Login
or
Register

Author Archives admin

November 06, 2017

Pemuda Katolik Apresiasi Pagelaran Paduan Suara Perguruan Tinggi Agama Katolik

Kabid Hub. Antar Lembaga & OKP Michelle Wondal bersama peserta PP-PTAK (dok.PK)

Jakarta – Pengurus Pusat Pemuda Katolik mengapresiasi Pagelaran Paduan Suara Perguruan Tinggi Agama Katolik (PP-PTAK) yang diselenggarakan Bimas Katolik Kementerian Agama. Kegiatan ini merupakan wujud kehadiran negara dalam mendukung pengembangan kualitas keimanan warga negara khususnya umat Katolik.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini dilakukan oleh Bimas Katolik Kementerian Agama. Ini menjadi wujud kehadiran negara dalam mendukung pengembangan kualitas keimanan melalui paduan suara gerejani,” ujar Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga atau OKP PP Pemuda Katolik Michelle Wondal, Minggu (05/11/2017).

Michelle menilai paduan suara adalah ajang pembelajaran bagi mahasiswa untuk menumbuhkan semangat bekerja keras, kerja sama, toleran, berkreasi, berprestasi dan mampu mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari seperti saling mengasihi dan menghargai satu sama lain sebagai satu Makhluk Ciptaan-Nya,” ungkap dia.

“Paduan suara terdengar enak kalau berbagai suara yang berbeda saling menyesuaikan ke satu harmoni. Hidup menggereja dan hidup bernegara pun bisa menerapkan prinsip yang sama, yakni menciptakan harmoni dalam dan dari keragaman,” jelas dia.

Lebih lanjut, Michelle menuturkan bahwa Pemuda Katolik juga mempunyai tujuan untuk mengembangkan kaum muda Katolik untuk menjadi pendukung hari-hari depan Gereja dan tanah air.

Tujuan Pemuda Katolik sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga, kata dia, antara lain mengembangkan watak kristiani dalam diri kaum muda Katolik Indonesia.

“Kami juga fokus menumbuhkan kesadaran kaum muda Katolik Indonesia akan tanggung jawabnya kepada Gereja, Bangsa dan Negara Indonesia serta meningkatkan kepekaannya dalam keterlibatan aktif dengan persoalan sosial kemasyarakatan Gereja, Bangsa dan Negara Indonesia,” kata dia.

Pemuda Katolik, kata dia, berupaya mempersiapkan, memberi bekal dan menempa kaum muda Katolik Indonesia menjadi penggerak kegiatan membangun dan sekaligus menjadi insan pembangunan yang tangguh dan kritis bagi Gereja dan bangsa Indonesia.

“Kami juga mempersiapkan kaum muda Katolik Indonesia menjadi pelopor dan penggalang kehidupan yang rukun, damai penuh kasih, toleransi sejati dan kerjasama positif antar umat Katolik maupun dengan umat yang beragama/kepercayaan lain, terutama dengan generasi muda pada umumnya,” pungkas dia.

Sebagaimana diketahui, Pagelaran telah buka oleh Mentri Agama : Lukman Hakim Saifuddin di dampingi Ketua Presidium KWI : Ignatius Suharyo, Ketua Komisi VIII : Ali Taher Parasong dan Ditjen Bimas Katolik : Eusabius Binsasi. (Minggu 05 November 2017).

Hadir Para Eselon I Jajaran Kementrian Agama, Para Uskup, Para Kepala Perguruan Tinggi Agama Katolik, dan Para Tokoh Agama.

Sejak hari Sabtu (4/11), peserta Pagelaran Paduan Suara Perguruan Tinggi Agama Katolik (PP-PTAK) sudah sampai di RedTop Hotel, Jakarta. Para Peserta adalah Mahasiswa/i Perguruan Tinggi Agama Katolik se-Indonesia dari 20 PTAK yang berada di bawah naungan kementerian Agama RI dengan jumlah Peserta 440 orang.

