannya setelah terpilih  mengatakan terima kasih kepada seluruh anggota forum yang telah mempercayai dirinya untuk memimpin organisai Pemuda Katolik di Kabupaten Sikka. Organisasi Pemuda Katolik ini sejak lama berada di Kabupaten Sikka tetapi mengalami kevakuman tetapi kita bersyukur sekali dimana pada tahun 2017 organisasi ini mulai bangkit untuk menunjukan eksitensinya dan bisa berkiprah didaerah-daerah lain terutama yang menjadi basis mayoritas katolik untuk  menjadi garda terdepan gereja dan bangsa Indonesia.

“Trimakasih kepada semua kita yang telah mempercayai saya untuk memimmpin organisasi ini.organisasi ini tidak bisa berjalan dengan baik bahkan akan mati kalau semua yang ada membiarkan saya untuk bekerja sendiri.Saya menyadari itu ,saya tidak bisa sendiri,oleh karena itu,menjadi tugas kita semua untuk bersama-sama membesarkan organisasi Pemuda Katolik di Kabupaten Sikka ini” Tegas Andy.

Ketua terpilih ini meminta kepada semua pengurus yang nantinya mengisi kepengurusan Pemuda Katolik nantinya untuk bersama-sama membesarkan organisasi ini agar bisa melahirkan kader-kader  yanga kan ikut berperan dalam pembangunan di daerah ini terutama dalam gereja itu sendiri.

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik  dr.Karolin Margret Natasa yang berkesempatan hadir mengatakan menjadi ketua adalah sebuah pengorbanan dan pengabdian kita untuk membesarkan organisasi Pemuda Katolik dalam upaya untuk membina umat Katolik.Proses pemilihan ini adalah proses yang  sah dan di akui oleh pengurus Pusat.

“Saya menyambut baik proses pemilihan yang terjadi ,tentu tadi ada dinamika tetapi bisa menghasilkan seorang Ketua yang akan memimpin organisasi ini,Selamat buat Ketua yang terpilih hari ini”kata Bupati terpilih Kabupaten Landak periode 2017-2021

Ia juga meminta kepada Ketua yang terpilih bersama-sama untuk segera membentuk kepengurusan secepatnya sehingga kita akan melakukan pelantikan kepengurusan Pemuda Katolik di Kabupaten Sikka ini.

Mantan Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan ini menambahkan organisasi Pemuda Katolik ini adalah organisasi bersifat nasional yang dipantau oleh seluruh Komisariat Daerah dan Komisariat Cabang yang berada di seluruh Indonesia sehingga kita harus menjaga nama baik organisasi ini agar terus menjalin kekompakan yang ada.

Ia juga meminta untuk kader-kader Pemuda Katolik untuk bisa mengabdikan dirinya lebih luas dalam kepentingan masyarakat Indonesia karena kita memilki tanggung jawab.

Kontributor : Angga Macan
Editor           : Asta Sembiring
Sticky
0
March 19, 2017

Mapenta Komcab Melawi : 100% Katolik dan 100% Indonesia.

Pemateri

Ketua LPK PP Pemuda Katolik Kikin Tarigan saat menjadi pemateri di Mapenta Komcab Melawi (dok. pribadi)

100% Katolik dan 100% Indonesia

Tema kontekstual ini kembali di angkat oleh Panitia Mapenta dan Pelantikan Komcab Pemuda Katolik Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

“Sebuah tema yang tidak ada habisnya” urai Kikin Tarigan, selaku Pembicara awal dalam kegiatan tersebut.

“Dari thema ini kita bisa merunut jelas keberpihakan warga Katolik Indonesia, dari sebelum kemerdekaan hingga mengisi kemerdekaan hingga ke depan dalam mewujudkan masyarakat Adil dan Makmur, sesuai Visi dan Misi Pemuda Katolik.”

Dalam pemaparannya Kikin mendudukkan secara runtut penataan keterlibatan aktif masyarakat Katolik melalui tangan dingin Pelopor dan Pendidik Rm Van Lith. Kalau selama ini masyarakat lebih mengenal Rm Van Lith karena membapatis ratusan awal jemaat di Muntilan, sebenarnya lebih dalam dr itu Rm Van Lith telah mampu merumuskan gagasan Pro Ecclesia Et Patria yg kelak membuatnya mendapat penghargaan Satya Lencana dr Pemerintah Republik Indoenesia.

Murid2 langsung maupun tidak langsung dr Rm Van Lith, kelak adalah aktivis-aktivis yg mendirikan organisasi kekatolikan, mulai dr Partai Katolik (IJ. Kasimo), Wanita Katolik RI (perempuan-perempuan Sekolah Mendoet), Pemuda Katolik (Sartono Kartodirjo), PMKRI (Munadjat Danuseputra), Ikatan Sarjana Katolik (Lo Ginting) dan Universitas Katolik Atmajaya Jakarta (Frans Seda).

Terbukti Rm Van Lith tidak hanya membentuk lembaga pendidikan dan sekedar mendidik para muridnya. Lebih jauh lagi melembagakan gagasan kerajaan Allah (kesejahteraan sosial) lewat kelembagaan yg dibentuk murid-muridnya.

Bupati Melawi, Panji S.Sos. dalam pemaparannya juga memperdalam peran Kaum Muda dalam pembangunan. “Kaum muda adalah kelompok yg tidak pernah puas dan selalu berupaya lebih untuk mencapai harapan dan impian” tegasnya.

“Kaum muda selalu mau memproses diri untk mencapai kematangan dan kesempurnaan hidup, seraya meyakininya ini sebagai sebuah misteri kehidupan” ungkapnya.

Sebagai anak zamannya, kamu muda (khususnya Pemuda Katolik) harus mampu menunjukkan daya pikatnya, sehingga selalu dibutuh oleh setiap pihak yg berkepentingan.

Jemaat katolik dari Keuskupan Sintang ini sebelum menjabat Bupati Melawi, adalah Wakil Bupati pada periode sebelumnya, tegasnya lagi Pemuda Katolik tidak boleh lengah dengan situasi saat ini karenanya sikap kritis harus selalu ditunjukkan namun sekaligus mampu memberikan terjemahan proses-proses pembangunan kepada masyarakat Melawi agar ekselerasi pembangunan dapat diwujudkan.

Dengan berpedoman pada Kitab Suci, hendaknya umat Katolik dapat mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Melawi. Karenya bukan tidak mungkin kalau Bulan Kitab suci dapat dijadikan sebagai tahunan.

Bersama-sama dengan umat beragama lain di Melawi, hendaknya kebaikan-kebaikan individual dan komunal dapat menjadi landasan membangun Kabupaten Melawi untuk maju bersama-sama.(ast)

Sticky
0