Didampingi pendamping dan pelatih, mereka terlihat antusias mengikuti kegiatan besar yang akan menampilkan kemampuan mereka dalam mengolah vokal dan harmonisasi nada. Mereka akan membawakan lagu wajib Alleluia Handel, dan empat lagu pilihan dari Buku Lagu Puji Syukur, yaitu Gereja Bagai Bahtera, Cahaya Suci, Betapa Tidak Kita Bersyukur dan Betapa Agung Karya Tuhan. (ast)

Sticky
0
October 30, 2017

Komcab Bukittinggi Ajak Kaum Muda Menjiwai Makna Sumpah Pemuda

Foto Bersama Seluruh Peserta Seminar Pemuda Katolik Komcab Bukittinggi 29/10.(dok.PK)

Bukittinggi, Sumbar – Sumpah pemuda yang diperingati pada tiap tanggal 28 oktober merupakan salah satu tonggak sejarah negara ini. Momen ini memiliki makna historis dalam menentukan nasib bangsa ini hingga saat ini. Pemuda katolik komcab bukittinggi mengambil bagian dalam peristiwa penting ini untuk kembali merefleksikan semangat hidup para pemuda-pemudi hari ini.

Dengan mengambil tema “jiwa sumpah pemuda dalam bersaksi (martyria)” Pemuda Katolik Komcab Bukittinggi mengatadakan seminar memperingati hari sumpah pemuda pada hari minggu 29/10. Menyesuaikan dengan tema tahun keuskupan padang martyria, semangat pemuda juga semangat bersaksi. Pada seminar tersebut hadir sebagai pemateri Togu Marulak Simarmata S.H. Togu menyampaikan pentingnya kerjasama orang muda dalam gereja untuk hidup bernegara, dia juga menekankan tetap mempertahankan iman katolik dalam hidup diantara mayoritas. selain makna historis, ada juga makan filosofis yang perlu dimaknai kaum muda dalam kehidupan yang diperoleh dari sumpah pemuda. Nilai semangat persatuan semangat peduli terhadap orang lain.

“berhenti menyalahkan orang lain, mari mulai untuk berbuat dari diri sendiriadalah inti dari semangat muda”, ujar Togu yang merupakan PNS di Kespol PP Bukittinggi.

selain Togu hadir pula Sr. Yosefta OFM sebagai pemateri kedua. Sr. Yosefta menyampaikan menjadi ragi, garam dan terang dunia adalah kewajiban orang katolik. Hal ini harus dilakukan untuk dapat meningkatkan kualitas iman yang bisa berkembang dalam bekerja dan bermasyarakat.

Dalam keterangan resminya Duma Situngkir, Ketua panitia pelaksana menegaskan fokus orang muda sekarang ialah kesaksian hidup berbangsa dan bernegara itu sangat penting. Sumpah pemuda merupakan momen berharga untuk kita merefleksikan makna kehadiran kita ditengah masyarakat.

Acara seminar tersebut juga dihadiri oleh Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Bukittinggi, orang muda katolik St. Aloysius gonzaga paroki Bukittinggi dan perwakilan dewan paroki St. Petrus Calver Bukittinggi dengan total peserta 48 orang. Dalam sambutan penutupan seminar Simon Bernad Sitanggang selaku Ketua Komcab Bukittinggi, mengajak seluruh kaum muda katolik yang ada di Bukittinggi untuk dapat menjiwai makna sumpah pemuda dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari, itu merupakan salah satu cara hidup martyria melalui gereja kepada negara dan bangsa. (barita)

Sticky
0
August 28, 2017

Gelar Mapenta & KKD, Komda Kalsel Pertegas Komitmen Bersama

Foto Bersama Peserta Mapenta & KKD Komda Kalimantan Selatan bersama PP Pemuda Katolik (Dok. PK)

Tanah Laut, Kalsel – Masa Penerimaan Anggota (MAPENTA) adalah sebuah syarat yang wajib dilaksanakan di Pemuda Katolik karena Mapenta merupakan tahap awal seseorang dikatakan sah bergabung dalam Pemuda Katolik. Sedangkan KKD (Kursus Dasar Kepemimpinan) merupakan bagian awal dari jenjang pendidikan kader Pemuda Katolik yang bertujuan melatih kader-kader pemuda katolik sebagai bekal dalam berdinamika baik dalam internal organisasi maupun dalam external organisasi. Berdasarkan dari beberapa poin penting di atas, bertempat di Aula Gereja St. Theresia Pelaihari Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kalimantan Selatan resmi menggelar MAPENTA dan KKD selama dua hari, 26 – 27 Agustus 2017.

Kegiatan tersebut dibuka resmi oleh Wakil Bupati Tanah Laut Drs. Sukamta. Dalam sambutan pembukanya beliau mengajak seluruh anggota pemuda katolik untuk ikut serta aktif membangun kabupaten Tanah Laut serta turut menjaga toleransi karena dengan toleransi lah tanah laut dapat maju dan berkembang. Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kalimantan Selatan Fx. Rudy, dalam sambutannya beliau juga menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkuat rasa memiliki organisasi dan mempertegas komitmen bersama untuk membangun organisasi agar ke depan lebih baik dalam berkarya untuk Gereja, Nusa dan Bangsa.

Organisasi pemuda katolik adalah organisasi kader yang siap turut aktif berpartisipasi membangun Gereja bangsa dan Negara, tambah Rudi yang juga bendahara Komisi HAK dan Kerawam Keuskupan Banjarmasin.

Mapenta ini diikuti kurang lebih 50 orang muda yang berasal seluruh paroki di Keuskupan Banjarmasin sedangkan Kursus Kepemimpinan Dasar (KKD) diikuti kurang lebih 30 orang utusan yang berasal dari seluruh Komcab di Kalimantan Selatan. Mereka ikut KKD merupakan orang-orang pilihan yang dengan tegas dan mantab berkomitmen membawa bendera pemuda katolik di Kalimantan Selatan untuk bersinergi dengan seluruh elemen penting di masyarakat, dan turut mendukung kinerja pemerintah daerah ke depan lebih baik.

KKD sendiri langsung dipandu oleh Tim Kaderisasi PP Pemuda Katolik yaitu Kikin P. Tarigan selaku Ketua Lembaga Pendampingan Kader dan Ignatius Ganjar Tri Hartono selaku Wasekjend LPK dan juga wasekjend bidang kaderisasi.

Suasana Kursus Kepemimpinan Dasar (KKD) Komda Kalsel

Sebagai tambahan Mapenta Dan KKD tahun ini mengusung tema “ Membangun Idealisme Pemuda Sebagai Pilar Penyangga Jati diri Bangsa” dengan harapan bahwa tema ini membantu menyadarkan kembali tugas dan tanggung jawab pemuda katolik untuk bertindak sebagai pelaku dalam membangun Gereja, Bangsa dan Negara. Untuk mendukung tercapainya maksud dan tujuan kegiatan ini, hadir juga para nara sumber yang sangat berkompeten memiliki keahliaan di bidang yang dimaksud.

penulis : Stanislaus Sene (Wakil Ketua Komda Kalsel)
editor : Asta Ivo

 

Sticky
0
August 03, 2017

Michelle: Pendidikan Pancasila Mesti Jadi Kurikulum Wajib

Michelle Wondal (tengah) diapit Ketua Bidang OKK dan Ketua LPK PP Pemuda Katolik

JAKARTA – Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga/OKP Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Michelle Wondal mengatakan untuk membentuk karakter kebangsaan di kalangan generasi muda, maka organisasi kemasyarakatan (Ormas) perlu melakukan pendidikan secara masif melalui pendidikan formal dan nonformal.

“Untul Pendidikan formal, nilai-nilai Pancasila mesti menjadi kurikulum wajib termasuk juga budi pekerti,” tegas Michelle Wondal di Jakarta, Selasa (1/8).

Sedangkan pendidikan nonformal, menurut Michelle, antara lain dapat dilakukan dengan cara tukar menukar pelajar antardaerah dan antarpulau. Selain itu, live in di masyarakat sehingga terjadi interaksi satu sama lain. Hal ini dimaksudkan supaya generasi muda mengenal Indonesia dengan keberagaman budaya yang ada. Kegiatan lainnya adalah lomba seni atau budaya dalam bentuk lagu daerah dan lagu nasional.

Pada bagian lain, Michelle mengingatkan pentingnya menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi toleransi. Toleransi, menurut Michelle, bukan sekadar dialog untuk membicarakan perbedaan tapi diperlukan sikap penghormatan terhadap hal-hal yang berbeda dengan kita.

“Dengan demikian, rasa persatuan dan kesatuan akan semakin kuat berlandaskan Pancasila, UUD 1945 sehingga dapat menjadi benteng dari pengaruh radikalisme dan terorisme,” tegas Michelle.

Michelle yang juga staf ahli DPR RI ini mengingatkan kepada setiap Pemuda untuk melakukan berbagai program organisasi guna membentuk karakter kebangsaan di kalangan generasi muda. Langkah tersebut sangat penting sebagai salah satu upaya untuk mencegah radikalisme di kalangan generasi muda.

Menurut Michelle, pemerintah juga wajib untuk memantau dan mengevaluasi kegiatan Ormas. Dengan begitu, kata Michelle, penanaman terhadap nilai-nilai Pancasila dapat berjalan baik. Sebab pendidikan karakter akan dapat menjadi benteng yang kuat untuk memfilter terhadap ideologi yang masuk ke Indonesia.

“Kami yakin, bila Pancasila dipahami dan dilaksanakan secara benar dan konsisten maka generasi muda tidak akan terpengaruh dengan paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” tegas Michelle.

Michelle mengusulkan kepada pemerintah khususnya Kemendikbud dan Kemendikdikti untuk melakukan sosialisasi secara masif terhadap empat konsensus kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

Secara khusus, Michelle mengimbau Kemendikbud dan Kemenristekdikti untuk merumuskan soal pendidikan Pancasila agar secepatnya masuk dalam mata pelajaran dan mata kuliah.

Untuk mengkonkretkan gagasan tersebut, Michelle meminta Kemendikbud dan Kemenristekdikti agar bekerja sama dengan MPR guna menyusun soal pendidikan Pancasila bagi generasi muda.

“Jadi, sosialisasi Pendidikan Pancasila saat ini harus dilakukan secara masif di semua kalangan masyarakat Indonesia,” tegas Michelle.

sumber : jpnn.com

Sticky
0
July 25, 2017

KETUA PEMUDA KATOLIK ENDE: MARI KEMBALIKAN ARAH SEJARAH

Foto Berrsama Ketua Pemuda Katolik Komcab Ende (dok.Pk)

Ende – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ende bekerja sama dengan Pemuda Desa dan Kementrian Dalam Negri, menggelar seminar dengan tema “ Mengawal Kebhinekaan Dari Ancaman Radikalisme”. Kegiatan yang berlangsung di SMA Mutmainah-Ende ini menghadirkan pembicara Dandim Ende, Ketua NU Ende, dan Ketua Pemuda Katolik Komcab Ende.

Ketua Pemuda Katolik Ende, Rae Agustinus dalam kesempatan itu mengatakan, sudah saatnya masyarakat khususnya kaum muda mengembalikan arah sejarah. “saudara/i, sudah semestinya dan segera mungkin kita kembalikan arah sejarah. Sejarah bangsa tentang nasionalisme dan kebhinekaan yang dalam sepuluh tahun terakhir berusaha dibelokan oleh kaum radikalis melalui gerakan-gerakan intoleran, kekerasan, kebencian, mesti kita kembali luruskan seperti sedia kala, seperti yang dicontohkan leluhur kita”.

Lanjutnya, hal tersebut tidak boleh didiamkan karena praktek ilfiltrasi gerakan tersebut telah berhasil masuk ke dunia pendidikan dan bahkan di dalam pemerintahan. Kasus intoleransi juga terus meningkat. Peningkatan kasus salah satunya dibuktikan dengan laporan Komnas Ham yang menunjukan peningkatan kasus intoleransi dari tahun ke tahun.

Praktek ini dalam rentang kira-kira sepuluh tahun terakhir secara perlahan mengubah wajah bangsa dari toleran ke intoleran, dari yang dulunya rukun mengarah ke saling curiga bahkan saling membenci.

Beliau mengungkapkan pentingnya bergerak bersama. “Sekarang ini pemerintah sudah mulai tegas memberantas radikalisme melalui program deradikalisasi, bela negara, pemblokiran situs radikal, bahkan menerbitkan Perppu. Tetapi perlu dingat, upaya-upaya itu hanya akan berhasil bila ada kesadaran di dalam masyarakat untuk bergerak bersama dengan berbagai cara”.

Mari, kita kembalikan arah sejarah, tegas Rae Agustinus dalam seminar tersebut.

Seminar ini dijadwalkan akan diselenggarakan lagi di SMA Muhammadyah Ende, pada tanggal 25 Juli 2017. Pihak penyelenggara akan mengadirkan berbagai pihak yang berkompeten guna memberikan pencerahan kepada kaum muda tentang pentingnya mengawal kebhinekaan dan menjaga persatuan bangsa. (agt)

Sticky
0
July 25, 2017

Pemuda Katolik Ajak Seluruh Komponen Bangsa, pahami Semangat Perppu dengan penuh persaudaaran sejati.

Komda Lampung bersama 9 ormas listas agama lainnya (dok.Pk)

Lampung – Sebanyak 10 Ormas lintas Agama di Lampung menyatakan sikap bersama mendukung Perpu No. 2 tahun 2017 tentang Perubahan UU No. 17 tahun 2013 mengenai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Senin 24 juli 201 bertepat di Sekretariat PW GP Ansor. Menurut Ketua GP. Ansor Lampung Hidir Ibrahim,”Perpu ini diterbitkan tidak ditujukan kepada organisasi berlabel SARA. Tetapi Perpu ini ditujukan kepada Ormas yang ingin mengubah Pancasila dengan Ideologi Asing. Padahal Pancasila sudah final sebagai Ideologi Indonesia”. Ditambahkan Hidir Ibrahim, Perppu diterbitkan pemerintah sudah mewakili kepentingan kebersama, kami minta juga Pemerintah membentuk lembaga yang bertugas melakukan verifikasi terhadap Ormas.

Ditempat yang sama Ketua Pemuda Katolik Komda Lampung Marcus Budi Santoso, menyampaikan bahwa Penerbitan Perpu No.02 tahun 2017 tentang keormasan ini telah membawa pro dan kontra, dan perbedan pandangan, ini tentu manjadi gejolak, kekawatiran serta membawa kehidupan masyarakat yang tidak sehat. Maka kami menggajak seluruh komponen bangsa untuk sama sama menahan diri, bersikap arief, tidak menebar kebencian dan perpecahan. Mari kita sama saling melepaskan ego dan kepentingan masing2 kelompok, suka Ras dan Agama. Kita ciptakan iklim yang kondusif, sehat, ramah, penuh dengan persaudaraan sejati demi kepentingan yang lebih besar yaitu keutuhan bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai.

“Mari kita sama sama memahami, bahwa semangat Perpu di terbitkan tidak lain tidak bukan adalah semangat untuk menjaga keutuhan tegaknya NKRI, dari ancaman ancaman paham2 yang jauh dari nilai2 dan semangat Pancasila” tandasnya. Kami meyakini Perpu ini merupakan payung hukum yang kuat bagi kita untuk menegakkan dan keutuhan seluruh komponen Bangsa. Marcus juga minta Pemeritah bijak, dengan tetap mengedepankan kebebasan berserikat dan berkumpul bagi warganya. Kebebasan dimaksud adalah kebebasan yang bertanggung jawab dibawah dan semangat Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika” tegasnya.

Hadir dalam konferensi pers tersebut PW. GP Ansor Lampung, Pemuda Katolik lampung, PMKRI, GMKI, Hikma Budis, Gema Budhi, Peradah, PMII, Repdem dan FAPP Lampung. (mbs)

Sticky
0
April 09, 2017

Muskomcab Kota Bengkulu : Saatnya Berkarya Untuk Gereja dan Tanah Air.

Peserta Mapenta dan Muskomcab Kota Bengkulu (dok.PK)

Bengkulu – Bertempat di Kapel Muder Theresia Bengkulu, Musyawarah Komisariat Cabang (Muskomcab) Pemuda Katolik Komcab Kota Bengkulu sabtu (8/4) resmi digelar. Kegiatan ini terlebih dahulu diawali dengan Masa Penerimaan Anggota (Mapenta) yang di ikuti oleh 32 orang kader Pemuda Katolik dari beberapa kecamatan se-kota Bengkulu. hadir sebagai pemateri yaitu Caretaker Ketua Komda Bengkulu Igt. Ganjar Trihartanto. dalam pemaparannya Ganjar menyampaikan bagaimana dewasa ini perlunya kaum muda ambil bagian dalam mengisi ruang sosial kemasyarakatan yang ada khususnya di kota Bengkulu.

Senada dengan itu Ketua Bid. Kaderisasi PP Pemuda Katolik sdr. Frans Sinaga yang juga diundang menjadi salah satu pemateri dalam Mapenta tersebut menyampaikan ” ini merupakan awal dimana pertama kalinya panji-panji kebesaran Pemuda Katolik dikibarkan di Bumi Raflesia Bengkulu, saya berharap kader generasi pertama ini dapat ikut mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara di Bengkulu sehingga semangat “Pro Ecclesia et Patria” dapat diimplementasikan dengan baik”.

Seusai pelaksanaan Mapenta agenda dilanjutkan dengan Musyawarah Komisariat Cabang (Muskomcab) Kota Bengkulu. Kegiatan ini bertujuan untuk menentukan kepengurusan yang definitif untuk 3(tiga) tahun mendatang. dalam kegiatan ini terpilih secara musyawarah mufakat Sdr. Lambok Marudut S. sebagai Ketua Terpilih Periode 2017-2020.

dalam sambutannya usai terpilih Lambok berharap dukungan dari rekan-rekan Pemuda Katolik Komcab Kota Bengkulu serta bimbingan dari Pengurus Komda dan Pengurus Pusat agar dapat menjalankan roda organisasi dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang ada di Pemuda Katolik.

Dalam keterangannya Caretaker Ketua Komda Bengkulu yang juga Sekretaris Lembaga Pendampingan Kader (LPK) PP Pemuda Katolik ini menyampaikan beberapa poin perihal agenda untuk Komda Bengkulu diantaranya telah membetuk caretaker di 3 Komcab yaitu Kab. Bengkulu Utara, Kab. Rejang Lebong, dan Kab. Seluma.

“harapan kita diketiga Komcab ini akan selesai melaksanakan muskomcab paling lambat 3 bulan dari sekarang” pungkasnya.

“target kita bulan agustus sudah Muskomda sehingga kepengurusan sudah definitif” tambah Ganjar yang juga mantan Ketua Komda DIY tersebut. (ast)

Sticky
0
April 15, 2016

Dorong Pembangunan Desa Berbasis Pancasila

Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang saat menerima Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik (PK) dr. Karolin Margret Natasa beserta jajaran Pengurus Pusat Pemuda Katolik di Gedung MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (14/4). FOTO: Humas MPR for JPNN.com

Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang saat menerima Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik (PK) dr. Karolin Margret Natasa beserta jajaran Pengurus Pusat Pemuda Katolik di Gedung MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (14/4). FOTO: Humas MPR for JPNN.com

JAKARTA – Organisasi Pemuda Katolik akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah pada 19-22 April 2016 mendatang. Salah satu rangkaian kegiatan Rakernas Pemuda Katolik adalah bakti desa, selain sosialisasi Pancasila dan pelaksanaan sidang-sidang organisasi.

“Bakti desa adalah kegiatan di mana kader Pemuda Katolik akan terjun di desa-desa. Di sana kader Pemuda Katolik selain membaur dan tinggal dengan masyarakat, juga akan melakukan kerja bakti,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik (PK) dr. Karolin Margret Natasa saat audiensi dengan Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang di Gedung MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (14/4).

Menurut Karolin, dalam kegiatan tersebut Pemuda Katolik juga akan mengadakan Sosialisasi Pancasila. Karolin berharap Pemuda Katolik ikut membumikan nilai-nilai Pancasila sesuai kearifan lokal. Dengan demikian, ormas kepemudaan bisa ikut menyelesaikan masalah yang ada di desa.

Menanggapai hal itu, Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang mengaku gembira dan bangga karena ada ormas kepemudaan menggelar kegiatan di desa atau kampung-kampung. “Biasanya ormas menggelar kegiatan di kota-kota dan di hotel tapi ormas ini membaur dengan masyarakat desa. Ini bagus,” kata Oesman Sapta.

Senator asal Kalimantan Barat ini, mengatakan meski Pemuda Katolik merupakan ormas yang berlabel agama (Katolik, red) namun tidak terkotak-kotak dan melakukan kegiatan bersama masyarakat.

Diakui Oesman Sapta, agama memang sebagai salah satu ke-bhineka-an yang ada di Indonesia. Namun, kegiatan yang akan dilakukan oleh Pemuda Katolik benar-benar nyata dirasakan oleh masyarakat.

Lebih lanjut, OSO, demikian sapaan Oesman Sapta Odang, mengatakan sosialisasi Pancasila yang dilakukan oleh Pemuda Katolik kepada masyarakat desa akan membuat masyarakat desa tambah yakin akan Pancasila.

Ia mengingatkan bahwa Sosialisasi 4 Pilar yang dilakukan oleh MPR tak bisa dilakukan sendiri. Sosialisasi yang dilakukan harus dibantu oleh organisasi kepemudaan seperti Pemuda Katolik dan media cetak. “Sosialisasi tak bisa dilakukan secara sambilan. Untuk itu perlu dukungan semua pihak,” ujar OSO.

Untuk diketahui, Rakernas Pemuda Katolik tahun 2016 mengakat tema “Menghadirkan Peran Pemuda yang Terampil di Tengah Umat dan Masyarakat Berbasis Desa Berdasarkan Pancasila”. Rakernas ini akan diikuti oleh perwakilan pengurus Komisariat Daerah (Komda) dan Komisariat Cabang (Komcab) Pemuda Katolik seluruh Indonesia.(Adv/fri/jpnn)

Sumber : JPNN.com

Sticky
0
February 22, 2016

SDM Jadi Penggerak Utama Pembangunan

Foto bersama usai acara pelantikan Pengurus Pemuda Katolik (PK) Komisariat Daerah (Komda) Provinsi Sumatera Selatan Periode 2016-2019 di Aula Kampus Universitas Katolik Musi Caritas, Palembang, Sabtu (20/2). Tampak diantaranya Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Karolin Margriet Natasa, Uskup Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ; Ketua Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sumsel M Hidayat, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Yusuf Wibowo, Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang dan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Palembang.

Palembang – Gubernur Sumsel H Alex Noerdin melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Ahmad Yusuf Wibowo menyampaikan kekuatan sumber daya manusia tidak akan pernah habis karena kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) penggerak utama pembangunan. Pemuda jelas punya peran dalam hal ini. Apalagi, saat ini sudah masuk pada area Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) yang secara singkat berisi lima hal diberlakukannya arus bebas antarsesama negara ASEAN yang meliputi arus bebas barang, arus bebas jasa, arus bebas TK terampil, arus bebas modal, dan arus bebas investasi.

“Untuk kelima hal tersebut kita punya kesempatan yang sama. Apakah kita akan menyerbu negara ASEAN lain dengan barang, jasa, tenaga kerja terampil, modal, dan investasi atau sebaliknya justru kita yang akan diserbu. Semua terpulang kepada kita,” kata Yusuf.

Yusuf melanjutkan, ada 1.000 sopir taksi di Filipina sudah belajar bahasa Indonesia, ratusan pebisnis Thailand belajar bahasa Jawa. Artinya, arus bebas pelayanan dan SDM menjadi penting pada era MEA. Menurut Yusuf, Pemuda Katolik sebagai bagian strategis dari pemuda Indonesia diyakini mampu menjawab semua tantangan ini. Indonesia merindukan lahirnya pemuda-pemuda Katolik seperti pada era yang lalu untuk berkiprah dalam pembangunan dan demokrasi di Indonesia.

“Jadi saya yakin kalian semua anak muda hebat yang mau membangun negeri ini khususnya Sumatera Selatan. Akan banyak pekerjaan menunggu Anda. Asian Games 2018, Moto GP 2018, SKO Ragunan dipindahkan ke Palembang dan Sport Science,” tukasnya.

Yusuf juga menyampaikan selamat atas dilantiknya pemuda Katolik Pengurus Komisariat Daerah Sumatera Selatan. Menurutnya, pemuda Indonesia memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan berusia 16-30 tahun. Kepemudaan berkaitan dengan berbagai hal yakni potensi, tanggung jawab, hak, karakter, kapasitas, aktualisasi diri, dan cita-cita pemuda.

Apriadi Susanto Sinaga terpilih menjadi Ketua Komisariat Daerah Sumatera Selatan Periode 2016-2019 dan dilantik oleh Ketua Umum Pemuda Katolik Karolin Margret Natasa. Selain Wibowo, pelantikan ini disaksikan oleh Uskup Agung Palembang Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ, Ketua DPRD Provinsi Sumsel HM Giri N Kiemas, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sumsel M Hidayat, Ketua Forum Masyarakat Katolik Indonsia (FMKI) Provinsi Sumsel sekaligus Staf Ahli Gubernur Sumsel Yohanes H Toruan, Ketua Dewan Pakar Pemuda Katolik sekaligus Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang, Sekretaris PAN Muda Indonesia, Elias Sumardi Dabur, dan Komisaris PT Adhi Karya Hironimus Hilapok.

“Saya siap membangun sumber daya manusia kader-kader Pemuda Katolik Sumsel sehingga menjadi kader yang berkualitas dan bermartabat sehingga menjadi kader yang bisa bersaing di tingkat lokal, nasional, dan internasional. Untuk itu, kami juga membangun dialog dan kerja sama dengan pemerintah daerah Sumsel dan organisasi kepemudaan lainnya untuk membentuk kaum muda yang bernilai,” ujar Apriadi saat memberikan sambutan.

sumber : beritasatu.com

Sticky
0
February 21, 2016

Apriadi Susanto Resmi Pimpin Pemuda Katolik Sumsel

PALEMBANG – Apriadi Susanto Sinaga resmi menjabat Ketua Pemuda Katolik (PK) Komisariat Daerah (Komda) Provinsi Sumatera Selatan Periode 2016-2019. Acara pelantikan Pengurus PK Komda Sumsel dipimpin oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Karolin Margriet Natasa di Aula Kampus Universitas Katolik Musi Caritas, Palembang, Sabtu (20/2).

Acara ini disaksikan oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ; Ketua DPRD Provinsi Sumsel HM Giri N Kiemas; Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sumsel M Hidayat, Gubernur Sumsel diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Yusuf Wibowo; Ketua Forum Masyarakat Katolik Indonsia (FMKI) Provinsi Sumsel sekaligus Staf Ahli Gubernur Sumsel, Yohanes H Toruan, Ketua Dewan Pakar Pemuda Katolik sekaligus Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang; Sekretaris PAN Muda Indonesia, Elias Sumardi Dabur, Komisaris PT Adhi Karya, Hironimus Hilapok.

Hadir pula Ketua Presidium Demisioner Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik (PMKRI Lidya Natalia Sartono; Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palembang, Ketua PMKRI Cabang Palembang serta aktivis mahasiswa dari berbagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Karolin Margriet Natasa meminta pengurus PK Komda Sumsel untuk segera melakukan konsolidasi baik internal pengurus maupun dengan pihak hirarki Gereja Katolik, ormas pemuda dan mahasiswa di wilayah Provinsi Sumsel termasuk bersinergi dengan unsur pemerintah.

“Lakukan berbagai tindakan nyata untuk memajukan masyarakat, daerah dan bangsa,” tegas Karolin

Acara pelantikan ini diawali dengan Seminar bertajuk “Repositioing Partisipasi Pemuda Kebangsaan Dalam Mempercepat Pembangunan dan Memperkuat Demokrasi di Sumatera Selatan”.

sumber : jpnn.com

Sticky
0